Page 44 - OPERASIONAL
P. 44
KOPERASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
MITRA DHUAFA
(849/BH/MENEG/VII/2009) OPERASIONAL
EDISI : JANUARI 2017 REVISI : 1
Owner : OPERASIONAL PROSEDUR : Sistem Pembiayaan
Kode Bagian : 01 Kode Prosedur : 011
SISTEM PEMBIAYAAN
A. TUJUAN
Prosedur ini dimaksudkan untuk menstandarisasi pelayanan produk dan jasa yang diberikan
Koperasi Mitra Dhuafa kepada anggota, produk dan jasa pelayanan ini merupakan karakter atau
spesifikasi Koperasi Mitra Dhuafa yang membedakan dengan lembaga lainnya.
B. RUANG LINGKUP
Mengatur dan menetapkan produk dan jasa pelayanan Koperasi Mitra Dhuafa, baik produk
simpanan dan jenis-jenisnya maupun produk pembiayaan.
C. KETENTUAN
Penyaluran pembiayaan Koperasi Mitra Dhuafa melalui metode syariah (Islamic Micro Credit)
dengan tetap menganut pada Grameen Bank System (GBS). Peristilahan dalam sistem syariah
mengikuti terminologi sistem syariah yang telah ditetapkan oleh Manajemen Koperasi Mitra
Dhuafa. Dalam perjanjian ini, akad pembiayaan dilakukan sesuai dengan jenis pembiayaan yang
diakses oleh anggota.
1. Prinsip-prinsip Pembiayaan
a. Tidak memakai jaminan (KTP, BPKB, sertifikat tanah atau barang berharga lainnya)
Dalam proses memberikan pembiayaan Koperasi Mitra Dhuafa tidak meminta jaminan
berupa barang, yang dibutuhkan adalah kekompakan kelompok, niat tulus dan ikhlas dari
anggota untuk mendapatkan pembiayaan.
b. Pembiayaan dikenakan margin sesuai dengan kesepakatan lembaga dengan anggota,
dalam proses akad pembiayaan disampaikan penggunaan margin yang disepakati antara
lain adalah untuk :
Biaya cetak buku, kartu, formulir pembiayaan, kebutuhan ATK, pelatihan,
pendampingan dan lainnya karena pembiayaan tidak ada potongan untuk
administrasi maka biaya tersebut diambilkan dari margin.
Pelayanan Koperasi Mitra Dhuafa yaitu staf datang ke center seminggu sekali,
sehingga anggota tidak perlu datang ke kantor, dengan begitu anggota tidak perlu
mengeluarkan biaya/ongkos tambahan, tidak membutuhkan waktu lama untuk
transaksi dan dengan transaksi dilakukan di dekat rumah anggota maka keamanan
uang anggota lebih terjamin.
Dengan memberikan margin maka anggota juga telah membantu masyarakat di
tempat lain, karena margin yang terkumpul tersebut akan digulirkan lagi kepada
masyarakat di tempat lain yang membutuhkan pembiayaan.
SOP Operasional 2017
43

