Page 531 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 531

“derhaka.”  Konsep kekuasaan yang   “bila tidak ada akar, pohon tidak dapat   Oleh karena itu, kesejahteraan kerajaan   Sebagai sebuah kerajaan dengan
 219
 demikian, menurut Leonard Andaya,   berdiri tegak.” Jadi, keharmonisan antara   sangat tergantung kepada mereka.   administrasi dan birokrasi yang detail,
 “telah menempatkan penguasa pada   kedua elemen ini sangat dibutuhkan   Undang-undang Melaka menekankan   Melaka menempatkan sultan sebagai
 alam suci berada jauh di atas rakyat   sehingga “baik akar maupun pohon   bahwa kekuatan, keadilan, dan   penguasa tertinggi dalam hirarki
 biasa dan karenanya mereka harus   dapat berdiri kokoh.” 224  kebijaksanaan penguasa tidak akan   kerajaan. Pembentukan birokrasi dan
 memuliakannya.” 220  pernah dirasakan tanpa keberadaan   pendelegasian banyak tugas penguasa
 Oleh karena itu, Demang Lebar Daun   para petinggi kerajaan dan kinerja baik   kepada para pegawai kerajaan berakibat
 Perjanjian yang bersejarah antara Sri   melambangkan struktur resmi otoritas   pada munculnya hirarki kerajaan yang
 Tri Buana dan Demang Lebar Daun   kerajaan. Sebagai penguasa lokal   mereka. Untuk melihat sejauhmana   ketat di mana berbagai aturan dan etiket
 ini melambangkan tiga elemen dalam   (tradisional) Palembang, posisinya   ketergantungan dua elemen ini dalam   dibentuk dan dipantau dengan seksama.
 kerajaan, yang saling membutuhkan.   merupakan tulang punggung kerajaan.   urusan kerajaan, sebuah perumpamaan   Undang-undang Melaka menegaskan
 Elemen pertama adalah “penguasa”   Hal ini kemudian diperkuat dengan   dibuat di mana para pembesar kerajaan   bahwa penunjukan para petinggi dan
 (sultan), yang direpresentasikan oleh Sri   perkawinan putrinya dengan penguasa   digambarkan bagaikan “kayu” dan   pegawai kerajaan yang dilakukan
 Tri Buana. Ia disyaratkan memiliki sikap   (raja), sebuah fenomena yang dilihat oleh   para penguasa bagaikan “api.” Artinya,   langsung oleh sultan adalah sangat
 adil,  pengasih, dermawan, dan mampu   John R. Bowen sebagai sebuah “model   bila tidak ada kayu, tentu api tidak   mendasar karena mereka beritindak
 221
                                 227
 menegakkan hukum.  Sementara   aliansi” (an alliance model).  Peran   akan dapat membakar.  Selanjutnya   atas nama penguasa, sehingga penguasa
 222
 225
 Demang Lebar Daun merupakan   penting dari para petinggi kerajaan   dikatakan bahwa konsultasi dengan   tertinggi kerajaan ini tidak perlu lagi
 representasi dua elemen, yaitu (1) rakyat   sangat ditekankan dalam berbagai   para petinggi kerajaan merupakan   mengurusi persoalan-persoalan kecil
 jelata, dan (2) pembesar lokal Palembang,   sumber-sumber Melayu. Tugas pertama   sebuah keniscayaan dalam menjalankan   dan sepele.  Sejarah Melayu dan Undang-
                                                              230
 di mana dalam hal ini ia berperan   dari penguasa adalah memastikan   roda pemerintahan. Seorang penguasa,   undang Melaka menginformasikan bahwa
 sebagai “penghubung” antara penguasa   bahwa para petinggi kerajaan, yang   betapapun pintar dan hebat, tidak   Sultan Muhammad Syah (berkuasa 1424-
 dengan rakyat. Perilaku terpuji, loyalitas,   menjalankan roda pemerintahan,   akan sukses dalam menjalan roda   1444) adalah penguasa Melaka pertama
 dan sikap cinta kasih merupakan unsur-  mendapat pendidikan yang baik. Tujuan   pemerintahan tanpa melakukan   yang membangun tradisi penunjukan
 unsur penting dari sebuah pemerintahan   utama adalah agar “penguasa dan rakyat   konsultasi dengan para petinggi   langsung para petinggi kerajaan dan
                     228
 yang berkeadilan.  Meskipun rakyat   dapat hidup dengan damai dan aman.” 226  kerajaan.  Konsep inilah yang pada   menekankan kewajiban untuk mematuhi
 223
 dituntut untuk memiliki loyalitas   akhirnya mampu membawa kerajaan   segala aturan dan tradisi kerajaan. 231
 absolut terhadap sultan, namun mereka   Para petinggi kerajaan yang utama   Melaka memiliki mesin administrasi
 juga menempati posisi mendasar   terdiri dari Bendahara (perdana   yang rapi dan baik. Masing-masing   Sebagai sebuah kerajaan Islam, Melaka
 dalam kerajaan. Sejarah Melayu dan   menteri), Temenggung (kepala   unit dalam kerajaan melaksanakan   memiliki identitas keislaman yang
 Undang-undang Melaka sama-sama   kepolisian), Penghulu Bendahari   tugas dan fungsinya dengan baik.   kental. Hal ini ditunjukkan dalam
 menggambarkan rakyat bagaikan “akar”   (bendahara kerajaan), and Syahbandar   Hal ini diakui bangsa Portugis yang   banyak aspek. Dengan menyandang
 dan penguasa sebagai “pohon”. Ini   (penguasa pelabuhan). Mereka ini   menduduki Melaka pada tahun 1511,   gelar khalifatullah dan zhillullah fil ardh,
 bermakna bahwa penguasa memiliki   adalah tokoh-tokoh utama dan kuat   sehingga mereka mengadopsi dan   sultan bertanggungjawab penuh terhadap
 ketergantunga kepada rakyat, karena   yang menjalankan roda pemerintahan.   melanjutkan model tersebut. 229  pelaksanaan ajaran Islam di kerajaan.



 518  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   519
   526   527   528   529   530   531   532   533   534   535   536