Page 524 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 524
syari‘at merupakan dua hal yang tidak itu kata-kataku, tarekat itu halku, dan mengutip pernyataan tokoh besar sufi Ditanya SAW: “Orang yang bagaimana
dapat dipisahkan. Seorang salik harus hakikat itu kepala hatiku.” Dikatakan dari India, Muhammad b. Fadhl Allah yang paling dekat kepadamu Ya
melaksanakan syari‘at; dan bahkan al- bahwa Syekh al-Imam Abu Yazid al- al-Burhanpuri, yang menegaskan bahwa Rasulullah pada hari kiamat?” Maka
Maqassari menegaskan bahwa “syarat- Bustami berkata: “Tiap-tiap syari‘at “siapa yang ingin sampai kepada Allah, jawabnya: “Yang paling baik akhlaknya,”
syaratnya wali itu memegang teguh tanpa hakikat itu batil, dan semua hakikat harus mengikuti Nabi SAW lahir dan dan lain-lain hadits. Berkata beberapa
lahirnya syari‘at.” 197 tanpa syari‘at itu kurang sempurna.” batin.” Ia juga mengutip pernyataan ahli sufi: “Tasawuf itu akhlak yang baik.”
Syekh-syekh lain berkata: “Siapa yang para wali yang menegaskan bahwa Di antara mereka ada yang berkata:
Sebagaiman karakteristik para berilmu, tetapi tidak bertasawuf, ia fasik. “seseorang tidak akan sampai kepada “Tasawuf yang pertama yaitu bertujuan
pembaharu dalam bidang tasawuf Siapa yang betasawuf tidak berfikih Allah, kecuali dengan mengikuti Nabi yang satu yaitu kepada Allah Ta‘ala
(neo-sufisme), syari‘at merupakan aspek ia zindiq. Siapa yang berfikih dan SAW. Ia itu makhluk yang termulia, dan tasawuf yang akhir ialah berakhlak
mendasar dalam ajaran mereka. Al- bertasawuf ia berhakikat.” 199 paling sempurna pengetahuannya, dengan akhlak Allah.” Sabda Nabi: “Allah
Maqassari, dalam banyak tulisannya, paling sempurna ibadahnya. Maka mempunyai akhlak banyak. Siapa yang
menekankan bahwa tasawuf dan Penekanan terhadap ajaran penyatuan diperintahkan untuk mengikutinya.” 202 berakhlak dengan satu di antaranya
syari‘at pada hakikatmya berjalan secara syari‘at dan hakikat ini dalam pemikiran ia akan masuk surga.” Ia harus juga
bersamaan, tidak dapat dipisah. Ia al-Maqassari didasarkan atas maraknya Dalam konteks ini al-Maqassari juga mempunyai sangkaan baik terhadap
menegaskan sebagai berikut: praktik tasawuf yang menyimpang menekankan ajaran tentang akhlak Tuhan dan semua manusia…” 203
dari ajaran al-Qur’an dan hadits, yang mulia yang harus dimiliki oleh para
Pahamilah, yang diminta lahir dan batin, sering disebut dengan mulhid dan sufi, sebagaimana yang telah diajarkan Sebagai seorang syaikh sufi, al-
kalau lahir saja kurang, yang sempurna zindiq. Ia mengutip tokoh besar sufi al- dan ditunjukkan oleh Nabi SAW. Di Maqassari banyak memberikan petuah
kedua-duanya. Bersabda Nabi SAW Junayd al-Baghdadi yang mengatakan banyak tempat ia mengutip ucapan Nabi kepada murid-muridnya dalam menuju
bahwa beliau berjalan atas syari‘at dan bahwa: “Jalan kami yaitu jalan tasawuf SAW bahwa ia diutus ke dunia untuk Allah (salik); dan untuk tujuan tersebut
hakikat. Syari‘at itu jalan lahir dan dan terikat kepada Qur’an dan menyempurnakan akhlak manusia. banyak cara yang dapat ditempuh, “sama
bentuknya sedang hakikat itu batinnya. hadits.” Oleh karena itu, ia berupaya Oleh karena itu, aspek moral dan dengan banyaknya jiwa makhluk.”
200
204
Sabda Nabi SAW: “Aku diutus membawa mengembalikan ajaran tasawuf ke jalan perilaku mulia menjadi tekanan bagi Ia memberikan tiga jalan yang paling
syari‘at dan hakikat. Ketahuilah itu.” yang benar, sebagaimana yang telah hamba Allah, atau salik, dalam meraih dekat. Pertama adalah jalan al-akhyar. Ini
Maka banyak wali arif, kamal dan akmal diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. kemenangan. Berbaiksangka kepada ditempuh dengan banyak melakukan
yang mengikuti Nabi.” 198 Jalan yang telah diajarkan oleh Nabi semua makhluk dan saling tolong ibadah-ibadah lahiriah, termasuk banyak
Selanjutnya ia menulis sebagai berikut: inilah, menurutnya, disebut dengan menolong senantiasa ditekankan. Al- melalukan shalat, puasa, membaca al-
al-Thariq al-Muhammadiyah; dan ini Maqassari menulis sebagai berikut: Qur’an, mengkaji hadits dan lainnya.
Kamu harus juga mempersatukan syari‘at adalah al-Shirat al-Mustaqim (jalan yang Jalan kedua adalah adalah ashhab
dan hakikat, karena sabda Nabi: “Saya lurus). Disinilah penekanan diberikan Ia [salik] harus juga baik akhlaknya al-mujahidat al-syaqqah, yaitu amalan-
201
diutus membawa syari‘at dan hakikat.” terhadap keniscayaan mengikuti terhadap semua makhluk, karena amalan bathin, termasuk membersihkan
Nabi-nabi tidak diutus untuk membawa ajaran Nabi SAW. bagi setiap hamba, sabda Nabi: “Aku diutus hanya untuk jiwa dan mensucikan hati. Sementara
syari‘at saja. Sabda Nabi pula: “Syari‘at termasuk para sufi. Al-Maqassari juga menyempurnakan akhlak yang mulia.” yang ketiga adalah jalan zikir, yang
512 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 513

