Page 536 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 536
kekuasaan Mataram juga didukung Nyai Lara Kidul sebagai isteri, dan ia Konsep ini, akhirnya, membawa kepada bahwa “walaupun terdapat ikatan yang
oleh kepercayaan lokal masyarakat Jawa sering mengunjunginya di istananya di kepercayaan bahwa raja merupakan mempersatukan, namun baik hamba
pra-Islam. Dukungan Ratu Laut Selatan, bawah laut. Bahkan, dikatakan bahwa “penjaga” negara (kerajaan) dan maupun tuan tidak diperkenankan
255
yang dikenal dengan Nyai Lara Kidul, tradisi pemujaan Nyai Lara Kidul ini memiliki kekuasaan absolut. Ia berada melanggar garis permisah yang resmi
juga dibutuhkan agar Mataram dapat di Mataram mulai dikembangkan pada jauh dari sentuhan manusia biasa. Ini dari hierarki sosial ini…” 264
berkuasa. Senapati dikatakan telah masa pemerintahan Sultan Agung. tidak berarti bahwa seorang raja tidak
256
bertemu dengan ratu bawah laut ini Oleh karena itu, tidak keliru untuk dapat mendelgasikan kekuasaannya Model pemikiran politik yang berbasis
yang memberikan ramalan bahwa anak ditegaskan di sini bahwa pemujaan kepada para petinggi kerajaan. Ia Islam yang kuat dapat digali dari sebuah
keturunannya akan menjadi penguasa Lara Kidul ini memperlihatkan “sikap sendirilah yang bertangungjawab karya yang berjudul Taj al-Salathin
di Jawa. Senapati akhirnya jatuh cinta mendua dinasti Mataram terhadap Islam dalam mewujudkan tatanan sosial (Mahkota Raja-Raja). Ia merupakan
pada Nyai Lara Kidul dan akhirnya dan kepercayaan tradisional masyarakat yang aman dan berkeadilan. Para satu-satunya jenis karya “Cermin Raja-
261
menikahinya. Kemudian, Senapati Jawa,” dan menunjukkan bahwa pembesar kerajaan, yang dipimpin Raja” (Mirrors for Princes) di nusantara.
257
mengikuti Lara Kidul ke istananya di kerajaan Jawa pedalaman ini berusaha oleh patih (perdana menteri), Karya ini ditulis di Aceh pada tahun
265
bawah laut, di mana ia memberikan mempertahankan keseimbangan antara memainkan peran yang penting dalam 1603 oleh Bukhari al-Jauhari. Paling
pengarahan kepada Senapati ilmu sistem kepercayaan masyarakat Jawa dan mengeksekusi kekuasaan raja. Oleh tidak, ada dua alasan mengapa karya
262
pemerintahan dan menjanjikan Islam. karena itu, kebijakan Amangkurat I ini patut dibahas di sini. Yang pertama
dukungan spiritual kepada raja masa yang menghancurkan konsensus para adalah ia merupakan karya tempatan
depan ini. Setelah tiga hari bersatu Berangkat dari kepercayaan bahwa pembesar kerajaan sangat merusak, tidak nusantara yang ditulis dalam bahasa
di dalam kedalaman laut, Senapati kerajaan merupakan tiruan (replica) dari hanya pemerintahannya akan tetapi Melayu yang memuat berbagai petuah
kembali ke pantai di mana ia bertemu tatanan kosmos, maka raja dipercaya juga kesatuan dan persatuan negara bagi para penguasa. Ia mengandung
dengan Sunan Kalijaga yang sedang berperan sebagai “perantara” yang (kerajaan). 263 unsur didaktik yang ideal, dan oleh
khusyu‘ berdoa. Wali ini kemudian menghubungkan mikrokosmos (dunia karenanya merupakan sebuah “karya
266
meminta Senapati untuk memulai upaya manusia) dan makrokosmos (dunia Konsep menempatkan raja di pusat teoritis murni.” Alasan kedua adalah
mendirikan sebuah kerajaan. 253 supra-manusia). Penguasa (raja) (center) dan di puncak hierarki kerajaan bahwa, meskipun ditulis di Aceh,
merupakan warana Allah. Artinya, ia berakibat pada munculnya stratifikasi popularitas dan pengaruh Taj al-
258
Kepercayaan akan Ratu Laut Selatan adalah “layar, yang harus dilalui oleh politik di kerajaan. Hierarki ini dapat Salathin mencakup kawasan yang luas,
sebagai king-maker dan penjaga spiritual manusia untuk mencapai Tuhan, dan direpresentasikan dengan merujuk termasuk dunia Melayu dan Jawa.
bagi para raja Jawa telah menyebar luas juga, sebaliknya, yang harus dilalui oleh kepada konsep hubungan kawula- Sultan Hamengku Buwono I, pendiri
pada masa Majapahit. Namun, yang Tuhan untuk mencapai manusia.” gusti (hamba dan tuan), yang berasal dinasti Yogyakarta, mempelajari karya
259
254
mengejutkan adalah bahwa kepercayaan Kekuasaan politik sakral yang tidak dari kepercayaan mistik Jawa dalam ini sebagai “panduan” dalam urusan
ini, yang masih ada sampai saat ini, dapat dipisahkan ini membuat raja “kesatuan” (manunggal) manusia dengan kerajaan. Bahkan, Pangeran Diponegoro
juga diadopsi oleh penguasa Mataram disebut sebagai ratu pandita (raja pendeta) Tuhan; dan dalam konsep kerajaan ia juga pernah menyarankan adiknya,
yang lebih Islami, yaitu Sultan Agung. dan ratu gung banatara (raja yang memiliki bermakna kesatuan raja dan rakyat. Hamengku Buwono IV, untuk menelaah
Ia dipercaya juga telah mengambil unsur ketuhanan yang agung). 260 Dalam hal ini, Moertono menegaskan kitab ini. Peran penting karya ini juga
524 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 525

