Page 537 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 537

kekuasaan Mataram juga didukung   Nyai Lara Kidul sebagai isteri, dan ia   Konsep ini, akhirnya, membawa kepada   bahwa “walaupun terdapat ikatan yang
 oleh kepercayaan lokal masyarakat Jawa   sering mengunjunginya di istananya di   kepercayaan bahwa raja merupakan   mempersatukan, namun baik hamba
 pra-Islam. Dukungan Ratu Laut Selatan,   bawah laut.  Bahkan, dikatakan bahwa   “penjaga” negara (kerajaan) dan   maupun tuan tidak diperkenankan
 255
 yang dikenal dengan Nyai Lara Kidul,   tradisi pemujaan Nyai Lara Kidul ini   memiliki kekuasaan absolut. Ia berada   melanggar garis permisah yang resmi
 juga dibutuhkan agar Mataram dapat   di Mataram mulai dikembangkan pada   jauh dari sentuhan manusia biasa. Ini   dari hierarki sosial ini…” 264
 berkuasa. Senapati dikatakan telah   masa pemerintahan Sultan Agung.    tidak berarti bahwa seorang raja tidak
 256
 bertemu dengan ratu bawah laut ini   Oleh karena itu, tidak keliru untuk   dapat mendelgasikan kekuasaannya   Model pemikiran politik yang berbasis
 yang memberikan ramalan bahwa anak   ditegaskan di sini bahwa pemujaan   kepada para petinggi kerajaan. Ia   Islam yang kuat dapat digali dari sebuah
 keturunannya akan menjadi penguasa   Lara Kidul ini memperlihatkan “sikap   sendirilah yang bertangungjawab   karya yang berjudul Taj al-Salathin
 di Jawa. Senapati akhirnya jatuh cinta   mendua dinasti Mataram terhadap Islam   dalam mewujudkan tatanan sosial   (Mahkota Raja-Raja). Ia merupakan
 pada Nyai Lara Kidul dan akhirnya   dan kepercayaan tradisional masyarakat   yang aman dan berkeadilan.  Para   satu-satunya jenis karya “Cermin Raja-
                                      261
 menikahinya. Kemudian, Senapati   Jawa,”  dan menunjukkan bahwa   pembesar kerajaan, yang dipimpin   Raja” (Mirrors for Princes) di nusantara.
 257
 mengikuti Lara Kidul ke istananya di   kerajaan Jawa pedalaman ini berusaha   oleh patih (perdana menteri),   Karya ini ditulis di Aceh pada tahun
                                                                              265
 bawah laut, di mana ia memberikan   mempertahankan keseimbangan antara   memainkan peran yang penting dalam   1603 oleh Bukhari al-Jauhari.  Paling
 pengarahan kepada Senapati ilmu   sistem kepercayaan masyarakat Jawa dan   mengeksekusi kekuasaan raja.  Oleh   tidak, ada dua alasan mengapa karya
                                       262
 pemerintahan dan menjanjikan   Islam.  karena itu, kebijakan Amangkurat I   ini patut dibahas di sini. Yang pertama
 dukungan spiritual kepada raja masa   yang menghancurkan konsensus para   adalah ia merupakan karya tempatan
 depan ini. Setelah tiga hari bersatu   Berangkat dari kepercayaan bahwa   pembesar kerajaan sangat merusak, tidak   nusantara yang ditulis dalam bahasa
 di dalam kedalaman laut, Senapati   kerajaan merupakan tiruan (replica) dari   hanya pemerintahannya akan tetapi   Melayu yang memuat berbagai petuah
 kembali ke pantai di mana ia bertemu   tatanan kosmos, maka raja dipercaya   juga kesatuan dan persatuan negara   bagi para penguasa. Ia mengandung
 dengan Sunan Kalijaga yang sedang   berperan sebagai “perantara” yang   (kerajaan). 263  unsur didaktik yang ideal, dan oleh
 khusyu‘ berdoa. Wali ini kemudian   menghubungkan mikrokosmos (dunia   karenanya merupakan sebuah “karya
                                                                  266
 meminta Senapati untuk memulai upaya   manusia) dan makrokosmos (dunia   Konsep menempatkan raja di pusat   teoritis murni.”  Alasan kedua adalah
 mendirikan sebuah kerajaan. 253  supra-manusia). Penguasa (raja)   (center) dan di puncak hierarki kerajaan   bahwa, meskipun ditulis di Aceh,
 merupakan warana  Allah. Artinya, ia   berakibat pada munculnya stratifikasi   popularitas dan pengaruh Taj al-
 258
 Kepercayaan akan Ratu Laut Selatan   adalah “layar, yang harus dilalui oleh   politik di kerajaan. Hierarki ini dapat   Salathin mencakup kawasan yang luas,
 sebagai king-maker dan penjaga spiritual   manusia untuk mencapai Tuhan, dan   direpresentasikan dengan merujuk   termasuk dunia Melayu dan Jawa.
 bagi para raja Jawa telah menyebar luas   juga, sebaliknya, yang harus dilalui oleh   kepada konsep hubungan kawula-  Sultan Hamengku Buwono I, pendiri
 pada masa Majapahit.  Namun, yang   Tuhan untuk mencapai manusia.”    gusti (hamba dan tuan), yang berasal   dinasti Yogyakarta, mempelajari karya
 259
 254
 mengejutkan adalah bahwa kepercayaan   Kekuasaan politik sakral yang tidak   dari kepercayaan mistik Jawa dalam   ini sebagai “panduan” dalam urusan
 ini, yang masih ada sampai saat ini,   dapat dipisahkan ini membuat raja   “kesatuan” (manunggal) manusia dengan   kerajaan. Bahkan, Pangeran Diponegoro
 juga diadopsi oleh penguasa Mataram   disebut sebagai ratu pandita (raja pendeta)   Tuhan; dan dalam konsep kerajaan ia   juga pernah menyarankan adiknya,
 yang lebih Islami, yaitu Sultan Agung.   dan ratu gung banatara (raja yang memiliki   bermakna kesatuan raja dan rakyat.   Hamengku Buwono IV, untuk menelaah
 Ia dipercaya juga telah mengambil   unsur ketuhanan yang agung). 260  Dalam hal ini, Moertono menegaskan   kitab ini. Peran penting karya ini juga



 524  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   525
   532   533   534   535   536   537   538   539   540   541   542