Page 248 - Perdana Menteri RI Final
P. 248

besar bukan orang muslim. Selain itu, semenjak   tahun 1959 Aceh mendapatkan posisinya sebagai                         penciptaan  Provinsi  Aceh  ini  menyebabkan   militer Amerika Serikat  yang ditawarkan
                           revolusi sosial pada awal Revolusi Kemerdekaan,   Provinsi dengan status Daerah Istimewa.                              ketidak-mampuan PM Natsir untuk bisa           lewat Misi John Melby pada akhir tahun 1950,

                           kaum  ulama  telah  mengambil  alih  sebagian                                                                          menetapkan Provinsi Aceh. Bahkan, baru tahun   walaupun pemerintah tidak menolak bantuan
                                                                          Pemerintah melakukan kerja-sama dengan
                           besar negara daripada kaum zuama atau Pamong                                                                           1956 dibawah Kabinet Ali Sastroamidjojo Kedua   asistensi di bidang ekonomi dan pendidikan.
                                                                          Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) guna
                           Praja Aceh lama. Ada pula kekhawatiran bahwa                                                                           dimana  Aceh  baru  mendapatkan  posisinya     Lebih sulit daripada hubungan dengan Amerika
                                                                          mengangkat Gubernur sementara Provinsi
                           pengintegrasian Aceh ke dalam Sumatera Utara                                                                           sebagai Provinsi dengan status Daerah Istimewa.  Serikat  adalah  hubungan  dengan  Belanda.
                                                                          Sumatera dari Masyumi, Abdul Hakim.
                           dapat menyebabkan kembalinya berkuasa kaum                                                                                                                            Perjanjian KMB menjamin banyak dari
                                                                          Gubernur Abdul Hakim dikenal secara                                     Perdana Menteri Natsir berangkat menuju
                           zuama, sesuatu yang tidak diinginkan kaum                                                                                                                             pejabat ahli berkebangsaan Belanda yang akan
                                                                          publik mendukung pembentukkan Provinsi                                  Banda Aceh dari kota Medan pada tanggal 23
                           ulama Aceh.                                                                                                                                                           tetap dipekerjakan oleh pemerintah Republik
                                                                          Aceh yang otonom, dan sehingga diharapkan                               Januari 1951 dengan rombongan menggunakan
                                                                                                                                                                                                 Indonesia selama lima tahun ke depan dalam
                           Pada awalnya, Natsir mengambil kebijakan       menjadi seorang Gubernur yang dapat dipercaya                           pesawat terbang. Sebuah pertemuan formil
                                                                                                                                                                                                 kapasitas sebagai penasehat dengan harapan akan
                           untuk melibatkan elit Aceh sepenuhnya dalam    oleh penduduk dan elit Aceh.  Tetapi usaha                              dengan delapan puluh pejabat pemerintah
                                                                                                       69
                                                                                                                                                                                                 memperlancar periode transisi kemerdekaan.
                           proses pembentukkan Provinsi Sumatera Utara.   pemerintah untuk meyakinkan masyarakat                                  daerah dan pemuka masyarakat dilaksanakan.
                                                                                                                                                                                                 Salah satu kebijakan luar negeri Indonesia
                           Secara pribadi, Natsir mendukung pendirian     Aceh guna mendukung Provinsi Sumatera Utara                             Tetapi pertemuan tersebut gagal mencapai
                                                                                                                                                                                                 berkaitan dengan usaha menambah tenaga ahli,
                           Provinsi Aceh karena beberapa alasan. Pertama,   ini gagal. Natsir mengutus Menteri Keuangan                           kesepakatan. Esok harinya, Natsir balik ke     baik sebagai penasehat maupun sebagai teknisi
                           Natsir simpatis terhadap perspektif masyarakat   Syafruddin Prawiranegara dan Menteri Dalam                            Jakarta untuk meletakkan jabatannya sebagai    karena Indonesia sangat kekurangan jenis tenaga
                           Aceh yang keberatan untuk dipimpin oleh        Negeri Mr. Assaat untuk mendekati pemuka                                Perdana Menteri. Ia jelaskan ke Daud Beureuh   demikian. Tetapi hubungan yang seharusnya
                           orang-orang non-Muslim dan ada kepercayaan     Aceh soal ini. Pada 27 November 1950, Wakil                             keputusan  tersebut:  kegagalan  perundingan  ini   saling menguntungkan antara Indonesia dengan

