Page 263 - Perdana Menteri RI Final
P. 263

SUKIMAN WIRJOSANDJOJO:  kiprah politiknya bagi bangsa Indonesia.   laki-lakinya yang terpaut usia sedikit lebih tua

               Satiman adalah tokoh penting yang membidani     di atasnya. Masa kecil Sukiman tidak ubahnya
 Pemimpin Islam Nasionalis  kelahiran salah satu organisasi pergerakan   anak kecil pada umumnya yang menikmati

                                                               permainan-permainan yang menyenangkan,
               bangsa Jawa pada awal abad ke-20. Adapun
               Sukiman merupakan tokoh Masyumi yang            namun adakalanya pula ia harus membantu
               juga pernah menjabat sebagai perdana menteri    orang tua, dan pergi ke sekolah.
               keenam pada era Sukarno. Lebih dari sekedar
                                                               Untuk urusan sekolah, Sukiman sebenarnya
               posisi pentingnya dalam pemerintahan pada
                                                               cukup terlambat, meskipun hal yang demikian
               awal kemerdekaan Indonesia, seperti yang
                                                               itu dapat dimaklumi dan sudah lumrah terjadi
                                                  2
               ditunjukan oleh banyak sejarawan,  bahwa
                                                               pada anak desa sebayanya. Di sekolah, Sukiman
               Sukiman—bersama M. Natsir—merupakan
 “… kita semua menyediakan jiwa dan   nasionalis; dan kalangan Islam yang biasa disebut   dua tokoh terpenting dan paling berpengaruh   juga tidak begitu menonjol. Ia tidak pintar,
 raga, harta kita untuk kepentingan nusa   tradisionalis—bahkan setelah keluarnya NU   dalam partai politik Islam terbesar waktu itu,   namun juga tidak bodoh: sedang-sedang saja.
 dan bangsa dalam rangka berbakti pada   dari Masyumi. Selama menjabat sebagai Perdana   Masyumi.  Hanya saja, dua faktor penting dalam hidupnya
 Menteri, Sukiman juga mampu meningkatkan                      yang membuatnya sehingga pendidikannya
 Allah S.W.T.”
               Satiman dan Sukiman terlahir dari keluarga      dapat terus berlanjut hingga tingkat yang tinggi,
 reputasi Indonesia di hadapan negara-negara
 Sukiman Wirjosandjojo, 1959 1  pedagang biasa yang menjalankan usaha jual   bahkan ia memperoleh hak  istimewa  untuk
 barat non-Belanda, pada saat bangsa ini tengah
               beli kebutuhan pokok skala sedang. Namun        masuk ke sekolah untuk anak-anak orang Eropa
 terbelit oleh berbagai persoalan yang disisakan
 PENGANTAR  terutama oleh konsensi-konsensi yang dihasilkan   keduanya cukup beruntung karena orang tuanya   dan bumiputera kelas atas. Kedua hal tersebut
               terbilang cukup mapan secara ekonomi paling     adalah peran Nyonya Wirjosandjojo—ibunya,
 dari KMB. Perjalanan Sukiman—atau Pak
 Salah satu persoalan utama yang muncul
               tidak  untuk  ukuran penduduk desa  saat  itu,   dan pertemanan ayahnya dengan seorang
 Dokter ia biasa dikenal—yang merupakan sosok
 dalam politik Indonesia pada dekade 1950-an
               sehingga, keduanya tumbuh dan dibesarkan        Belanda bernama Van Der Wall.
 pemimpin Islam nasionalis bermula dari sebuah
 adalah mempertemukan dua kekuatan utama
               dengan kondisi yang baik. Lebih dari itu,
 keluarga Jawa yang tinggal di kampung tepi
 waktu  itu:  kelompok  Islam  dan  nasionalis.                Nyonya Wirjosandjojo, merupakan perempuan
               Wirjosandjojo  yang  dikenal  sebagai  seorang
 Sungai Bengawan Solo di Surakarta.
 Pada satu era pemerintahan perdana menteri,                   desa yang teremansipasi. Di lingkungannya,
               saudagar juga memiliki cakrawala berpikir yang
 nama Sukiman muncul menggantikan Natsir                       ibunda  Sukiman  dikenal  sebagai  mubalighah—
 KELUARGA JAWA DAN KAWAN   luas dan maju. Ia melihat pendidikan adalah hal
 sebagai pemimpin kabinet. Walaupun berasal                    pendakwah perempuan yang menyebarkan
 BELANDANYA    penting, untuk itu anak laki-laki dari keluarga
 dari partai yang sama dengan pendahulunya,                    agama Islam. Ia biasa memberi ceramah di
               ini  disekolahkan  hingga  jenjang  yang  tinggi.
 yakni Masyumi, Sukiman adalah figur yang   Dalam sejarah Indonesia, tidak banyak tercatat   majelis-majelis pengajian, juga di desa-desa.
               Tanpa segan, Wirjosandjojo memasukan anak-
 berbeda dengan Natsir. Ia merepresentasikan   sebuah keluarga yang melahirkan dua tokoh besar   Sebagai  pendakwah  perempuan,  Nyonya
               anaknya ke sekolah modern  yang menganut
 kalangan  Islam  yang  menganggap  munculnya   sekaligus. Satu dari sedikit itu adalah keluarga   Wirjosandjojo tentu memiliki keiistimewaan.
               model pendidikan ala barat.
 Indonesia, sebuah negara sekuler, bukan sebagai   Wirjosandjojo yang tinggal di Kampung Beton   Dapat dibayangkan pada saat itu, perempuan
 ancaman. Sukiman juga menjadi tokoh Islam   Surakarta—sebuah pemukiman penduduk Jawa   Sukiman terlahir pada 18 Juli 1898 sebagai putra   yang memiliki kemampuan seperti Nyonya
 yang  mampu menjadi jembatan penghubung   biasa di pinggir aliran Sungai Bengawan Solo.   bungsu dalam keluarga Wirjosandjojo yang   Wirjosandjojo tidaklah banyak bahkan dapat
 kekuatan-kekuatan politik di Indonesia saat itu.   Dari keluarga Wirjosandjojo terlahir dua orang   memiliki empat orang  anak: dua orang putra   dihitung dengan jari, terlebih lagi untuk
 Meskipun  dikenal  memiliki  sikap  politik  yang   anak laki-laki: Satiman dan adiknya bernama   dan dua orang putri. Dua kakak perempuannya,   berbicara soal agama lebih kerap menjadi ranah
 keras terhadap kelompok kiri, ia adalah orang   Sukiman,  keduanya adalah dokter Jawa yang   Kartoyo dan Wiyoso, adalah anak pertama dan   kaum pria ketimbang perempuan, sehingga
 yang dapat diterima oleh berbagai kalangan:   dikenang dalam sejarah oleh karena jasa dan   kedua, adapun Satiman merupakan saudara   dapat diketahui bahwa Nyonya Wirjosandjojo





 250  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  251
   258   259   260   261   262   263   264   265   266   267   268