Page 548 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 548
Diskusi singkat di atas telah “validitas ide-ide yang dikandung teks antara ajaran yang diadopsi dari dunia India dalam melihat hakikat wujud
memperlihatkan peran penting kitab ini hanya dapat diverifikasi dengan luar dan kepercayaan lokal. Pemikiran Tuhan dan hubugannya dengan alam.
Taj al-Salathin dalam kajian sejarah umat merujuk kepada berbagai historiografi tasawuf falsafi Syaikh Siti Jenar secara Mendamaikan syari‘at dengan tasawuf
Islam di Nusantara. Beberapa contoh tradisional—yang berbeda dengan Taj substansial merupakan ajaran wahdat merupakan karakter yang kuat dari
yang diangkat dari sejarah kerajaan Aceh al-Salathin—harus berbicara mengenai al-wujud yang dikembangkan oleh gerakan pemikiran neo-sufisme.
abad ke-17 memperlihatkan keterkaitan berbagai pengalaman historis dan Ibn ‘Arabi, akan tetapi unsur-unsur Transformasi ajaran ini ke Nusantara
yang erat dengan pemikiran dan ajaran ingatan-ingatan kolektif dari komunitas- kepercayaan Jawa (kejawen) juga dilakukan baik melalui jaringan
yang diberikan oleh teks ini. Karena komunitas politik tertentu.” Dalam mengambil peran. Hamzah Fansuri intelektual para ulama dari Timur
295
naturnya yang berbentuk sastra dan konteks ini, ide-ide yang dikandung juga membawa ajaran mistiko-filosofis Tengah, maupun melalui karya-karya
ideal, karya ini tentu tidak ditujukan dalam teks ini sesungguhnya Ibn ‘Arabi ke Nusantara (tepatnya mereka.
sebagai sebuah sajian berbagai peristiwa merefleksikan trend intelektual dan Aceh). Syams al-Din al-Sumatrani juga
masa lalu dalam bentuk apa pun. arus-utama keagamaan pada saat itu; mengimpor ajaran wahdat al-wujud Pada ranah politik, proses transformasi
Sebagai sebuah karya jenis “Cermin dan karena naturnya yang universal, ia ke Aceh, dengan mengadopsi konsep terlihat lebih mulus dan damai. Upaya
Raja-Raja”, ia dimaksud sebagai nasihat juga masih relevan dan melampaui batas martabat tujuh yang dikembangkan oleh menerjemahkan konsep politik Islam
dan petuah bagi para penguasa -- dan tempat dan waktu. Muhammad b. Fadhlillah al-Burhanpuri yang berasal dari Timur Tengah
siapa saja yang terlibat – dalam urusan dari India. terjadi secara bertahap dan variatif,
kenegaraan. Namun, karya ini masih tergantung pada budaya politik lokal
dapat memainkan peran penting dalam Kata Akhir Pola yang serupa juga ditemukan dalam yang telah ada sebelumnya. Melaka
merekonsruksi sejara umat Islam di Paparan di atas telah memperlihatkan trasnformasi pemikiran pembaruan memperlihatkan bagaimana konsep
Nusantara, termasuk Aceh. tasawuf (neo-sufisme) ke Nusantara, politik Islam diadopsi dengan masih
dinamika pemikiran Islam Nusantara. yang semuanya mengacu pada ajaran mempertahankan kepercayaan dan
Tidak diragukan lagi bahwa Taj al- Sejarah intelektual Islam abad ke-17 ortodoksi ahl-sunnah wa al-jama‘ah. budaya politik Melayu klasik. Penguasa
Salathin merefleksikan trend intelektual, mempertontonkan diskursus dalam Baik al-Raniri, al-Singkili, maupun Islam (sultan) dipercayai memiliki
sosial, politik, dan agama pada bidang tasawuf falsafi, ilmu kalam al-Maqassari, semuanya mengajarkan dimensi keislaman sebagai “wakil
masanya. Dalam konteks ini ia mampu (teologi), neo-sufisme (sebagai bentuk keesaan Tuhan yang mutlak dan haqiqi, Allah” di muka bumi (khalifat Allah)
menyajikan kepada sejarawan konsep pembaruan terhadap tasawuf) dan dan menekankan transendensi Tuhan dan/atau “bayangan Allah” di muka
yang melatarbelakangi berbagai perilaku politik. Masing-masing muncul dan atas alam. Ajaran panteisme Ibn ‘Arabi bumi (zhill Allah). Namun, konsep
dan praktik di masa lalu. Sebagian berkembang melaui proses adopsi dan ditolak, meskipun beberapa elemen tradisional Melayu pra-Islam, yaitu
konsep yang ia tawarkan sesungguhnya adaptasi terhadap ajaran dan trend dari konsep wahdat al-wujud diterima, daulat dan derhaka, masih dipertahankan.
juga dapat ditemukan dalam berbagai pemikiran yang datang. Karakteristik seperti pancaran (emanasi) dan tajalli. Tidak demkian halnya dengan kerajan
historiografi tradisional, karya-karya mistis masyarakat Nusantara Namun, al-Maqassari lebih cenderung Pasai dan Aceh, yang lebih berhasil
para ulama, dan bahkan dalam beberapa memberikan pengaruh besar terhadap mengadopsi ajaran wahdat al-syuhud memasukkan konsep Politik Islam ke
sumber Eropa. Dalam hal imi, Abdullah masuk dan berkembangnya ajaran yang dikembangkan oleh Syekh Ahmad dalam budaya politik mereka. Kerajaan
dengan akurat menegaskan bahwa tasawuf dengan warna campuran Sirhindi dan Syah Waliyullah dari Mataram terlihat masih enggan, atau
536 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 537

