Page 244 - Perdana Menteri RI Final
P. 244

langka yang terjadi antara negara penjajah dan   semua perusahaan milik Belanda di Indonesia
                           mantan jajahan dalam proses dekolonisasi.      pada tahun 1957.

                           Selain itu, KMB juga mengatur banyak urusan
                                                                          Perundingan antara kalangan buruh dengan
                           perekonomian   Indonesia   yang   bertujuan
                                                                          perusahaan-perusahaan Belanda dimediasi oleh
                           melanggengkan posisi perusahaan-perusahaan
                                                                          pemerintah lewat Dr. Sumitro Djojohadikusumo
                           Belanda dari tingkat multinasional sampai
                                                                          serta R. Pandji Suroso sebagai Menteri
                           dengan perusahaan pribadi dalam perekonomian
                                                                          Perhubungan. Kesepakatan antara gabungan
                           Indonesia.
                                                                          serikat buruh dengan pemerintah telah mencapai
                           Koalisi Pemerintahan Mohammad Natsir yang      kesepakatan  untuk  mematok  upah  minimum
                           terdiri dari Partai Masyumi, PSI dan partai-   sebesar 7.50/hari, lebih tinggi daripada
                           partai minoritas dan konservatif lainnya ini   permintaan awal para serikat buruh sebesar
                           cenderung dianggap sebagai partai-partai       4.50/hari dan jauh lebih tinggi daripada upah
                                                                                                                                                                                                                               Malam perkenalan Kabinet dengan para pimpinan
                           yang pro-Barat dan pro-Kapitalisme. Dalam      minimum yang sebelumnya berlaku sebesar 1.50/                                                                                                        Ormas, Orpol, dan Corps Diplomatic pada tanggal
                                                                                                                                                                                                                               12 September 1950.
                           perdebatan antara Syafruddin Prawiranegara,    hari. Walaupun kondisi perekonomian Indonesia
                           Menteri Keuangan dari Masyumi, dengan          membaik pada masa ini akibat ledakan ekspor                                                                                                          Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
                           Sumitro      Djojohadikusumo,      Menteri     guna  memenuhi kebutuhan Perang Korea,
                           Perdagangan dan Industri dari PSI, terlihat    Syafruddin menggerakan perubahan sistem
                                                                                                                                                  dan transportasi. Natsir memperoleh dukungan   mengirim operasi militer melalui Angkatan
                           bahwa  Syafruddin menentang usaha  gegabah     perbankan untuk mendorong pembangunan
                                                                                                                                                                                                                          57
                                                                                                                                                  dari TNI untuk memaksa pelarangan ini, sesuatu   Perang Republik Indonesia.  Angkatan Perang
                           dalam nasionalisasi ekonomi dan menyatakan     dan Sumitro mengeluarkan rencana industri
                                                                                                                                                  yang  menimbulkan kontroversi  dikalangan      Republik Indonesia (APRI) Pimpinan Kolonel
                           dukungan terhadap investasi asing sebagai      Indonesia pertama, yang dikenal dengan sebutan
                                                                                                                                                  masyarakat dan tuduhan bahwa Kabinet Natsir    Kawilarang berjumlah 5000 orang kemudian
                           alat guna mendorong pertumbuhan ekonomi
                                                                          Sumitro Plan.
                                                                                                                                                  ini telah melakukan pelanggaran hak asasi      mendarat di Ambon untuk memulai operasi
                           dalam rangka membangun perekonomian
                                                                                                                                                  manusia.                                       militer.  Operasi militer ini beriringan dengan
                                                                                                                                                                                                        58
                           yang mandiri sementara Sumitro lebih radikal   Tapi keberhasilan-keberhasilan ini tetap dihantui
                           dalam pandangannya mengenai nasionalisasi      oleh permasalahan perburuhan yang menjadi                                                                              jalan perundingan yang tidak membuahkan
                                                                                                                                                  REPUBLIK MALUKU SELATAN                        hasil. Seiring Kabinet Natsir terus menerus
                           ekonomi  dan melihat negara berperan  dalam    semakin buruk karena, walaupun sudah terjadi
                           mewujudkan proses kemerdekaan ekonomi ini.     kesepakatan kenaikan patokan upah minimum,                              Republik Maluku Selatan diproklamasikan        mendapat tekanan dari Badan Pengawas
                           Bagi orang kalangan kiri ataupun nasionalis,   mulai Januari 1951, terjadi serangkaian                                 pada April 1950 dibawah R.S. Soumoukil, J.A.   PBB UNCI untuk membuka mediasi antara
                           maka keberlanjutan kontrol ekonomi Indonesia   gelombang pemogokan buruh yang diakibatkan                              Manusama dan R.J. Metekohy yang merupakan      Pemerintah Indonesia dengan Republik Maluku
                                                                                                                                                                                                                       59
                           dibawah kapitalisme Belanda ini tidak bisa     karena pergantian pemimpin PKI dari Alimin ke                           politisi  dan  PNS dari Maluku  dalam  Negara   Selatan melalui UNCI.  Operasi TNI/APRIS
                           diterima. Oleh karenanya, gerakan buruh ini    Aidit. Pada saat yang sama produktivitas buruh                          Indonesia Timur. Mereka merasa bahwa           yang dimulai semenjak Juli 1950 itu berakhir
                           bukan hanya masalah kesejahteraan belaka,      Indonesia menurun signifikan sebagai akibat                             kepentingan  kaum  Maluku  Protestan  tidak    ada awal November 1950 dengan jatuhnya kota
                                                                                                                                                                                                         60
                           melainkan merupakan bagian erat dari           daripada kebijakan PKI untuk mendisrupsi pasar                          akan dipenuhi dalam negara Republik Indonesia   Ambon.  Akhirnya, perundingan tiga pihak
                           kebijakan oposisi PNI dan PKI dalam menolak    buruh nasional ini. Guna menghadapi masalah                             yang didominasi oleh orang-orang Jawa Islam.   antara Pemerintah Indonesia, Republik Maluku
                           sistem  perekonomian  yang  didukung  oleh     ini, PM Natsir mengumumkan pelarangan                                   Pada awalnya, Natsir mengirim Menteri          Selatan dan UNCI kemudian  disepakati.
                           Masyumi dan PSI. Ini merupakan awal dari       pemogokan kerja dan  lockout (penguncian                                Kemakmuran J. Leimena, sebagai putera          Perdana Menteri Natsir mengumumkan di
                           usaha kemerdekaan ekonomi Indonesia yang       pabrik) pada sektor-sektor yang vital untuk                             Maluku, untuk bernegosiasi.  Kegagalan Misi    depan parlemen pada 12 Oktober 1950. Bahwa
                                                                                                                                                         56
                           akan berkulminasi pada pengambil-alihan        ekonomi, termasuk dalam industri komunikasi                             Leimena  mendorong Perdana Menteri Natsir      Pemerintah bersedia memberikan akses seluas-




                           232   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  233
   239   240   241   242   243   244   245   246   247   248   249