Page 544 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 544

menegaskan bahwa jenis karya “Cermin    dapat memberikan jawaban yang                               untuk prosesi kerajaan menuju ke mesjid   menjadi penguasa tertinggi kerajaan
            Raja-Raja” ini memainkan peran yang     pasti, dapat dikatakan di sini bahwa                        di hari Jum‘at, ia dilakukan hanya oleh   (ratu) dalam situasi tertentu. Taj al-
            sangat signifikan “di saat negara sedang   krisis politik yang terjadi di kerajaan                  penguasa laki-laki, bukan perempuan.   Salathin menegaskan sebagai berikut:
            menghadapi krisis…pergantian dinasti,   Aceh ketika itu menjadi salah satu                          Memang, prosesi resmi kerajaan ini
            ancaman yang datang dari luar atau      pendorong lahirnya Taj al-Salathin ini.                     dilaksanakan bukan di Aceh saja; ia    Maka nyatalah perempuan itu tiada
            disintegrasi di dalam.”  Hikmah dan     Pandangan ini bisa saja keliru, dan                         juga telah mentradisi di hampir semua   dapat dijadikan raja melainkan pada
                                 285
            petuah yang diberikan berbentuk         dituduh terlalu menyederhanakan                             kerajaan Islam di Nusantara, termasuk   ketika kesukaran soal, jika dalam suatu
            ideal dan, oleh karenanya, ia bersifat   masaalah. Namun, model khas dari                           Pasai, Melaka, dan Mataram. Namun,     negeri mati rajanya, dan tiada seseorang
            “universal”, melampaui batas-batas      jenis karya ini sesungguhnya telah                          kelihatannya hal ini dilakukan lebih   laki-laki daripada anak cucunya, dan
            waktu dan tempat. Karya jenis ini, yang   diperlihatkan oleh kitab Taj al-Salathin,                 serius dan lebih besar lagi di Aceh    kaum keluarganya, melainkan perempuan
            merupakan warisan budaya Arab-          yaitu pertanyaan yang hipotetikal,                          di mana aturan-aturan dan langkah-     juga, maka dapatlah dijadikan raja
            Islam dengan warna Persia yang kental,   yang tidak terdapat pada karya-karya                       langkah yang detail dari tradisi ini   perempuan itu, sebab kesukaan segala
            banyak ditemukan di dunia Islam, di     lain jenis ini. Selanjutnya, pandangan                      ditulis dalam panduan resmi (manual)   hamba Allah jangan jadi fitnah negeri
            antaranya adalah Qabus Namah karya      ini juga diperkuat oleh realitas sejarah                    kerajaan, yang dikenal dengan Adat     Soal: Apa bedanya raja laki-laki dan raja
            Kayka’us (tahun 375 H/1092 M), yang     bahwa kerajaan Aceh setelah munculnya                       Aceh.  Secara singkat dapat disebutkan   perempuan dalam takhta kerajaan?
                                                                                                                    287
            ditulis dalam bahasa Persia, dan Siyasat   karya ini cenderung mengikuti petuah                     di sini bahwa tradisi melakukan berbagai   Jawab: Perbedaan raja laki-laki dan raja
            Namah, karya Nizam al-Muluk (wafat      dan ajaran yang diberikan. Berikut                          prosesi dan perayaan kerajaan yang     perempuan itu maka laki-laki harus
            485 H/1092 M), yang juga dalam bahasa   dipaparkan secara singkat beberapa hal                      terkait dengan agama Islam dianjurkan   duduk dihadap orang banyak, dan
            Persia. Sementara jenis karya ini yang   yang menunjukkan relevansi kitab ini                       dalam kitab Taj al-Salathin, dibahas seara   raja perempuan haram dengan nyata
            ditulis dalam bahasa Arab, di antaranya,   dengan realitas sejarah Aceh.                            detail di dalam manual kerajaan, yaitu   rupanya dilihat orang yang menghadap
            adalah Kitab Nasihat al-Muluk karya Abu                                                             Adat Aceh, dan dipraktikkan dalam      melainkan di dalam tirai dari karena
            Hamid Muhammad al-Ghazali (wafat        Di antara poin yang secara eksplisit                        sejarah.                               fardhu atas itu menutup segala tubuhnya
            505 H/1111 M). Banyak lagi ditemukan    disebutkan dalam Taj al-Salathin adalah                                                            melainkan mukanya dan kedua telapak
            karya-karya jenis ini yang ditulis dalam   anjuran bahwa pada setiap hari besar                     Taj al-Salathin juga berbica mengenai   tangannya, itu pun dalam rumahnya
            berbagai bahasa dunia Islam lainnya,    Islam, terutama Hari Raya dan hari                          kemungkinan perempuan sebagai kepala   dan pada ketika sembahyang jua dapat
            termasuk Urdu dari anak benua India,    Jum‘at, seorang penguasa laki-laki                          negara. Pemerintahan ratu merupakan    membuka mukanya dan tangannya, itu
            dan Turki. Kitab Taj al-Salathin yang kita   diharuskan untuk melakukan prosesi                     salah satu isu yang diangkat. Dengan
                                                                                   286
            bahas di sini merupakan sebuah karya    kebesaran kerajaan menuju mesjid.                           mengutip pandangan Imam al-Ghazali     pun hingga pergelangan tangan jua.
            jenis “Cermin Raja-Raja” versi Melayu   Praktik ini dilaksanakan oleh kerajaan                      dalam karyanya Nashihat al-Muluk, Taj al-  Adapun suaranya raja perempuan harus
            (Nusantara), yang juga memperlihatkan   ini, di mana di setiap hari besar Islam                     Salathin memberikan sepuluh kualifikasi   didengar orang supaya dikenal rakyatnya
                                                                                                                                                       ada rajanya atau tiada, maka perempuan
            pengaruh Arab (Islam) dan Persia.       dan hari Jum‘at sultan melakukan                            seseorang untuk menjadi penguasa,
                                                    prosesi kerajaan besar-besaran yang                         yang salahsatunya adalah jenis kelamin   yang bukan raja itu haram didengar
            Apa yang ingin ditekankan di sini       dilengkapi dengan segala perangkat                          “lelaki”, bukan perempuan. Namun, teks   orang yang helat akan suaranya. Maka
            adalah bahwa, meskipun kita tidak       dan simbol kebesaran kerajaan. Khusus                       ini membolehkan perempuan untuk        raja laki-laki pada hari Jum‘at keluar ke



         532    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   533
   539   540   541   542   543   544   545   546   547   548   549