Page 366 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 366

Islam lebih sebagai alternatif untuk adat   apa yang tercermin dalam undang-                        mengimplementasikan hukum Islam.       menyatakan bahwa syariah (hukum
            lokal ketimbang sebagai hukum yang      undang tersebut adalah sebuah upaya                         Kadi di Aceh mulai berdiri pada masa   Allah) menjadi salah satu sumber
            berlaku secara resmi di kerajaan. Sistem   untuk menerapkan wahyu Tuhan ke                          kekuasaan Iskandar Muda (1607-1636).   hukum, di samping hukum adat yang
            hukum ini memberi kebebasan untuk       dalam sistem sosial-politik yang berlaku                    Dia mendirikan lembaga kadi di istana   telah berlaku di kerajaan. 45
            mengadopsi hukum Islam, di samping      di kerajaan Malaka. Dalam kerangka                          sebagai bagian dari usaha perluasan
            hukum adat; para penguasa Malaka        ini, unsur-unsur pra-Islam tetap berlaku                    Islamisasi kerajaan.  Lembaga kadi     Penerapan syariah di kerajaan Aceh
                                                                                                                                 43
            bebas menerapkan hukum Islam atau       dalam. Sejarah Islam telah menunjukkan                      dirumuskan sebagai institusi yang      bisa diidentifikasi dari kasus-kasus
            adat sesuai dengan persoalan hukum      banyak contoh yang mengindikasikan                          bertanggung jawab untuk urusan-        hukum terkait masalah personal, seperti
            tertentu yang harus ditangani, dan      adanya kontribusi yang diberikan baik                       urusan agama, di samping sejumlah      yang berhubungan dengan hutang dan
            keadaan dalam mana persoalan hukum      oleh umat Muslim maupun non-Muslim                          lembaga hukum lain untuk kasus-kasus   riba, pernikahan dan cerai, dan waris.
            tersebut muncul. Hal ini sangat mungkin   yang berpartisipasi bagi terciptanya                      sipil, kriminal, dan ekonomi. 44       Dilarangnya riba, sebagai contoh, sejalan
            terkait dengan fakta bahwa wilayah      tradisi keagamaan di dalam domain                           Dengan adanya institusi kadi, berarti   dengan al-Quran yang menyatakan
            kekuasaan Malaka telah menyentuh        keIslaman (Islamdom). 41                                    Aceh di bawah pemerintahan Iskandar    sebagai salah satu dosa besar. Meski
            beragam masyarakat yang tersebar di                                                                 muda telah memiliki sistem dan         demikian, peminjaman uang, dengan
            banyak daerah di Melayu-Nusantara. 39   Dengan demikian, ketetapan hukum                                                                   bunga rata-rata tidak lebih dari 12% per
                                                    Islam di kerajaan Malaka tidak                              institusi hukum yang relatif mapan, dan   tahun dan tanpa jaminan, dibolehkan
            Para penguasa Malaka harus menguasai    harus dilihat sebagai satu-satunya                          konsekuensinya beberapa pemikiran      oleh kerajaan.  Pembolehan bunga ini,
                                                                                                                                                                   46
            masyarakat pra-Islam dengan budaya      hukum yang berlaku di kerajaan, tapi                        tentang hukum Islam juga mulai         yang dilarang al-Quran, mungkin sekali
            dan tradisi hukum mereka. Dengan        lebih tepat untuk menganggapnya                             terlembagakan. Didasarkan pada         karena alasan kepentingan ekonomi
            demikian, pengadopsian hukum Islam      “sebagai sekumpulan norma hukum”                            sumber-sumber lokal dan Eropa, Ito     kerajaan.
            sebagai tambahan atau alternatif        yang menjadi landasan etis bagi                             (1984: 167-88) memberi bukti tentang
            bagi hukum adat haus dilihat sebagai    perkembangan hukum. Hukum Islam                             praktik hukum di Aceh. Dia mencatat    Praktik hukum kerajaan yang
            strategi politik para penguasa Malaka.   yang terdapat dalam undang-undang                          bahwa sejumlah peraturan Islam         menunjukkan kedekatan dengan
            Hal ini dibutuhkan untuk membuat        tersebut berfungsi sebagai prinsip dan                      tertentu telah diterapkan. Dalam kaitan   regulasi Islam juga dapat dilihat dalam
            undang-undang berlaku efektif           ajaran moral yang dijadikan nilai dan                       dengan kriminal, kerajaan melarang—    kasus pernikahan dan perceraian.
            sebagai instrumen bagi peraturan yang   diterima masyarakat sebagai kerangka                        dan membuat hukuman—konsumsi           Praktik mahr (maskawin), talaq
            menyangkut tidak hanya umat Muslim      acuan hukum. 42                                             minuman beralkohol, hubungan           (perceraian oleh seorang suami terhadap
            tetapi juga masyarakat Melayu pribumi                                                               di luar nikah, pencurian, dan uang     istri), dan idda (periode menunggu
            yang masih non-Muslim. 40               Di kerajaan Aceh, lembaga kadi                              haram. Namun, hal ini dijalankan       yang ditetapkan sebelum menikah
                                                    semakin mapan pada abad ke-17. Kadi                         dengan cara-cara yang, menurut Ito     lagi), adalah umum di Aceh, dan dapat
            Pola pengadopsian hukum Islam dalam     ini memainkan peranan tidak hanya                           (1984: 173), “kejam dalam kadar yang   ditemukan dalam fatwa-fatwa hukum
            Undang-Undang Melaka tidak bisa         dalam memberi legitimasi dan nasihat                        jauh melampaui dari apa yang telah     di kerajaan.  Kedekatan dengan hukum
                                                                                                                                                                  47
            dipahami sebagai keengganan untuk       keagamaan kepada raja, sebagaimana                          ditetapkan hukum Islam”. Undang-       Islam juga bisa dilihat dalam kasus-
            menerapkan ajaran Islam. Sebaliknya,    dalam kasus Malaka, tetapi juga dalam                       undang Aceh, Adat Meukota Alam,        kasus yang terkait dengan waris. Orang



         354    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   355
   361   362   363   364   365   366   367   368   369   370   371