Page 365 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 365

Jong [ed.] 1956: 22-59). Kedua teks ini   suami tersebut, dengan mana yang   Sejalan bangunan politik Kerajaan   menyediakan sumber bagi perumusan
 adalah sumber utama untuk mengetahui   terakhir terlibat dalam sebuah perkelahian   Malaka, implementasi hukum Islam dan   hukum dalam undang-undang. Hukum
 tentang cara kerajaan Malaka membuat   dengan pemilik halaman: jika dia   pemberlakuan tradisi pra-Islam harus   Islam digambarkan telah memperluas—
 regulasi di bidang sosial-politik dan   (pemilik halaman) melawan dia dan   dipandang sebagai keharusan secara   atau lebih tepatnya memberi inovasi—
 ekonomi. Kalau teks pertama mencakup   yang mengejar terbunuh, yang terakhir   sosiologis-historis. Jadi, baik ajaran Islam   hukum adat, dengan menyebutkan
 hampir setiap aspek kehidupan kerajaan,   dipastikan meninggal dan tidak akan ada   maupun tradisi lokal sangat penting dan   “namun menurut hukum Tuhan”.
 seperti tanggungjawab dan tugas-tugas   pengadilan. Ini merupakan kebiasaan dari   harus diadopsi sebagai hal yang bernilai.   Dalam semua hal, teks Undang-Undang
 raja dan para pegawainya, regulasi   negeri. Tetapi menurut hukum Tuhan, dia   Di Kerajaan Malaka, penguasa harus   Malaka mencatat ketentuan hukum
 tingkah laku rakyat kerajaan, hukuman   yang membunuh harusnya juga dibunuh.   menghadapi dua kelompok masyarakat:   adat yang sudah berlaku di kerajaan,
 bagi tindakan kriminal, yurisdiksi   Ini sesuai dengan apa yang dinyatakan   Muslim dan non-Muslim, masyarakat   dan kemudian menambahkan beberapa
 persoalan rumah tangga, dan regulasi   dalam Qur’an dan terdapat dalam ajaran:   yang masih sangat erat dengan   poin yang berasal dari hukum Islam
 yang berkenaan dengan hak milik,   Tuhan menyuruh kita menegakkan yang   kebudayaan dan politik pra-Malaka. Dari   dalam al-Qur’an. Sebagai contoh, adalah
 maka fungsi teks kedua terkait dengan   baik dan melarang untuk melakukan yang   perspektif ini, sifat putusan hukum dari   keputusan hukum yang berhubungan
 peraturan bahari bagi Kerajaan Malaka,   buruk (amr bi al-maʻruf wa nahy ʻan   aturan Malaka dibentuk melalui dan   dengan pembunuhan seorang budak
 seperti tugas-tugas nahkoda kapal,   al-munkar). 36  berhubungan dengan kondisi historis   dalam undang-undang tersebut.
 transaksi komersial para penguasa, dan   selama periode tersebut.
 persoalan lain yang berkenaan dengan   Bila diperhatikan secara seksama,   Jika seorang budak mencuri dan
 yurisdiksi nahkoda kapal laut.  ketentuan hukum dalam kutipan di atas   Dalam kaitan ini, juga penting   ditangkap lalu kemudian dibunuh,
 tampaklah bahwa ketentuan tersebut   dicatat bahwa dalam Undang-Undang   denda bagi separuh harga si budak akan
 Seberapa jauhkah Islam menjadi bagian   disusun atas dasar hukum Islam dari   Malaka, hukum Islam diadopsi pada   dibayar oleh si pembunuh: setengah
 dari praktik hukum yang berlangsung di   al-Qur’an dan adat lokal. Khususnya   sebagian besar kasus-kasus di mana   dari jumlah tersebut diserahkan kepada
 kerajaan Malaka? Undang-Undang Melaka,   dalam paragraf kedua, ketentuan hukum   adat telah menyediakan penyelesaian   menteri kerajaan dan setengah yang lain
 Bab 5: bagian 1 dan 3 merumuskan   tersebut mengacu pada al-Qur’an sebagai   hukum. Misalnya adalah peraturan   diserahkan kepada pemilik budak (tuan),
 permasalahan tentang pembunuhan:  yang berkenaan dengan hukuman   karena (pembunuh tersebut) tetap lalai
 pengganti kebiasaan lokal di Kerajaan
 Bahkan jika seorang rakyat membunuh   Malaka. Jadi, tradisi pra-Islam dalam   bagi pembunuh seorang budak,   dan tidak berhasil untuk memberitahu
            penyalahgunaan dan menampar orang
 tanpa kesalahan (dalam bagian ini,   hukum yang berlaku, yang secara umum   lain, mencuri atau mengotori rumah   menteri. Tetapi menurut hukum Tuhan,
 misalnya jika dia dihasut), dia diserahkan   diketahui sebagai hukum adat, masih   orang lain, mencuri kerbau, sapi, lembu,   dia yang mencuri tidak harus dibunuh
 untuk dihukum oleh Hukum Tuhan   memiliki peran penting dalam mengatur   atau kambing, dan peraturan mengenai   tetapi sebagai gantinya tangannya harus
 (Law of God). Inilah yang dipahami   kehidupan masyarakat. Oleh karena   tuduhan bagi hubungan seksual   dipotong. 38
 sebagai adil. Mengenai pembunuhan   itu, aspek budaya dan politik di balik   terlarang. 37  Jika kita melihat secara teliti cara teks
 terhadap seorang pasangan hidup: jika   ketentuan hukum di atas, dan isi naskah   Undang-Undang Melaka memasukkan
 seseorang (kekasih) berjalan kearah   undang-undang secara umum, perlu   Peraturan ini menunjukkan bahwa baik   hukum Islam, tampak bahwa undang-
 halaman seseorang dan dikejar oleh   diperhatikan.  hukum Islam maupun adat sama-sama   undang tersebut mengadopsi hukum



 352  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   353
   360   361   362   363   364   365   366   367   368   369   370