Page 535 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 535

kerajaan di mana statusnya tidak hanya   (1624) Sultan Agung menggunakan   masyarakat Jawa). Pertama disebutkan   ini akan bangkit sebagai kekuatan
 sebagai wakil Allah di muka bumi;   gelar susuhunan ngalaga mataram.    di sini bahwa peran yang dimainkan   regional, akan tetapi juga karena
 245
 namun ia adalah juga inkarnasi dari   Susuhunan berasal dari kata sunan,   oleh tokoh-tokoh agama Islam, yang   peran yang ia mainkan sebagai patron
 Tuhan.  Atas dasar statusnya yang   sebuah gelar yang bermakna “dia yang   di Jawa dikenal dengan wali, sangat   spiritual dan pelindung. Sebelumnya
 242
 agung inilah hak absolut yang ia miliki   dihormati.”  Penggunaan gelar ini terus   fundamental dalam memberikan   Kalijaga juga memprediksi bahwa
 246
 seharusnya dipahami. Oleh karena itu,   berkembang. Para wali yang terkenal   justifikasi bagi para penguasa Mataram,   anak keturunan Pamanahan, seorang
 “konsep raja sebagai pusat negara, yang   di Jawa juga menggunakan gelar sunan,   khususnya pada tahun-tahun awal   kapten Mataram yang berada di bawah
 darinya memancar segala kekuatan dan   yang memberikan indikasi bahwa   dinasti ini. Konsep legitimasi agama   kekuasaan Pajang, akan menjalankan
 kekuasaan, dan di sekitarnya terpusat   ia mengandung makna keagamaan.   terhadap para penguasa berasal dari   agama Allah di seluruh bumi Jawa.
 semua kegiatan negara, lalu menjadi   Namun, sebagaimana yang ditegaskan   para wali merupakan tema yang biasa   Poin ini juga telah diramal oleh Sunan
 benar-benar selaras dengan struktur   oleh de Graaf, bahwa gelar sunan ini   ditemukan dalam literature Jawa,   Giri. Selanjutnya, putranya, Senapati,
 tata pengaturan alam semesta, setidak-  mengandung makna yang lebih dalam.   terutama Babad Tanah Jawi. Ketika   mendapat arahan dan bimbinga Sunan
 tidaknya seperti yang dipikirkan oleh   Menurutnya, gelar susuhunan bermakna   Raden Patah, raja pertama Demak,   Kalijaga selama peperangannya dalam
 manusia.” 243  bahwa penyandangnya juga merupakan   menyerang Majapahit, Sunan Ampel   upaya mendirikan sebuah kerajaan
 utusan [nabi] Tuhan. Keturunannya   Delta meramal bahwa ia akan menjadi   yang terpisah. Peran penting dukungan
 Kepercayaan ini terlihat diputus   juga dapat dinamai dengan susuhunan   raja masa depan di Majapahit. Namun,   keagamaan Sunan Kalijaga terhadap
 dengan kedatangan Islam, tetapi tidak   dan pengaruh mereka tersebar ke   ia mengingatkan bahwa sebelum Raden   dinasti Mataram terlihat jelas ketika
 demikian adanya. Identifikasi “raja-  segala penjuru. Dalam hal ini konsep   Patah naik ke singgasana, seorang wali   hadiahnya untuk dinasti ini, yang
 Tuhan” sesungguhnya tidak sejalan   unsur ketuhanan raja Hindu-Jawa   yang lain, harus memerintah terlebih   dikenal dengan anta kusuma dan kyai
 dengan ajaran Islam, karena dalam   terus dipertahankan, meskipun dalam   dahulu, sekitar 40 hari dengan tujuan   gundil, belakangan menjadi bagian dari
 Islam seorang penguasa dilihat sebagai   bentuk dan nama yang berbeda.  Hal   membersihkan kerajaan dari unsur-  simbol kebesaran kerajaan Mataram.
                                                                                     250
 247
 khalifatullah fi al-ardh (wakil Allah di   ini didukung oleh kenyataan bahwa   unsur non-Islam. Setelah itu, Raden   Dua keris, yang merupakan di antara
 muka bumi). Akan tetapi, kebutuhan   meskipun Sultan Agung menggunakan   Patah memulai pemerintahannya   lambang kebesaran kerajaan, dikatakan
 akan legitimasi Islam hanya memiliki   gelar sultan pada tahun 1641 dengan   terhadap seluruh tanah Jawa dengan   juga terbuat dari bahan besi Sunan
 dampak yang terbatas terhadap   nama lengkap Sultan Agung Matarami,   membangun istana di Demak and   Bonang.  Dukungan agama terhadap
                                                           251
 pemikiran dan budaya politik Jawa   ‘Abd Allah Muhammad Mawlana   menggunakan gelar senapati jimbun   keluarga kerajaan Mataram juga
 pada abad ke-17. Dua pendahulu Sultan   Matarami,  namun para penerusnya   ngabdur Rahman panembahan Palembang   diungkapkan dalam ramalan Sunan Giri
 248
 Agung tidak menggunakan gelar Islam,   cenderung menggunakan gelar   saidin panatagama. 249  bahwa anak-anak keturunan Senapati
 akan tetapi kembali menggunakan   susuhunan.       akan menjadi penguasa Jawa. Bahkan,
 gelar Jawa, yaitu “Penembahan,” yang   Hal yang serupa juga dapat dilihat   penaklukan Giri oleh Mataram telah
 bermakna seorang yang menduduki   Dua bentuk loyalitas in dapat dijelaskan   pada kasus Mataram. Sunan Kalijaga   diramal sebelumnya. 252
 status yang tinggi dan memiliki   melalui kenyataan bahwa otoritas   muncul sebagai tokoh agama utama
 pengetahuan spiritual. Istilah ini berasal   dipercayai berasal dari sumber agama   di kerajaan, tidak hanya dalam   Dalam hal ini, yang menarik adalah
 dari kata “sembah.”  Berikutnya   (Islam) dan tradisi lokal (kepercayaan   memberikan ramalan bahwa kerajaan   legitimasi agama Islam terhadap
 244


 522  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   523
   530   531   532   533   534   535   536   537   538   539   540