Page 530 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 530

“derhaka.”  Konsep kekuasaan yang       “bila tidak ada akar, pohon tidak dapat                     Oleh karena itu, kesejahteraan kerajaan   Sebagai sebuah kerajaan dengan
                      219
            demikian, menurut Leonard Andaya,       berdiri tegak.” Jadi, keharmonisan antara                   sangat tergantung kepada mereka.       administrasi dan birokrasi yang detail,
            “telah menempatkan penguasa pada        kedua elemen ini sangat dibutuhkan                          Undang-undang Melaka menekankan        Melaka menempatkan sultan sebagai
            alam suci berada jauh di atas rakyat    sehingga “baik akar maupun pohon                            bahwa kekuatan, keadilan, dan          penguasa tertinggi dalam hirarki
            biasa dan karenanya mereka harus        dapat berdiri kokoh.” 224                                   kebijaksanaan penguasa tidak akan      kerajaan. Pembentukan birokrasi dan
            memuliakannya.” 220                                                                                 pernah dirasakan tanpa keberadaan      pendelegasian banyak tugas penguasa
                                                    Oleh karena itu, Demang Lebar Daun                          para petinggi kerajaan dan kinerja baik   kepada para pegawai kerajaan berakibat
            Perjanjian yang bersejarah antara Sri   melambangkan struktur resmi otoritas                                                               pada munculnya hirarki kerajaan yang
            Tri Buana dan Demang Lebar Daun         kerajaan. Sebagai penguasa lokal                            mereka. Untuk melihat sejauhmana       ketat di mana berbagai aturan dan etiket
            ini melambangkan tiga elemen dalam      (tradisional) Palembang, posisinya                          ketergantungan dua elemen ini dalam    dibentuk dan dipantau dengan seksama.
            kerajaan, yang saling membutuhkan.      merupakan tulang punggung kerajaan.                         urusan kerajaan, sebuah perumpamaan    Undang-undang Melaka menegaskan
            Elemen pertama adalah “penguasa”        Hal ini kemudian diperkuat dengan                           dibuat di mana para pembesar kerajaan   bahwa penunjukan para petinggi dan
            (sultan), yang direpresentasikan oleh Sri   perkawinan putrinya dengan penguasa                     digambarkan bagaikan “kayu” dan        pegawai kerajaan yang dilakukan
            Tri Buana. Ia disyaratkan memiliki sikap   (raja), sebuah fenomena yang dilihat oleh                para penguasa bagaikan “api.” Artinya,   langsung oleh sultan adalah sangat
            adil,  pengasih, dermawan, dan mampu    John R. Bowen sebagai sebuah “model                         bila tidak ada kayu, tentu api tidak   mendasar karena mereka beritindak
                221
                                                                                                                                    227
            menegakkan hukum.  Sementara            aliansi” (an alliance model).  Peran                        akan dapat membakar.  Selanjutnya      atas nama penguasa, sehingga penguasa
                               222
                                                                           225
            Demang Lebar Daun merupakan             penting dari para petinggi kerajaan                         dikatakan bahwa konsultasi dengan      tertinggi kerajaan ini tidak perlu lagi
            representasi dua elemen, yaitu (1) rakyat   sangat ditekankan dalam berbagai                        para petinggi kerajaan merupakan       mengurusi persoalan-persoalan kecil
            jelata, dan (2) pembesar lokal Palembang,   sumber-sumber Melayu. Tugas pertama                     sebuah keniscayaan dalam menjalankan   dan sepele.  Sejarah Melayu dan Undang-
                                                                                                                                                                 230
            di mana dalam hal ini ia berperan       dari penguasa adalah memastikan                             roda pemerintahan. Seorang penguasa,   undang Melaka menginformasikan bahwa
            sebagai “penghubung” antara penguasa    bahwa para petinggi kerajaan, yang                          betapapun pintar dan hebat, tidak      Sultan Muhammad Syah (berkuasa 1424-
            dengan rakyat. Perilaku terpuji, loyalitas,   menjalankan roda pemerintahan,                        akan sukses dalam menjalan roda        1444) adalah penguasa Melaka pertama
            dan sikap cinta kasih merupakan unsur-  mendapat pendidikan yang baik. Tujuan                       pemerintahan tanpa melakukan           yang membangun tradisi penunjukan
            unsur penting dari sebuah pemerintahan   utama adalah agar “penguasa dan rakyat                     konsultasi dengan para petinggi        langsung para petinggi kerajaan dan
                                                                                                                        228
            yang berkeadilan.  Meskipun rakyat      dapat hidup dengan damai dan aman.” 226                     kerajaan.  Konsep inilah yang pada     menekankan kewajiban untuk mematuhi
                            223
            dituntut untuk memiliki loyalitas                                                                   akhirnya mampu membawa kerajaan        segala aturan dan tradisi kerajaan. 231
            absolut terhadap sultan, namun mereka   Para petinggi kerajaan yang utama                           Melaka memiliki mesin administrasi
            juga menempati posisi mendasar          terdiri dari Bendahara (perdana                             yang rapi dan baik. Masing-masing      Sebagai sebuah kerajaan Islam, Melaka
            dalam kerajaan. Sejarah Melayu dan      menteri), Temenggung (kepala                                unit dalam kerajaan melaksanakan       memiliki identitas keislaman yang
            Undang-undang Melaka sama-sama          kepolisian), Penghulu Bendahari                             tugas dan fungsinya dengan baik.       kental. Hal ini ditunjukkan dalam
            menggambarkan rakyat bagaikan “akar”    (bendahara kerajaan), and Syahbandar                        Hal ini diakui bangsa Portugis yang    banyak aspek. Dengan menyandang
            dan penguasa sebagai “pohon”. Ini       (penguasa pelabuhan). Mereka ini                            menduduki Melaka pada tahun 1511,      gelar khalifatullah dan zhillullah fil ardh,
            bermakna bahwa penguasa memiliki        adalah tokoh-tokoh utama dan kuat                           sehingga mereka mengadopsi dan         sultan bertanggungjawab penuh terhadap
            ketergantunga kepada rakyat, karena     yang menjalankan roda pemerintahan.                         melanjutkan model tersebut. 229        pelaksanaan ajaran Islam di kerajaan.



         518    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   519
   525   526   527   528   529   530   531   532   533   534   535