Page 532 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 532

Kerajaan ini tidak memiliki lembaga     mawlana, ia mengundurkan diri dari                          yang sistematis ini tidak ditemukan di   dikatakan bahwa Islam di kerajaan
            keagamaan sejenis Syaikh al-Islam,      posisi qadhi dan menyerahkan jabatan                        kawasan lain di Nusantara, termasuk    ini telah diartikulasikan sebagai ideal
            sebagaimana halnya yang terdapat di     kepada anaknya, Qadhi Menawar. 234                          di Aceh pada abad ke-17 sekali pun.    politik (political ideal) dalam konteks
            Aceh. Namun, ulama juga memainkan                                                                   Liaw Yock Fang, yang telah melakukan   kepercayaan dan budaya Jawa.
            peran penting di kerajaan, baik yang    Komitmen keislaman para penguasa                            kajian mengenai teks ini, menegaskan
            terlibat dalam birokrasi maupun tidak.   Melaka juga tercatat dalam sejarah.                        bahwa Undang-undang Melaka adalah      Pertama yang perlu ditekankan di sini
            Terdapat dua jenis ulama yang berperan   Berbagai sumber menyebut kesalihan                         teks “gabungan” (hybrid text), yang    adalah konsep kerajaan di Mataram
            di Melaka ketika itu; yaitu para sufi dan   para sultan Melaka. Namun, yang paling                  terdiri dari beberapa teks yang terpisah   harus dilihat dari perspektif kepercayan
            qadhi. Para sufi kelihatannya merupakan   menonjol dari kalangan mereka adalah                      dan kemudian digabung menjadi satu.    tradisional masyarakat Jawa terhadap
            kelompok yang paling penting dalam hal   Sultan Mansur Syah (wafat 1477). Sejarah                   Ia dikopi dan kemudian dikopi ulang.   karakter kerajaan yang berbentuk magis-
            ini. Kedekatan mereka dengan penguasa   Melayu memberikan catatan mengenai                          Meskipun diyakini bahwa ia merupakan   religius. Meskipun belakangan bumbu
            terlihat dalam banyak hal, termasuk     kesalihan sultan ini dan perhatiannya                       sebuah teks yang utuh, namun bagian-   Islam juga memainkan perannya, namun
                                                                            235
            sebagai rujukan dalam persoalan         yang besar terhadap Islam.  ‘Ala’ al-Din                    bagian dari komponen-komponennya       konsep dan kepercayaan mendasar ini
            keislaman dan guru para sultan. Sejarah   Ri‘ayat Syah (wafat 1488) adalah juga                     terlihat jelas dan dapat berdiri sendiri.    masih tetap dipertahankan. Konsep
                                                                                                                                                  237
            Melayu menginformasikan kedatangan      seorang sultan Melaka yang dikenal                          Teks ini terdiri dari beberapa aspek   ini, menurut Soemarsaid, “memainkan
            seorang sufi yang dikenal dengan nama   kesalihannya. Tome Pires memberikan                         hukum, mulai dari hukum pidana, adat,   peran yang menentukan tidak hanya
            Mawlana Abu Bakr dari Arabia dengan     catatan khusus mengenai sultan ini.                         hukum kelautan, dan undang-undang      dalam membenarkan dan memperkokoh
            maksud menjadi guru (mentor) bagi       Menurutnya, masyarakat Melayu ketika                        hukum pidana. Hukum Islam hanya        kekuasaan raja, tetapi juga dalam
            Sultan Mansur Syah.  Sultan ini juga    itu percaya bahwa sultan ini seorang                        salah satu komponen dalam sistem       menjelaskan peranan orang yang
                              232
            belajar tasawuf dengan Mawlana Shadr    penguasa yang lebih salih dan peduli                        hukum kerajaan Melaka.                 memerintah dan yang diperintah
            Jahan, yang juga berperan sebagai qadhi   terhadap agama Islam dibanding para                                                              maupun hubungan antara raja dan
                                                                                                                                                                 239
            kerajaan, dan Mawlana Yusuf.  Peran     penguasa yang lain. 236                                     Kawasan lain yang penting dalam        rakyatnya.”  Di Jawa, di mana konsep
                                       233
            para sufi kelihatannya hanya terlihat   Peran Islam dalam ranah hukum di                            mengkaji pemikiran dan budaya politik   pembagian kosmos ke dalam aspek
            dalam ranah keagamaan, tidak di luar itu.                                                           Islam di Asia Tenggara adalah kerajaan   mikro (dunia manusia) dan makro
                                                    Melaka juga termasuk menarik untuk                          Mataram di Jawa. Didirikan sekitar akhir   (dunia supra manusia) sangat familiar,
                                                                                                                                                                                          240
            Ulama yang terlibat dalam birokrasi     dicermati. Sebagaimana halnya di                            abad ke-16, kerajaan ini mewakili budaya   kerajaan dilihat sebagai tatanan kosmik.
            adalah para qadhi dan faqih. Mereka     kawasan-kawasan lain di Nusantara,                          dan pandangan hidup masyarakat Jawa    Oleh karena itu, kerajaan (negara) harus
            adalah para pejabat keagamaan yang      “adat” dan “hukum Islam” senantiasa                         yang dipadukan denga Islam. Kerajaan   ditata sedemikian rupa yang melingkupi
            sering tampil di berbagai acara resmi   menjadi perhatian khusus penguasa,                          ini mencapai puncak kejayaannya pada   harmoni kosmos. Dalam hal ini, ada
            kerajaan, dan mereka menempati posisi   termasuk para ulama. Yang luar biasa                        masa pemerintahan Sultan Agung         dua hal yang patut disebut, yaitu (1)
            di pengadilan agama. Qadhi Yusuf        dari Melaka abad ke-15 adalah bahwa ia                      (berkuasa, 1613-164). Sebagai seorang   adanya kesejajaran antara makro kosmos
            adalah kepala hakim agama di kerajaan.   telah memiliki tradisi kodifikasi hukum,                   penguasa Mataram yang paling besar,    dan mikro kosmos, dan (2) hubungan
                                                                                                                                                  238
            Karena alasan mendalami tasawuf dan     yang dikenal dengan Undang-undang                           ia berupaya untuk memasukkan bumbu     timbal baik antara keduanya.  Dalam
                                                                                                                                                                                 241
            menyandang gelar guru tasawuf, yaitu    Melaka. Bahkan, kodifikasi hukum                            keislaman dalam kerajaan; dan dapat    konteks ini, penguasa berada di “pusat”



         520    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   521
   527   528   529   530   531   532   533   534   535   536   537