Page 359 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 359

sekitar 1345, menginformasikan bahwa   berjasa dalam memperkenalkan Islam   kerajaan Malaka, bahkan mengisahkan   penghulu dapat dilacak sejak awal
 penguasa kerajaan tersebut, Sultan   di Nusantara, ulama yang umumnya   kehadiran seorang ulama dari “negeri   berdirinya kerajaan Islam. Di Demak,
 Malik al-Zahir, sangat bergairah   berbasis di wilayah-wilayah pantai   di atas angin”, Maulana Sadar Jahan,   kerajaan Islam pertama di Jawa, Raden
 belajar Islam kepada ulama.  Hal   menjadi penentu dalam proses   yang mengajar Islam di kerajaan   Patah mengangkat Pangeran Bonang—
 6
 serupa juga berlangsung di kerajaan   Islamisasi, yang seiring dengan   Malaka.  Ada pula Sayid Abdul   salah seorang wali di Jawa—menjadi
                    13
 Malaka pada abad ke-14. Para ulama   perkembangan wilayahuntuk menjadi   Aziz yang mengajarkan praktik   penghulu kerajaan pada 1490. Pada
 dan kadi menempati posisi penting di   kerajaan Islam. 9  sembahyang pada penduduk Malaka.   gilirannya, dia digantikan oleh Makdum
 kerajaan, mengabdi kapada raja yang   Merasa pernah memimpikan ritual   Sampang (1506-1515) dan kemudian
 memang menjadi patron mereka. 7  Sumber sejarah lokal menghubungkan   tersebut, Raja Malaka memerintahkan   oleh Kiai Pembayun (1515-1521). Ketika
 proses Islamisasi dengan kedatangan   para pejabat istana, termasuk seluruh   Pangeran Sabrang Lor, raja Demak kedua
 Terletak di lokasi strategis dalam   ulama dari Mekah. Hikayat Raja-Raja   rakyatnya untuk memeluk Islam Sayid   berkuasa, dia mengangkat Rahmatullah
 “perdagangan jarak jauh” antara Lautan   Pasai, misalnya, menceritakan bahwa   Abdul Aziz sendiripun menjadi guru   untuk jabatan ini. Rahmatullah menjadi
 Hindia dan Cina Selatan, sejumlah   Islamisasi di Samudra Pasai dilakukan   penasehat raja. 14  penghulu sampai 1521, ketika Sunan
 wilayah di kepulauan Indonesia   seorang ulama Syaikh Ismail.  Dialah   Kudus menggantikannya. 16
 10
 tumbuh menjadi pusat perdagangan.   yang berhasil membawa Merah   Kisah ini menunjukkan bahwa sejak
 Para pedagang Muslim mancanegara,   Silu—nama penguasa Pasai sebelum   awal Islamisasi—dan menguat nantinya   Penghulu juga menjadi penasihat
 yang merupakan satu segmen penting   menjadi Muslim—memeluk Islam,   di abad ke-17, juga pada awal abad ke-  spiritual Islam bagi para penguasa
 dalam perdagangan jarak jauh tersebut,   yang kemudian beralih nama menjadi   18—para ulama telah menjadi bagian   dengan tugas utama membimbing
 menetap dan membentuk komunitas   Malik al-Saleh. Sejak itulah Samudra   dari elit kerajaan. Para ulama senantiasa   persoalan ritual Islam dan personal.
 dagang di Indonesia. Akibatnya, dari   Pasai berkembang tidak hanya menjadi   berada di samping raja untuk memberi   Karena itulah gelar penghulu Demak
 kota dagang itulah proses Islamisasi   pusat kekuatan politik Islam, tetapi juga   nasihat spiritual keagamaan dan   berhubungan erat dengan jabatan imam
 berlangsung, yang kemudian mencapai   sebagai basis dari proses Islamisasi. 11  legitimasi praktik politik penguasa di   masjid, menunjukkan hampir secara
 puncaknya pada abad ke-13 seiring   tengah rakyatnya. Dari sinilah, para   eksklusif pada praktik-praktik ritual
 transformasi kota-kota dagang menjadi   Proses yang hampir sama juga terjadi   ulama menempati jabatan penghulu,   Islam.  Kerajaan Demak menempatkan
                                                         17
 kerajaan-kerajaan Islam. Begitulah sejak   di Malaka. Iskandar Shah, raja Malaka   kadi (qādi), bahkan shaykh al-Islam.   ulama pada posisi sentral di kerajaan,
 awal Islam telah menjadi bagian penting   pertama, masuk Islam atas nasihat   Mereka menjadi kelompok sosial yang   termasuk di lembaga hukum. Mereka
 dari proses pembentukan kerajaan.   para ulama (mollah), yang sudah lama   termasuk sebagai elit kota (urban notables)   membantu sultan Demak menyelesaikan
 Berbekal pengetahuan tentang agama,   menetap di kota-dagang itu. Seperti   dengan sejumlah keistimewaan karena   beragam persoalan agama.
 para ulama memiliki peran berarti, di   halnya dengan Samudra Pasai, para   pengetahuan di bidang ilmu-ilmu
 samping elit ekonomi atau orang kaya. 8  ulama banyak berdatangan ke Malaka   keislaman. 15  Para ulama juga bertindak sebagai
 seiring dengan perkembangannya                     ahlulhalli walaqdi, suatu lembaga
 Begitulah secara umum, keberadaan   menjadi pusat perdagangan di   Jadi bisa dikatakan bahwa peran ulama   permusyawaratan kerajaan yang
 ulama tidak bisa dipisahkan dari   kawasan Nusantara.  Sejarah Melayu,   masa prakolonial dibangun melalui   memiliki hak untuk ikut memutuskan
 12
 proses sejarah Islam. Dianggap paling   teks klasik Melayu yang membahas   institusi hukum. Di Jawa, keberadaan   masalah agama Islam, kenegaraan



 346  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   347
   354   355   356   357   358   359   360   361   362   363   364