Page 525 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 525

syari‘at merupakan dua hal yang tidak   itu kata-kataku, tarekat itu halku, dan   mengutip pernyataan tokoh besar sufi   Ditanya SAW: “Orang yang bagaimana
 dapat dipisahkan. Seorang salik harus   hakikat itu kepala hatiku.” Dikatakan   dari India, Muhammad b. Fadhl Allah   yang paling dekat kepadamu Ya
 melaksanakan syari‘at; dan bahkan al-  bahwa Syekh al-Imam Abu Yazid al-  al-Burhanpuri, yang menegaskan bahwa   Rasulullah pada hari kiamat?” Maka
 Maqassari menegaskan bahwa “syarat-  Bustami berkata: “Tiap-tiap syari‘at   “siapa yang ingin sampai kepada Allah,   jawabnya: “Yang paling baik akhlaknya,”
 syaratnya wali itu memegang teguh   tanpa hakikat itu batil, dan semua hakikat   harus mengikuti Nabi SAW lahir dan   dan lain-lain hadits. Berkata beberapa
 lahirnya syari‘at.” 197  tanpa syari‘at itu kurang sempurna.”   batin.” Ia juga mengutip pernyataan   ahli sufi: “Tasawuf itu akhlak yang baik.”
 Syekh-syekh lain berkata: “Siapa yang   para wali yang menegaskan bahwa   Di antara mereka ada yang berkata:
 Sebagaiman karakteristik para   berilmu, tetapi tidak bertasawuf, ia fasik.   “seseorang tidak akan sampai kepada   “Tasawuf yang pertama yaitu bertujuan
 pembaharu dalam bidang tasawuf   Siapa yang betasawuf tidak berfikih   Allah, kecuali dengan mengikuti Nabi   yang satu yaitu kepada Allah Ta‘ala
 (neo-sufisme), syari‘at merupakan aspek   ia zindiq. Siapa yang berfikih dan   SAW. Ia itu makhluk yang termulia,   dan tasawuf yang akhir ialah berakhlak
 mendasar dalam ajaran mereka. Al-  bertasawuf ia berhakikat.” 199  paling sempurna pengetahuannya,   dengan akhlak Allah.” Sabda Nabi: “Allah
 Maqassari, dalam banyak tulisannya,   paling sempurna ibadahnya. Maka   mempunyai akhlak banyak. Siapa yang
 menekankan bahwa tasawuf dan   Penekanan terhadap ajaran penyatuan   diperintahkan untuk mengikutinya.” 202  berakhlak dengan satu di antaranya
 syari‘at pada hakikatmya berjalan secara   syari‘at dan hakikat ini dalam pemikiran   ia akan masuk surga.” Ia harus juga
 bersamaan, tidak dapat dipisah. Ia   al-Maqassari didasarkan atas maraknya   Dalam konteks ini al-Maqassari juga   mempunyai sangkaan baik terhadap
 menegaskan sebagai berikut:  praktik tasawuf yang menyimpang   menekankan ajaran tentang akhlak   Tuhan dan semua manusia…” 203
 dari ajaran al-Qur’an dan hadits, yang   mulia yang harus dimiliki oleh para
 Pahamilah, yang diminta lahir dan batin,   sering disebut dengan mulhid dan   sufi, sebagaimana yang telah diajarkan   Sebagai seorang syaikh sufi, al-
 kalau lahir saja kurang, yang sempurna   zindiq. Ia mengutip tokoh besar sufi al-  dan ditunjukkan oleh Nabi SAW. Di   Maqassari banyak memberikan petuah
 kedua-duanya. Bersabda Nabi SAW   Junayd al-Baghdadi yang mengatakan   banyak tempat ia mengutip ucapan Nabi   kepada murid-muridnya dalam menuju
 bahwa beliau berjalan atas syari‘at dan   bahwa: “Jalan kami yaitu jalan tasawuf   SAW bahwa ia diutus ke dunia untuk   Allah (salik); dan untuk tujuan tersebut
 hakikat. Syari‘at itu jalan lahir dan   dan terikat kepada Qur’an dan   menyempurnakan akhlak manusia.   banyak cara yang dapat ditempuh, “sama
 bentuknya sedang hakikat itu batinnya.   hadits.”  Oleh karena itu, ia berupaya   Oleh karena itu, aspek moral dan   dengan banyaknya jiwa makhluk.”
 200
                                                                                   204
 Sabda Nabi SAW: “Aku diutus membawa   mengembalikan ajaran tasawuf ke jalan   perilaku mulia menjadi tekanan bagi   Ia memberikan tiga jalan yang paling
 syari‘at dan hakikat. Ketahuilah itu.”   yang benar, sebagaimana yang telah   hamba Allah, atau salik, dalam meraih   dekat. Pertama adalah jalan al-akhyar. Ini
 Maka banyak wali arif, kamal dan akmal   diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.   kemenangan. Berbaiksangka kepada   ditempuh dengan banyak melakukan
 yang mengikuti Nabi.” 198  Jalan yang telah diajarkan oleh Nabi   semua makhluk dan saling tolong   ibadah-ibadah lahiriah, termasuk banyak

 Selanjutnya ia menulis sebagai berikut:  inilah, menurutnya, disebut dengan   menolong senantiasa ditekankan. Al-  melalukan shalat, puasa, membaca al-
 al-Thariq al-Muhammadiyah; dan ini   Maqassari menulis sebagai berikut:  Qur’an, mengkaji hadits dan lainnya.
 Kamu harus juga mempersatukan syari‘at   adalah al-Shirat al-Mustaqim (jalan yang   Jalan kedua adalah adalah ashhab
 dan hakikat, karena sabda Nabi: “Saya   lurus).  Disinilah penekanan diberikan   Ia [salik] harus juga baik akhlaknya   al-mujahidat al-syaqqah, yaitu amalan-
 201
 diutus membawa syari‘at dan hakikat.”   terhadap keniscayaan mengikuti   terhadap semua makhluk, karena   amalan bathin, termasuk membersihkan
 Nabi-nabi tidak diutus untuk membawa   ajaran Nabi SAW. bagi setiap hamba,   sabda Nabi: “Aku diutus hanya untuk   jiwa dan mensucikan hati. Sementara
 syari‘at saja. Sabda Nabi pula: “Syari‘at   termasuk para sufi. Al-Maqassari juga   menyempurnakan akhlak yang mulia.”   yang ketiga adalah jalan zikir, yang



 512  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   513
   520   521   522   523   524   525   526   527   528   529   530