Page 523 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 523
Mengenai al-a‘yan tsabitah al-Maqassari itu bentuknya seperti bentuk yang senantiasa diimpikan oleh seorang sufi merupakan makhluk yang termulia,
menulis sebagai berikut: empunya; sedang Allah itu Laysa ka untuk dapat diraih setelah melewati dan ia adalah “pengganti dan wakil
mitslihi syai’. 190 latihan mental dan kehidupan tarekat. Allah.” Oleh karena itu, adalah
195
Ketahuilah Thalib, yang disebut a‘yan Seorang sufi berupaya terus menerus sebuah kewajiban yang diberikan oleh
thabitah bagi orang ‘arif billah itu Al-Maqassari memberikan argumentasi berjalan mendekati Tuhannya (taraqqi)
gambaran bentuk yang diketahui mengenai hal tersebut atas beberapa dan mencapai taraf keadaan fana. Allah agar seorang hamba mengikuti
atau dikenal dari benda-benda dalam alasan. Yang pertama adalah bayangan Ajaran ini dikembangkan oleh Syekh Nabi SAW lahir dan bathin. Inilah yang
ia tegaskan sebagai berikut:
pengetahuan Allah yang qadim dan berdiri dengan yang empunya bayangan, Ahmad Sirhindi (wafat 1624) dan Syah
azali. Ilmu Ilahiyyah itu qadim, tidak berdiri sendiri. Demikian juga Waliyullah (wafat 1762) dari India. Kemudian hamba itu harus percaya
192
karena Zat-Nya itu qadim. Ketahuilah halnya dengan alam, yang tidak berdiri Kesatuan dalam wahdat al-syuhud ini dalam hati, bahwa Rasulullah itu
itu! Ada pun hubungannya dengan sendiri, tetapi karena Allah Ta‘ala. Yang bukan berbentuk kesatuan fisik antara makhluk yang termulia dengan mutlak
al-thabitah dan sifatnya al-a‘yan itu kedua adalah bayangan tidak bergerak, Tuhan dan manusia dalam konsep dan akhlaknya yang paling sempurna,
karena ia tetap di dalam ilmu Ilahi, kecuali bila empunya bayangan tersebut imanen, sebagaimana halnya dengan paling sempurna amalnya, paling
tidak lepas dan keluar daripadanya, bergerak. Demikian juga halnya dengan wahdat al-wujud, akan tetapi kesatuan sempurna syari‘atnya, paling tinggi
sama sekali dari azali sama abadi. alam. Ia tidak berbuat atau bekehendak, kesaksian (kesadaran) dengan al-Haqq tarekatnya, paling tinggi derajatnya,
Arti al-a‘yan di sini: benda-benda kecuali bila Allah berkehendak. Yang setelah mencapai taraf fana (melebur paling mulia zatnya dan sifatnya dan
yang terang ada di dalam ilmu. Ia ketiga adalah bayangan bertambah dalam wujud Tuhan). Dengan demikian, sebagainya, karena sabda Nabi: “Aku
mempunyai nama-nama lain dari banyak ketika banyak yang melihat; tawhid muthlaq Tuhan tetap terjaga, dari Allah dan alam dari aku.” Sabdanya
jumlah al-ma‘lumat al-‘ilmiyyah. 189 sementara pemilik bayangan tidak sementara manusia tetap manusia pula: “Aku dari nur Allah dan alam ini
Kemudian ia melanjutkan sebagai bertambah banyak dengan banyaknya meskipun ia telah memperoleh taraf dari nurku.” Sabda Nabi pula: “Yang
berikut: yang melihat. 191 taraqqi, kasyf dan fana. Inilah yang pertama-tama diciptakan Tuhan itu
193
kemudian ia tekankan bahwa seorang ruhku.” … Firman Tuhan: “Kucipta
Seperti diketahui al-a‘yan al- Dalam mempertegas Transendensi salik “harus bertawajjuh dengan bathin benda-benda itu karena kau dan Kucipta
thabitah itu mempunyai dua sudut: Tuhan atas alam dan mempertahankan sirr-nya dengan seluruhnya kepada engkau karena Aku.” 196
(1) sudut wujudiyyah; (2) sudut keesaan Tuhan, al-Maqassari menganut Allah tanpa berbau perasaan tertarik
‘adamiyyah. Dari sudut wujudiyyah paham wahdat al-syuhud (kesatuan kepada batas-batas yang terlarang Didasarkan atas keyakinan posisi
Allah berfirman: “Kun”. Dari sudut kesadaran/kesaksian). Ini adalah istilah supaya dapat fana fillah dan baqa pada- Nabi Muhammad SAW sebagai
‘adamiyyahnya, maka betul untuk mistik yang mengacu pada pengalaman Nya.” 194 makhluk yang paling mulia inilah,
dikatakan bahwa Haqq Ta‘ala membuat atau penyaksian ruhani (al-kasyf) al-Maqassari menekankan keharusan
barang-barang dari ada kepada wujud terhadap rahasia Ilahi dan hakikat wujud Terkait dengan penciptaan alam, al- untuk mematuhi Rasulullah dalam
atau dari wujud ilmu Ilahiyyah ketika seorang telah mencapai tingkat Maqassari juga meyakini bahwa yang segala aspek kehidupan, lahir maupun
atau wujud bathin ke wujud luar. fana, di mana hilangnya kesadaran diri pertama diciptakan oleh Allah Ta‘ala batin. Lahir disini dimaknai sebagai
Jika dikatakan, mengapa alam itu dan larut dalam Tuhannya sehingga adalah Nur Muhammad. Al-Maqassari syari‘at, dan batin sebagai hakikat (jalan
disebut bayangan Allah, bayangan ia meraih ma‘rifat. Ma‘rifat inilah yang meyakini bahwa Muhammad SAW sufi). Ini bermakna bahwa tasawuf dan
510 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 511

