Page 357 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 357

Islam, disebut ulama, yang kemudian   kebebasan dalam memberlakukan ajaran   tinggal di tanah Jawa, mereka menjadi   yang kemudian berkembang menjadi
 mewarnai sejarah Islam di Asia   agama mereka, termasuk hukum Islam   kekuatan ekonomi yang besar dan   pola pelaksanaan hukum atas dasar
 Tenggara.  dalam kehidupan sosial dan ekonomi   berpengaruh tidak saja dalam laju proses   pelimpahan wewenang (tawliyah)
 perdagangan. Tak jarang, mereka juga   Islamisasi—menarik penduduk lokal   terhadap sekelompok tokoh agama
 bisa membuat pihak istana untuk beralih   menjadi Muslim—bahkan juga di bidang   yang telah mengambil bentuk dewan
 Hukum
 menjadi Muslim. 2  politik, sebagai penguasa yang berhasil   atau majlis, yang disebut ahlul halli wal
 Pada abad ke-13, para pedagang   mengambil alih kontrol perdagangan   aqdi (ahl al-hall wa al-ʻaqd), mereka yang
 Muslim yang tinggal di kota-  Selain di Malaka, fenomena tersebut   dan kekuasaan. 4  memenuhi syarat untuk mengambil
 dagang di Nusantara telah berusaha   berlaku pula di kota-dagang Palembang.   keputusan hukum.
 menerapkan hukum Islam dalam   Di kota ini kewenangan untuk   Selain membangun masjid dan
 tata cara perdagangan. Keberadaan   menerapkan hukum Islam diberikan   mendatangkan ulama (mollahs) dari   Dalam perkembangannya, praktik
 komunitas pedagang yang beragam   kepada komunitas non-pribumi yang   Timur Tengah, mereka mewujudkan   pengambilan hukum serupa muncul
 secara etnis, budaya dan bahkan agama   beragama Islam. Di masa Ratu Sinuhun   ajaran agama dalam kehidupan   presedennya ketika Wali Songo—
 telah mendorong diberlakukannya satu   dibuatlah Undang-Undang Sinbur   keseharian. Para ulama mungkin juga   sembilan ulama (wali)—terlibat dalam
 sistem hukum yang mengatasi semua   Cahaya—yang secara khusus mengatur   bertindak sebagai penengah atau juru   proses Islamisasi di tanah Jawa.
 perbedaan tersebut. Diadopsinya Islam   aturan kaum pedagang dan pejabat   damai (hakam) dalam setiap masalah   Disejajarkan dengan ahlul halli wal
 sebagai suatu sistem hukum dagang   negara oleh kesultanan Palembang.   yang muncul di tengah masyarakat.   aqdi dalam sejarah Islam, Wali Songo
 karena lalu lintas perdagangan di waktu   Aturan hukum berlaku baik bagi non-  Situasi ini memperlihatkan betapa   berperan penting dalam memutuskan
 itu telah didominasi para pedagang   pribumi Muslim maupun para pedagang   praktik hukum Islam telah mulai   masalah agama, kenegaraan dan semua
 Muslim baik dari Timur Tengah maupun   mancanegara. 3  menjadi salah satu agenda utama   urusan terkait dengan kehidupan
 Asia Selatan. 1  masyarakat.                       kaum Muslim. Sebagai contoh, di
 Di Jawa hal serupa terjadi juga Praktik            bawah pimpinan Sunan Giri, majlis
 Di saat bersamaan, para pedagang   hukum Islam menjadi perhatian kaum   Dari perspektif hukum, praktik   wali songo mendorong Raden Fatah
 Muslim tidak jarang menjadi undangan   Muslim—kebanyakan pedagang dari   penerapan hukum yang melibatkan   mendeklarasikan kemerdekaan Demak. 5
 raja. Di Malaka, misalnya, para pedagang   mancanegara—yang tinggal di kota-  ulama ini disebut tahkim, yakni
 Muslim mancanegara diundang untuk   dagang di pantai utara Jawa. Tome Pires,   mengangkat seseorang untuk bertindak   Beberapa kasus di atas menjelaskan
 kepentingan fiskal kerajaan. Situasi ini   yang mengunjungi daerah pelabuhan   sebagai hakam. Pengakuan masyarakat   hubungan ulama dan raja, yang faktanya
 memungkinkan terbentuknya komunitas   di Nusantara pada 1513, mengatakan   terhadap pengetahuan para ulama   menentukan corak lembaga dan praktik
 dagang besar dan memegang kekuatan   bahwa kaum Muslim telah hadir sebagai   menyangkut ajaran Islam menjadi   hukum di kerajaan-kerajaan Islam Asia
 ekonomi di kota-dagang di Sumatra,   sebuah komunitas khusus di antara   satu prasyarat untuk tampil sebagai   Tenggara prakolonial. Di Samudra Pasai,
 yang masih di bawah kekuasaan   masyarakat pribumi yang hidup sebagai   juru damai, di samping posisinya   kerajaan Islam pertama pada abad ke-13,
 Hindu-Budha. Para pedagang Muslim   pedagang. Mereka terdiri dari orang   sebagai mubalig dan tokoh agama yang   hubungan erat ulama-raja juga terbangun
 mancanegara tersebut mampu menekan   Persia, Gujarat, Bengal, Melayu dan lain-  bisa menjawab masyarakat tentang   secara kokoh. Ibnu Battuta, pengembara
 elit lokal untuk memberi sejumlah   lain. Setelah sekitar tujuh puluh tahun   masalah keagamaan. Praktik inilah   yang mengunjungi Samudra Pasai



 344  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   345
   352   353   354   355   356   357   358   359   360   361   362