                           dibanyak kalangan bahwa Sumatera Utara akan    Presiden Mohammad Hatta mendatangi sendiri                              hanya mengakibatkan dua pilihan yang bisa      Belanda pada periode transisi ini diracuni
                           didominasi oleh suku Batak. Kedua, keberadaan   Aceh guna mendengar dan berunding dengan                               diambilnya. Pilihan pertama adalah melakukan   oleh penolakan Belanda untuk membahas
                           Provinsi Aceh ini menambah suara dalam         pemuka-pemuka Aceh yang tergabung dalam                                 tindakan kekerasan militer terhadap Aceh       pengembalian wilayah Irian Barat. Posisi ini juga
                           Parlemen ataupun dari dukungan Gubernur                                                                                karena telah melakukan pemberontakan. Pilihan
                                                                          PUSA (Persatuan Ulama-ulama Seluruh Aceh).                                                                             menyulitkan Natsir karena akan berefek pada
                           Provinsi yang pro-terhadap kebijakan Partai                                                                            kedua adalah meletakkan jabatannya sebagai
                                                                                                                                                                                                 perenggangan hubungannya dengan Presiden.
                           Masyumi. Berbeda dengan Maluku Selatan         PUSA mengadakan kongres tanggal 22                                      Perdana Menteri. Daud Beureh yang akan
                           yang mayoritas dihuni oleh orang-orang non-    Desember 1950 yang menuntut propinsi                                    ini masih punya harapan dan penghormatan       Hubungan erat antara Mohammad Natsir dan
                           Muslim, kenyataan bahwa Aceh merupakan         otonomi untuk Aceh dengan ancaman jika tidak                            terhadap Pemerintah Republik ketika dibawah    Presiden Sukarno menemui akhirnya justeru
                           daerah mayoritas Muslim dengan populasi        dikabulkan, maka Gubernur dan seluruh jabatan                           Mohammad Natsir. Jatuhnya Natsir ini akan      pada periode Perdana Menteri Natsir. Ini adalah
                           Muslim paling taat di Indonesia, maka Natsir   negara Aceh akan mengundurkan diri. Kondisi                             mendorongnya memperkuat pilihannya untuk       hubungan yang terbina sejak Natsir masuk dalam
                           sangat simpatis terhadap keinginan rakyat Aceh.   pelik ini dikhawatirkan akan menjerumus                              memberontak dan mendirikan Negara Islam        pemerintahan sebagai Menteri Penerangan serta
                           Tapi  posisi Aceh  sebagai  provinsi  Muslim  ini   menjadi  konflik  militer.  Pada  dasarnya                         Indonesia di Aceh pada tahun 1953.             asisten  Sukarno  dalam  beragam  hal,  termasuk

                           pula yang membuat usaha menggolkan provinsi    Masyumi dan Natsir secara pribadi mendukung                                                                            penulisan pidato 17 Agustusnya. Hubungan
                                                                                                                                                  KEBIJAKAN LUAR NEGERI DAN
                           Aceh menjadi sulit. Oposisi yang terdiri dari   penciptaan Aceh sebagai provinsi mandiri.                                                                             baik ini tidak didasarkan atas kesamaan
                                                                                                                                                  PERPECAHAN DENGAN SUKARNO
                           kalangan Nasionalis Kiri seperti PNI dan       Sebagai partai Islam mereka melihat keberadaan                                                                         ideologis, melainkan sebuah  modus vivendi
                           PKI melihat pendirian Provinsi Aceh akan       provinsi dengan Islam kuat dapat membantu                               Kebijakan Natsir mengikuti tradisi kebijakan   yang menekankan pentingnya kerja-sama untuk
                           memperkuat posisi Masyumi dalam parlemen       pemerintahan di tingkat nasional. Tetapi hal ini                        ‘bebas aktif’ yang telah lama dijalankan oleh   mencapai tujuan, yaitu kemerdekaan Indonesia.
                           dan pemerintahan dan oleh sebabnya, Natsir     pula yang mendorong oposisi untuk menolak                               pemerintah. Walaupun Masyumi terkenal          Padahal, hubungan mereka dipenuhi dengan
                           gagal untuk mendapatkan dukungan Parlemen      pembuatan Provinsi Aceh. Ketidak setujuan PNI                           memiliki  sifat  yang  dianggap  banyak  orang   polemik  dan  saling  kritik pada tahun  1930an
                           dalam mensahkan Provinsi Aceh. Bahkan baru     dan partai-partai kiri lainnya untuk mendukung                          sebagai pro-Barat, Natsir tetap menolak bantuan   ketika posisi ideologis dua pemimpin nasional ini





                           236   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  237
   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253