Page 45 - OPERASIONAL
P. 45
2. Istilah-Istilah dalam sistem pembiayaan :
a. Pembiayaan adalah penyediaan uang atau yang dapat dipersamakan dengan itu
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara pihak KOMIDA dengan anggota yang
mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang sesuai kesepakatan
b. Outstanding pembiayaan adalah sisa pembiayaan yang masih ada di anggota atau
peminjam.
c. Portofolio at Risk (PAR) adalah analisa yang menunjukkan tingkat resiko pembiayaan
dalam periode tertentu.
d. Repayment Rate (RR) adalah analisa yang menunjukkan tingkat pembayaran angsuran
pembiayaan dalam periode tertentu
e. Akad pembiayaan adalah akad yang disepakati dalam perjanjian pembiayaan yang terdiri
dari akad jual beli, bagi hasil, sewa, jasa, dana talangan dan dana kebajikan.
f. Murabahah wal Wakalah digunakan untuk pembiayaan Umum dan Mikro Bisnis
Penjelasan Istilah :
Merupakan kombinasi dua akad yaitu murabahah dan wakalah dalam bahasa indonesia
jual beli yang diwakilkan.
Murabahah berasal dari kata ribhu (keuntungan) adalah transaksi jual beli dimana
lembaga keuangan menyebutkan jumlah keuntungannya. Lembaga keuangan bertindak
sebagai penjual sedangkan anggota atau nasabah bertindak sebagai pembeli.
Landasan Hukum Murabahah adalah Surat Annisa’ ayat 29, yang artinya:
“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu
dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama
suka diantara kamu”
Wakalah adalah kondisi dimana anggota mewakilkan dirinya kepada lembaga keuangan
untuk melakukan pekerjaan jasa tertentu atau juga sebaliknya lembaga keuangan
mewakilkan kepada anggota untuk melakukan pekerjaan tertentu. Kaitannya dengan
KOMIDA adalah mewakilkan kepada anggota untuk melakukan pembelian barang sesuai
dengan pengajuan.
Definisi lainnya wakalah adalah penyerahan dari seseorang kepada orang lain untuk
mengerjakan sesuatu dalam hal-hal yang dapat diwakilkan.
Dasar Hukum pelaksanaan akad wakalah:
Fatwa DSN –MUI tentang transaksi wakalah :
Fatwa DSN-MUI No. 10/DSN-MUI/IV/2000 tentang ketentuan wakalah, rukun & syarat
wakalah dan aturan terjadi perselisihan.
g. Qard wal Ijarah digunakan untuk Dana Talangan Pendidikan
Penjelasan sitilah:
Qardh wal Ijarah adalah kombinasi dari dua akad, yaitu Qardh dan Ijarah yang dilakukan
untuk menalangi suatu pendanaan dan memberikan fasilitas sewa atas penggunaan
manfaat tersebut.
Qardh dalam bahasa Arab artinya pinjaman, dalam bahasa tertimologi muamalah artinya
memiliki sesuatu yang harus dikembalikan dengan pengganti yang sama, dengan kata
lain Al Qardh adalah pemberian pinjaman tanpa mengharapkan imbalan tertentu.
Landasan Hukum Qardh adalah Surat Al Baqarah ayat 245, yang artinya:
“ barang siapa meminjami dijalan Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah akan
melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan
(rezeki) dan kepada-Nya kamu dikembalikan”
Sedangkan,
Ijarah dalam bahasa Arab artinya upah, sewa. Al Ijarah merupakan suatu bentuk kegiatan
muamalah dalam memenuhi keperluan hidup manusia, seperti sewa-menyewa, kontrak dll.
Jadi secara terminologi artinya akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa, melalui
pembayaran upah sewa tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang itu
sendiri (M. Antonio Syafi’i, 1999).
SOP Operasional 2017
44

