Page 363 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 363

Di kerajaan Banten, terdapat Pakih   kerajaan dari sekitar tahun 1662/63   masalah-masalah yang dibawa ke   memiliki otoritas keagamaan. Melalui
 Najmuddin yang secara kelembagaan   menegaskan keterlibatan politik kadi   depan pengadilan. Dalam sidang-sidang   lembaga kadi, hukum Islam (syariah)
 dan hubungan dengan kerajaan, lebih   tersebut. Kadi dilaporkan telah memberi   pengadilan yang tidak bisa diselesaikan   dirumuskan dan fatwa dikeluarkan.
 dekat dengan model kadi di Samudra   legitimasi Muhammad kecil untuk   oleh kadi, sultanlah yang mengambil   Dengan demikian, ulama memegang
 Pasai dan Aceh ketimbang dengan   menjadi pengganti Maulana Yusuf, raja   keputusan. Kenyataan ini mengandaikan   peran sentral dalam meregulasi dan
 penghulu di kerajaan Mataram. Di   ketiga Banten yang meninggal pada   kemungkinan adanya proses banding   menentukan kehidupan keagamaan
 samping sangat mandiri—hampir-  1580, melawan Pangeran Jepara, saudara   kepada sultan yang dilakukan oleh   umat Islam. Posisi kadi sering dianggap
 hampir bebas dari intervensi raja—  Maulana Yusuf. 27  pihak-pihak yang tidak puas dengan   sebagai indikator pengaruh Islam dalam
 lembaga hukum di Banten banyak   keputusan keputusan kadi. Kekuasaan   masyarakat Muslim. 32
 diduduki kaum ulama, bersama   Dengan posisinya yang demikian, maka   sultan untuk mengadili terutama
 jabatan-jabatan lain di kerajaan. Jabatan   peran Pakih Najmuddin dalam praktik   diarahkan terhadap perkara perselisihan   Kehadiran jabatan kadi dapat ditelusuri
 mahkamah agung, misalnya, yang   hukum Islam berlangsung efektif.   di antara pejabat istana. 30  ke periode ketika Islam muncul sebagai
 menangani fungsi pengadilan, dipegang   Dalam hal ini, kerajaan Banten dapat   sebuah kekuatan politik. Sejarah Melayu,
 oleh ulama. Hal ini sejalan dengan   disamakan dengan Kerajaan Aceh.   Memang hukum Islam bukan satu-  misalnya menyebut Kadi Yusuf—ayah
 catatan orang-orang Belanda yang   Pelaksanaan hukum Islam di kerajaan   satunya sistem hukum yang berlaku   dari Kadi Munawar Shah—sebagai
 pertama kali datang ke Banten pada   yang terletak di ujung bagian barat   di kerajaan Banten, seperti halnya di   salah seorang yang “mempengaruhi
 1596, yang menyebut pemegang jabatan   pulau Jawa ini berlangsung lebih ketat   kerajaan-kerajaan lain di Nusantara,   perpindahan penduduk Malaka ke
                                                                       33
 agama tertinggi sebagai ”opperste ceque”,   dibandingkan kerajaan-kerajaan lain di   praktik pengadilan di Banten adalah   dalam agama Islam”.  Disebutnya
 syaikh tertinggi, yang didatangkan dari   Nusantara. Bersama-sama dengan Aceh,   perpaduan dari hukum Islam (syariah),   kepala pengadilan (kadi) beberapa kali
                                       31
 Makkah. 26  kerajaan Banten merupakan bukti dari   adat lokal dan keputusan raja.  Namun,   dalam Sejarah Melayu menunjukkan
 meningkatnya Islam berorientasi syariah   dengan batas wewenang tersebut, kadi   nilai penting agama di dalam peradilan.
 Kedudukan Pakih Najmuddin jauh lebih   di Nusantara pada abad ke-17. Lembaga   di Banten tetap memiliki peran dominan   Sultan Mahmud Shah, raja Malaka,
 kuat dibandingkan dengan kedudukan   kadi didirikan antara lain untuk   dalam proses pengambilan hukum   digambarkan dalam Sejarah Melayu
 kadi di kerajaan-kerajaan di Jawa. Pakih   menjamin bahwa syariah diterapkan di   khususnya menyangkut hukum Islam.   belajar dari Kadi Munawar Shah tentang
 Najmuddin-lah yang menunjuk pejabat-  kerajaan.  Sebagai contoh, hukum Islam   Kadi kerajaan Banten juga memiliki kitab   ajaran Islam yang berkaitan dengan
 28
 pejabat agama di tingkat desa dan   yang melarang pemakaian candu dan   hukum Islam sendiri selain al-Qur’an   persoalan sosial. 34
 karena itu memberikan kepada mereka   tembakau mulai dijalankan. 29  dan Sunnah, yang menjadi sumber
 suatu legitimasi. Bahkan, kadi di Banten   hukum dalam memutuskan perkara di   Jejak sejarah keberadaan kadi bahkan
 pada akhir abad ke-16 dan awal abad   Terhadap kondisi di atas, perlu juga   pengadilan.  dapat dilacak hingga abad ke-15, ketika
 ke-17 memainkan peran kunci dalam   dicatat di sini adalah kuatnya dukungan   Kerajaan Malaka  masih berkuasa.
                                                                   35
 konstelasi politik di Banten. Sebagian   raja terhadap proses pengadilan   Lembaga kadi adalah nama lain dari   Praktik hukum di Kerajaan Malaka
 terkait dengan kondisi internal kerajaan,   berdasarkan ajaran Islam. Sultan Banten,   penghulu di Jawa. Seperti juga penghulu,   terefleksikan dalam Undang-Undang
 keterlibatan kadi dalam politik menjadi   Abdul Mafakhir (w. 1651), secara teratur   kadi mempunyai kedudukan penting   Malaka (Fang [ed.] 1976) dan Undang-
 tidak terelakkan. Sejarah Banten, kronik   meminta agar diberi informasi tentang   dalam sistem peradilan, mereka   Undang Laut Malaka (Winstedt dan de



 350  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   351
   358   359   360   361   362   363   364   365   366   367   368