Page 542 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 542

tahun 1579. Kondisi ini dimanfaatkan    Sri ‘Alam juga digambarkan sebagai                          Sultan ‘Ala’ al-Din, selama tujuh tahun   utama penguasa Aceh berikutnya,
            oleh kelompok elit politik dan ekonomi,   seorang pemimpin yang taat beribadat                      (1579-1586).  Bustan memberikan        ‘Ali Mughayat Syah al-Mukammil
                                                                                                                          280
            yang dikenal dengan Orang Kaya,         dan dermawan.  Namun, Bustan di                             deskripsi yang positif mengenai Sultan   (berkuasa, 1589-1604), menghancurkan
                                                                  277
            yang dengan pengaruh mereka             pihak lain memberikan deskripsi yang                        ini. Ia dikatakan seorang penguasa     kekuasan kelompok elit ini. Salah satu
            berhasil menaikkan anak Husayn          berbeda mengenai figur ini. Ia dikatakan                    yang taat, pemimpin yang adil, dan     kebijakan politik pemerintahannya
            menjadi penggantinya, meskipun          memiliki sifat yang temperamental, tidak                    seorang pembela Islam yang teguh       adalah “sentralisasi”, sehingga dengan
            ia hanya seorang bayi, yang masih       bijak, dan memiliki kepemimpinan yang                       dan cinta serta menaruh hormat yang    demikian kontrol kerajaan, dalam
            berusia empat bulan. Namun, setelah     lemah. 278                                                  tinggi terhadap para ulama. Ia juga    segala hal, berada sepenuhnya di bawah
            sekitar tujuh bulan di singgasana ia                                                                dengan tegas meminta rakyat untuk      kendali sultan. Pertanyaan yang relevan
            akhirnya meninggal. Ia digantikan       Terlepas dari apa yang menjadi alasan                       melaksanakan ajaran Islam dengan       dapat diangkat di sini, yaitu adakah
            oleh pamannya, Abangta Abdul Jalil,     yang sesungguhnya dari pembunuhan                           baik. Pemerintahan ‘Ala’ al-Din juga   hubungan antara krisis politik di Aceh
            yang merupakan penguasa Pariaman        ini, kenyataan menunjukkan bahwa                            ditandai dengan berkembangnya          ketika itu dengan penulisan kitab
            (bagian Barat Sumatra) dengan           peristiwa ini sangat terkait dengan                         secara pesat diskursus keislaman dan   Taj al-Salathin? Kita tidak pada posisi
            gelar Sultan Sri ‘Alam. Hanya dua       pemegang kekuasaan yang sebenarnya                          juga kedatangan para ulama dari luar,   mengkaji topik ini secara mendalam
            bulan duduk di singgasana, ia pun       di kerajaan saat itu, yaitu kelompok                        terutama dari kawasan Arab (Timur      dalam tulisan yang singkat ini. Namun,
            dibunuh.  Kita mengalami kesulitan      pembesar, yang dikenal dengan Orang                         Tengah), untuk tujuan mengajar. Namun,   beberapa poin singkat mengenai hal ini
                     276
            untuk memastikan alasan pasti di        Kaya. Mereka ini jugalah yang akhirnya                      pemerintahan Sultan yang populer ini   dapat disinggung di sini.
            balik tragedi pembunuhan terhadap       memilih Zayn al-‘Abidin, anak lelaki                        juga berakhir dengan kekerasan. Tanpa
            Sultan ini. Namun, beberapa sumber      dari ‘Abd Allah (yang terbunuh dalam                        diketahui alasan yang jelas, ia terbunuh   Munculnya jenis karya “Cermin Raja-
            tradisional memberikan informasi yang   penyerangan pasukan Aceh terhadap                           pada tahun 1586.  Seorang pengganti    Raja” (Mirrors for Princes) di dunia Islam
                                                                                                                               281
            sedikit banyak dapat membantu kita      Portugis di Melaka pada tahun 1568)                         akhirnya ditunjuk oleh para petinggi   dimaksud sebagai paparan “sistematis
            menjelaskan peristiwa ini.              sebagai sultan. Akan tetapi, kondisi                        kerajaan, yaitu Sultan ‘Ala’ al-Din Ri‘ayat   mengenai persoalan kepemerintahan,
                                                                                                                                                                         283
                                                    pemerintahan pada masanya juga                              Syah dari Inderapura (Sumatra Barat).   negara, dan rakyat.”  Oleh karena
            Hikayat Aceh menyatakan bahwa           tidak lebih baik, dan bahkan ia juga                        Sultan ini berkuasa selama tiga tahun   itu, karya-karya jenis ini dimaksud
            para petinggi kerajaan ketika itu dan   menghadapi nasib tragis karena                              (1586-1589). 282                       untuk memperbaiki seorang penguasa
            para ulama mengambil kebijakan          terbunuh hanya beberapa bulan                                                                      atau sebagai wujud protes terhadap
            untuk menurunkan Sri ‘Alam dari         setelah duduk di singgasana sebagai                         Berakhirnya lima pemeritahan sultan    kekacauan yang terjadi dalam
            singgasana. Alasan yang diberikan       orang nomor satu di kerajaan. Sumber-                       secara tidak wajar memberikan          masyarakat dan kegagalan seorang
            adalah kebijakan negatif dari penguasa   sumber setempat mengkaitkan tragedi                        indikasi bahwa kerajaan Aceh selama    penguasa dalam mewujudkan sebuah
            ini yang cenderung memihak kepada       ini dengan moralnya yang buruk dan                          satu dekade tersebut (1579-1589)       tujuan yang ideal. Melalui karya jenis
            para penguasa lokal wilayah Barat       tabiatnya yang kejam. 279                                   mengalami krisis politik yang serius.   ini diharapkan terwujud perbaikan
            dan kebiasaannya menghamburkan                                                                      Kekuasaan Orang Kaya, sebagai          terhadap segala kerusakan politik
            uang kerajaan untuk kepentingan         Selanjutnya, kerajaan dipimpin oleh                         pengendali kerajaan, memainkan peran   yang ada.  Pemikiran yang sama juga
                                                                                                                                                                284
            para penguasa tersebut; meskipun        seorang penguasa asal Perak, yaitu                          penting. Inilah yang menjadi alasan    diberikan oleh Robert Dan Korff yang



         530    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   531
   537   538   539   540   541   542   543   544   545   546   547