Page 367 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 367

Islam lebih sebagai alternatif untuk adat   apa yang tercermin dalam undang-  mengimplementasikan hukum Islam.   menyatakan bahwa syariah (hukum
 lokal ketimbang sebagai hukum yang   undang tersebut adalah sebuah upaya   Kadi di Aceh mulai berdiri pada masa   Allah) menjadi salah satu sumber
 berlaku secara resmi di kerajaan. Sistem   untuk menerapkan wahyu Tuhan ke   kekuasaan Iskandar Muda (1607-1636).   hukum, di samping hukum adat yang
 hukum ini memberi kebebasan untuk   dalam sistem sosial-politik yang berlaku   Dia mendirikan lembaga kadi di istana   telah berlaku di kerajaan. 45
 mengadopsi hukum Islam, di samping   di kerajaan Malaka. Dalam kerangka   sebagai bagian dari usaha perluasan
 hukum adat; para penguasa Malaka   ini, unsur-unsur pra-Islam tetap berlaku   Islamisasi kerajaan.  Lembaga kadi   Penerapan syariah di kerajaan Aceh
                              43
 bebas menerapkan hukum Islam atau   dalam. Sejarah Islam telah menunjukkan   dirumuskan sebagai institusi yang   bisa diidentifikasi dari kasus-kasus
 adat sesuai dengan persoalan hukum   banyak contoh yang mengindikasikan   bertanggung jawab untuk urusan-  hukum terkait masalah personal, seperti
 tertentu yang harus ditangani, dan   adanya kontribusi yang diberikan baik   urusan agama, di samping sejumlah   yang berhubungan dengan hutang dan
 keadaan dalam mana persoalan hukum   oleh umat Muslim maupun non-Muslim   lembaga hukum lain untuk kasus-kasus   riba, pernikahan dan cerai, dan waris.
 tersebut muncul. Hal ini sangat mungkin   yang berpartisipasi bagi terciptanya   sipil, kriminal, dan ekonomi. 44  Dilarangnya riba, sebagai contoh, sejalan
 terkait dengan fakta bahwa wilayah   tradisi keagamaan di dalam domain   Dengan adanya institusi kadi, berarti   dengan al-Quran yang menyatakan
 kekuasaan Malaka telah menyentuh   keIslaman (Islamdom). 41  Aceh di bawah pemerintahan Iskandar   sebagai salah satu dosa besar. Meski
 beragam masyarakat yang tersebar di   muda telah memiliki sistem dan   demikian, peminjaman uang, dengan
 banyak daerah di Melayu-Nusantara. 39  Dengan demikian, ketetapan hukum   bunga rata-rata tidak lebih dari 12% per
 Islam di kerajaan Malaka tidak   institusi hukum yang relatif mapan, dan   tahun dan tanpa jaminan, dibolehkan
 Para penguasa Malaka harus menguasai   harus dilihat sebagai satu-satunya   konsekuensinya beberapa pemikiran   oleh kerajaan.  Pembolehan bunga ini,
                                                                46
 masyarakat pra-Islam dengan budaya   hukum yang berlaku di kerajaan, tapi   tentang hukum Islam juga mulai   yang dilarang al-Quran, mungkin sekali
 dan tradisi hukum mereka. Dengan   lebih tepat untuk menganggapnya   terlembagakan. Didasarkan pada   karena alasan kepentingan ekonomi
 demikian, pengadopsian hukum Islam   “sebagai sekumpulan norma hukum”   sumber-sumber lokal dan Eropa, Ito   kerajaan.
 sebagai tambahan atau alternatif   yang menjadi landasan etis bagi   (1984: 167-88) memberi bukti tentang
 bagi hukum adat haus dilihat sebagai   perkembangan hukum. Hukum Islam   praktik hukum di Aceh. Dia mencatat   Praktik hukum kerajaan yang
 strategi politik para penguasa Malaka.   yang terdapat dalam undang-undang   bahwa sejumlah peraturan Islam   menunjukkan kedekatan dengan
 Hal ini dibutuhkan untuk membuat   tersebut berfungsi sebagai prinsip dan   tertentu telah diterapkan. Dalam kaitan   regulasi Islam juga dapat dilihat dalam
 undang-undang berlaku efektif   ajaran moral yang dijadikan nilai dan   dengan kriminal, kerajaan melarang—  kasus pernikahan dan perceraian.
 sebagai instrumen bagi peraturan yang   diterima masyarakat sebagai kerangka   dan membuat hukuman—konsumsi   Praktik mahr (maskawin), talaq
 menyangkut tidak hanya umat Muslim   acuan hukum. 42  minuman beralkohol, hubungan   (perceraian oleh seorang suami terhadap
 tetapi juga masyarakat Melayu pribumi   di luar nikah, pencurian, dan uang   istri), dan idda (periode menunggu
 yang masih non-Muslim. 40  Di kerajaan Aceh, lembaga kadi   haram. Namun, hal ini dijalankan   yang ditetapkan sebelum menikah
 semakin mapan pada abad ke-17. Kadi   dengan cara-cara yang, menurut Ito   lagi), adalah umum di Aceh, dan dapat
 Pola pengadopsian hukum Islam dalam   ini memainkan peranan tidak hanya   (1984: 173), “kejam dalam kadar yang   ditemukan dalam fatwa-fatwa hukum
 Undang-Undang Melaka tidak bisa   dalam memberi legitimasi dan nasihat   jauh melampaui dari apa yang telah   di kerajaan.  Kedekatan dengan hukum
                                                              47
 dipahami sebagai keengganan untuk   keagamaan kepada raja, sebagaimana   ditetapkan hukum Islam”. Undang-  Islam juga bisa dilihat dalam kasus-
 menerapkan ajaran Islam. Sebaliknya,   dalam kasus Malaka, tetapi juga dalam   undang Aceh, Adat Meukota Alam,   kasus yang terkait dengan waris. Orang



 354  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   355
   362   363   364   365   366   367   368   369   370   371   372