Page 46 - OPERASIONAL
P. 46

h.  Murabahah digunakan untuk Pembiayaan ARTA untuk produk barang
                         Murabahah  berasal  dari  kata  ribhu  (keuntungan)  adalah  transaksi  jual  beli  dimana
                         lembaga keuangan menyebutkan jumlah keuntungannya.  Lembaga keuangan bertindak
                         sebagai penjual sedangkan anggota atau nasabah bertindak sebagai pembeli.

                       i.  Murabahah al Istishna’ digunakan untuk Pembiayaan Sanitasi dan ARTA untuk instalasi
                         listrik
                         Penjelasan istilah :
                         Bai  al  Istishna”  atau  biasa  disebut  akad  Istishna’  adalah  akad  jual  beli  dalam  bentuk
                         pemesanan  barang  tertentu  dengan  kriteria  dan  persyaratan  tertentu  yang  disepakati
                         antara pemesan (pembeli/mustashni) dengan penjual (pembuat/shani’). (Fatwa DSN MUI).
                         Shani’ akan menyediakan barang yang dipesan sesuai dengan spesifikasi yang disepakati
                         dimana ia bisa menyediakan sendiri atau melalui pihak lain (istishna pararel).
                         Dasar Hukum Transaksi Istishna’ :
                         Al Qur’an :
                         “  Hai  orang-orang  yang  beriman,  apabila  kamu  bermuamalah  tidak  secara  tunai  untuk
                         waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya (QS. Al Baqarah: 282)
                         Hadist :
                         “Tiga  hal  yang  didalamnya  terdapat  keberkahan:  jual  beli  secara  tangguh,  muqaradhah
                         (mudharabah), dan mencampur gandum dengan  tepung untuk keperluan rumah, bukan
                         untuk dijual.”( HR. Ibnu Majjah)

                         Fatwa DSN tentang transaksi istishna
                         Fatwa DSN-MUI No. 06/DSN-MUI/IV/2000 tentang Jual Beli Istishna.
                         Fatwa DSN-MUI No. 22/DSN-MUI/III/2002 tentang Jual Beli Istishna Pararel

                         Dalam PSAK 104 par 8, dijelaskan bahwa barang pesanan harus memenuhi kriteria :
                             Memerlukan proses pembuatan setelah akad disepakati
                             Sesuai dengan spesifikasi pemesan, bukan produk massal
                             Harus diketahui karakteristiknya secara umum yang meliputi jenis, spesifikasi teknis,
                              kualitas dan kuantitasnya.

                    3.  Prinsip penentuan  Harga Jual dan Margin
                       Harga  jual  yang  disampaikan  kepada  anggota  merupakan  kesepakatan  antara  KOMIDA
                       dengan anggota, harga jual dipengaruhi oleh harga pokok dengan margin. Besarnya margin
                       tergantung kesepakatan antara KOMIDA dengan anggota, margin digunakan untuk melayani
                       selama  jangka  waktu  pembiayaan  yang  telah  disepakati  sesuai  yang  tertuang  dalam  akad
                       pembiayaan. KOMIDA menyampaikan harga jual kepada anggota pada saat sosialisasi dan
                       pelaksanaan akad jual beli. Apabila ada anggota yang karena sesuatu dan lain hal dia harus
                       melunasi pembiayaannya sebelum jatuh tempo, maka margin pun juga berkurang, anggota
                       hanya membayar margin sampai dengan pelunasan pembiayaan tersebut. Jika pembayaran
                       angsuran anggota bagus (tidak pernah ada tunggakan) maka pada saat pelunasan anggota
                       hanya  membayar  sisa  pembiayaan pokok  dan  margin  pada  minggu  tersebut.  Namun
                       jika  anggota  memiliki  tunggakan  angsuran  maka  pada  saat  pelunasan  anggota
                       membayar sisa pembiayaan pokok ditambah margin selama masa tunggakan sampai
                       dengan waktu pelunasan. KOMIDA tidak mengenakan sanksi, denda atau biaya tambahan
                       apabila  ada  pembayaran  atau  pelunasan  yang  tertunda  dari  waktu  kesepakatan.  Dengan
                       metode tersebut sehingga konsep margin jelas berbeda dengan prinsip bunga.








               SOP Operasional 2017
                                                                                                        45
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51