Page 551 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 551
setengah hati, untuk mengadopsi konsep (Endnotes) 9 Lihat Sejarah Melayu or Malay Annals,
politik Islam. Sikap mendua kerajaan 1 Anthony H. Johns, “Sufism in annot. And trans. by C.C. Brown
ini terlihat dari masih bertahannya Southeast Asia: Reflections and (Kuala Lumpur: Oxford University
kepercayaan tradisional Jawa. Meskipun Reconsiderations,” JSEAS 26, 1 Press, 1970), hlm. 90-96, 145-149; H.
dalam konsep politik Islam penguasa (1995), hlm. 172. Overbeck, “The Answer of Pasai,”
(sultan) merupakan wakil Allah di muka 2 William R. Roff, “Islam Obscured? JMBRAS 11, 2 (1933), hlm. 254-260;
bumi, akan tetapi ia masih dipercayai Some Reflections on Studies of Islam R. Roolvink, “The Answer of Pasai,”
sebagai replika dari kosmologi Jawa. and Society in Southeast Asia,” JMBRAS 38, 2 (1965), hlm. 129-139;
Dari perspektif ini penguasa dipercayai Archipel 29 (1985), hlm. 7. Abu Hassan Sham, “Perhubungan
sebagai warana (penghubung) antara Melaka dengan Pasai di Abd ke-
mikrokosmos (dunia manusia) dan 3 Johns, “Sufism in Southeast Asia,” 15 dan 16,” Jurnal Sejarah Melaka 6
makrokosmos (dunia supra-manusia). hlm. 172. (1981), hlm. 5-14.
Inilah bentuk kekuasaan politik sakral 4 Ira M. Lapidus, A History of Muslim
yang membuat penguasa dianggap Societies (Cambridge: Cambridge 10 Nur al-Din Al-Raniri, Bustanu’s-
sebagai ratu pandita (raja pendeta). University Press, 1989), hlm. 467. salatin, Bab 2, Fasal 13, ed. by T.
Demikian juga, kepercayaan Jawa pra- 5 Roff, “Islam Obscured?,” hlm. 8. Iskandar (Kuala Lumpur: Dewan
Islam penguasa (ratu) Pantai Selatan 6 Roff, “Islam Obscured?”, hlm. 8. Lihat Bahasa dan Pustaka, Kementerian
masih dipegang sebagai pemberi otoritas juga M.B. Hooker, “Introduction: The Pelajaran Malaysia, 1966), hlm. 32-33.
penguasa Mataram, di samping unsur Translation of Islam into South East 11 Bustan, hlm. 33-34.
Islam, yang diwakili oleh ulama, yaitu Asia,” dalam M.B. Hooker, ed., Islam in 12 Taufik Abdullah, “The Formation
Sunan Kalijaga. Namun, kehadiran karya South-East Asia (Leiden: E.J. Brill, 1983), of a Political Tradition in the Malay
monumental Taj al-Salathin, sebuah karya hlm. 1-22. World,” in Anthony Reid, ed., The
jenis “Cermin Raja-Raja” versi Asia Making of an Islamic Political Discourse
Tenggara, memperlihatkan intensifikasi 7 Johns, “Sufism in Southeast Asia,” in Southeast Asia (Clayton, Victoria:
Islamisasi budaya politik di kawasan ini, hlm. 170. Centre of Southeast Asia Studies,
yang telah memberikan pengaruhnya 8 Ibn Battutah, Rihlah, Arabic Text Monash University, 1993), hlm.
terhadap budaya politik di kawasan ini with Translation by C. Defremey 13 Harun Nasution, Islam Ditinjau dari
pada periode berikutnya. and B.R. Sanguinetti, vol. 4 (Paris:
L’Impriemerie Nationale, 1894), Berbagai Aspek, Jilid II (Jakarta: UI-
hlm. 224-240. Lihat juga Rihlat Ibn Press, 2002), hlm. 68.
Battutah, ed. by ‘Abd al-Hali al-Tazi, 14 M.C. Ricklefs, A History of Modern
vol. 4 (Rabat: Akadimiyyah al- Indonesia Since C. 1300, second
Mamlakah al-Maghribiyyah, 1997), edition (Stanford, CA.: Stanford
hlm. 113-117. University Press, 1993), hlm. 9-10.
538 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 539

