Page 543 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 543

tahun 1579. Kondisi ini dimanfaatkan   Sri ‘Alam juga digambarkan sebagai   Sultan ‘Ala’ al-Din, selama tujuh tahun   utama penguasa Aceh berikutnya,
 oleh kelompok elit politik dan ekonomi,   seorang pemimpin yang taat beribadat   (1579-1586).  Bustan memberikan   ‘Ali Mughayat Syah al-Mukammil
                      280
 yang dikenal dengan Orang Kaya,   dan dermawan.  Namun, Bustan di   deskripsi yang positif mengenai Sultan   (berkuasa, 1589-1604), menghancurkan
 277
 yang dengan pengaruh mereka   pihak lain memberikan deskripsi yang   ini. Ia dikatakan seorang penguasa   kekuasan kelompok elit ini. Salah satu
 berhasil menaikkan anak Husayn   berbeda mengenai figur ini. Ia dikatakan   yang taat, pemimpin yang adil, dan   kebijakan politik pemerintahannya
 menjadi penggantinya, meskipun   memiliki sifat yang temperamental, tidak   seorang pembela Islam yang teguh   adalah “sentralisasi”, sehingga dengan
 ia hanya seorang bayi, yang masih   bijak, dan memiliki kepemimpinan yang   dan cinta serta menaruh hormat yang   demikian kontrol kerajaan, dalam
 berusia empat bulan. Namun, setelah   lemah. 278  tinggi terhadap para ulama. Ia juga   segala hal, berada sepenuhnya di bawah
 sekitar tujuh bulan di singgasana ia   dengan tegas meminta rakyat untuk   kendali sultan. Pertanyaan yang relevan
 akhirnya meninggal. Ia digantikan   Terlepas dari apa yang menjadi alasan   melaksanakan ajaran Islam dengan   dapat diangkat di sini, yaitu adakah
 oleh pamannya, Abangta Abdul Jalil,   yang sesungguhnya dari pembunuhan   baik. Pemerintahan ‘Ala’ al-Din juga   hubungan antara krisis politik di Aceh
 yang merupakan penguasa Pariaman   ini, kenyataan menunjukkan bahwa   ditandai dengan berkembangnya   ketika itu dengan penulisan kitab
 (bagian Barat Sumatra) dengan   peristiwa ini sangat terkait dengan   secara pesat diskursus keislaman dan   Taj al-Salathin? Kita tidak pada posisi
 gelar Sultan Sri ‘Alam. Hanya dua   pemegang kekuasaan yang sebenarnya   juga kedatangan para ulama dari luar,   mengkaji topik ini secara mendalam
 bulan duduk di singgasana, ia pun   di kerajaan saat itu, yaitu kelompok   terutama dari kawasan Arab (Timur   dalam tulisan yang singkat ini. Namun,
 dibunuh.  Kita mengalami kesulitan   pembesar, yang dikenal dengan Orang   Tengah), untuk tujuan mengajar. Namun,   beberapa poin singkat mengenai hal ini
 276
 untuk memastikan alasan pasti di   Kaya. Mereka ini jugalah yang akhirnya   pemerintahan Sultan yang populer ini   dapat disinggung di sini.
 balik tragedi pembunuhan terhadap   memilih Zayn al-‘Abidin, anak lelaki   juga berakhir dengan kekerasan. Tanpa
 Sultan ini. Namun, beberapa sumber   dari ‘Abd Allah (yang terbunuh dalam   diketahui alasan yang jelas, ia terbunuh   Munculnya jenis karya “Cermin Raja-
 tradisional memberikan informasi yang   penyerangan pasukan Aceh terhadap   pada tahun 1586.  Seorang pengganti   Raja” (Mirrors for Princes) di dunia Islam
                           281
 sedikit banyak dapat membantu kita   Portugis di Melaka pada tahun 1568)   akhirnya ditunjuk oleh para petinggi   dimaksud sebagai paparan “sistematis
 menjelaskan peristiwa ini.  sebagai sultan. Akan tetapi, kondisi   kerajaan, yaitu Sultan ‘Ala’ al-Din Ri‘ayat   mengenai persoalan kepemerintahan,
                                                                      283
 pemerintahan pada masanya juga   Syah dari Inderapura (Sumatra Barat).   negara, dan rakyat.”  Oleh karena
 Hikayat Aceh menyatakan bahwa   tidak lebih baik, dan bahkan ia juga   Sultan ini berkuasa selama tiga tahun   itu, karya-karya jenis ini dimaksud
 para petinggi kerajaan ketika itu dan   menghadapi nasib tragis karena   (1586-1589). 282  untuk memperbaiki seorang penguasa
 para ulama mengambil kebijakan   terbunuh hanya beberapa bulan   atau sebagai wujud protes terhadap
 untuk menurunkan Sri ‘Alam dari   setelah duduk di singgasana sebagai   Berakhirnya lima pemeritahan sultan   kekacauan yang terjadi dalam
 singgasana. Alasan yang diberikan   orang nomor satu di kerajaan. Sumber-  secara tidak wajar memberikan   masyarakat dan kegagalan seorang
 adalah kebijakan negatif dari penguasa   sumber setempat mengkaitkan tragedi   indikasi bahwa kerajaan Aceh selama   penguasa dalam mewujudkan sebuah
 ini yang cenderung memihak kepada   ini dengan moralnya yang buruk dan   satu dekade tersebut (1579-1589)   tujuan yang ideal. Melalui karya jenis
 para penguasa lokal wilayah Barat   tabiatnya yang kejam. 279  mengalami krisis politik yang serius.   ini diharapkan terwujud perbaikan
 dan kebiasaannya menghamburkan   Kekuasaan Orang Kaya, sebagai   terhadap segala kerusakan politik
 uang kerajaan untuk kepentingan   Selanjutnya, kerajaan dipimpin oleh   pengendali kerajaan, memainkan peran   yang ada.  Pemikiran yang sama juga
                                                             284
 para penguasa tersebut; meskipun   seorang penguasa asal Perak, yaitu   penting. Inilah yang menjadi alasan   diberikan oleh Robert Dan Korff yang



 530  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   531
   538   539   540   541   542   543   544   545   546   547   548