Page 534 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 534
kerajaan di mana statusnya tidak hanya (1624) Sultan Agung menggunakan masyarakat Jawa). Pertama disebutkan ini akan bangkit sebagai kekuatan
sebagai wakil Allah di muka bumi; gelar susuhunan ngalaga mataram. di sini bahwa peran yang dimainkan regional, akan tetapi juga karena
245
namun ia adalah juga inkarnasi dari Susuhunan berasal dari kata sunan, oleh tokoh-tokoh agama Islam, yang peran yang ia mainkan sebagai patron
Tuhan. Atas dasar statusnya yang sebuah gelar yang bermakna “dia yang di Jawa dikenal dengan wali, sangat spiritual dan pelindung. Sebelumnya
242
agung inilah hak absolut yang ia miliki dihormati.” Penggunaan gelar ini terus fundamental dalam memberikan Kalijaga juga memprediksi bahwa
246
seharusnya dipahami. Oleh karena itu, berkembang. Para wali yang terkenal justifikasi bagi para penguasa Mataram, anak keturunan Pamanahan, seorang
“konsep raja sebagai pusat negara, yang di Jawa juga menggunakan gelar sunan, khususnya pada tahun-tahun awal kapten Mataram yang berada di bawah
darinya memancar segala kekuatan dan yang memberikan indikasi bahwa dinasti ini. Konsep legitimasi agama kekuasaan Pajang, akan menjalankan
kekuasaan, dan di sekitarnya terpusat ia mengandung makna keagamaan. terhadap para penguasa berasal dari agama Allah di seluruh bumi Jawa.
semua kegiatan negara, lalu menjadi Namun, sebagaimana yang ditegaskan para wali merupakan tema yang biasa Poin ini juga telah diramal oleh Sunan
benar-benar selaras dengan struktur oleh de Graaf, bahwa gelar sunan ini ditemukan dalam literature Jawa, Giri. Selanjutnya, putranya, Senapati,
tata pengaturan alam semesta, setidak- mengandung makna yang lebih dalam. terutama Babad Tanah Jawi. Ketika mendapat arahan dan bimbinga Sunan
tidaknya seperti yang dipikirkan oleh Menurutnya, gelar susuhunan bermakna Raden Patah, raja pertama Demak, Kalijaga selama peperangannya dalam
manusia.” 243 bahwa penyandangnya juga merupakan menyerang Majapahit, Sunan Ampel upaya mendirikan sebuah kerajaan
utusan [nabi] Tuhan. Keturunannya Delta meramal bahwa ia akan menjadi yang terpisah. Peran penting dukungan
Kepercayaan ini terlihat diputus juga dapat dinamai dengan susuhunan raja masa depan di Majapahit. Namun, keagamaan Sunan Kalijaga terhadap
dengan kedatangan Islam, tetapi tidak dan pengaruh mereka tersebar ke ia mengingatkan bahwa sebelum Raden dinasti Mataram terlihat jelas ketika
demikian adanya. Identifikasi “raja- segala penjuru. Dalam hal ini konsep Patah naik ke singgasana, seorang wali hadiahnya untuk dinasti ini, yang
Tuhan” sesungguhnya tidak sejalan unsur ketuhanan raja Hindu-Jawa yang lain, harus memerintah terlebih dikenal dengan anta kusuma dan kyai
dengan ajaran Islam, karena dalam terus dipertahankan, meskipun dalam dahulu, sekitar 40 hari dengan tujuan gundil, belakangan menjadi bagian dari
Islam seorang penguasa dilihat sebagai bentuk dan nama yang berbeda. Hal membersihkan kerajaan dari unsur- simbol kebesaran kerajaan Mataram.
250
247
khalifatullah fi al-ardh (wakil Allah di ini didukung oleh kenyataan bahwa unsur non-Islam. Setelah itu, Raden Dua keris, yang merupakan di antara
muka bumi). Akan tetapi, kebutuhan meskipun Sultan Agung menggunakan Patah memulai pemerintahannya lambang kebesaran kerajaan, dikatakan
akan legitimasi Islam hanya memiliki gelar sultan pada tahun 1641 dengan terhadap seluruh tanah Jawa dengan juga terbuat dari bahan besi Sunan
dampak yang terbatas terhadap nama lengkap Sultan Agung Matarami, membangun istana di Demak and Bonang. Dukungan agama terhadap
251
pemikiran dan budaya politik Jawa ‘Abd Allah Muhammad Mawlana menggunakan gelar senapati jimbun keluarga kerajaan Mataram juga
pada abad ke-17. Dua pendahulu Sultan Matarami, namun para penerusnya ngabdur Rahman panembahan Palembang diungkapkan dalam ramalan Sunan Giri
248
Agung tidak menggunakan gelar Islam, cenderung menggunakan gelar saidin panatagama. 249 bahwa anak-anak keturunan Senapati
akan tetapi kembali menggunakan susuhunan. akan menjadi penguasa Jawa. Bahkan,
gelar Jawa, yaitu “Penembahan,” yang Hal yang serupa juga dapat dilihat penaklukan Giri oleh Mataram telah
bermakna seorang yang menduduki Dua bentuk loyalitas in dapat dijelaskan pada kasus Mataram. Sunan Kalijaga diramal sebelumnya. 252
status yang tinggi dan memiliki melalui kenyataan bahwa otoritas muncul sebagai tokoh agama utama
pengetahuan spiritual. Istilah ini berasal dipercayai berasal dari sumber agama di kerajaan, tidak hanya dalam Dalam hal ini, yang menarik adalah
dari kata “sembah.” Berikutnya (Islam) dan tradisi lokal (kepercayaan memberikan ramalan bahwa kerajaan legitimasi agama Islam terhadap
244
522 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 523

