Page 51 - OPERASIONAL
P. 51
Semua tim yang terlibat dalam proses penyelesaian pembiayaan bermasalah harus
bersikap profesional, menghargai anggota dan taat pada peraturan yang sudah ditetapkan.
Jika dalam proses penyelesaian masalah ada hal-hal yang harus dilakukan diluar
kebijakan atau belum diatur dalam kebijakan maka sebelum melakukan hal tersebut harus
mendapatkan persetujuan dari manajemen KOMIDA.
b. Kebijakan Kunjungan sebagai langkah pencegahan
Hal yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya tunggakan antara lain:
Staf lapang selalu menyampaikan kepada anggota manfaatnya jika anggota
membayar anggota tepat waktu, misalnya pembiayaan kedua akan lebih besar,
berhak untuk mengakses jenis pembiayaan lainnya, nama baik tetap terjaga di
masyarakat, dan manfaat lainnya yang bisa disampaikan kepada anggota.
Melakukan kunjungan monitoring penggunaan pembiayaan 3 – 14 hari setelah
anggota menerima pembiayaan
Memetakan kategori anggota berdasarkan tingkat kehadiran anggota di pertemuan
center, jenis usaha anggota serta jumlah simpanan yang dimiliki di KOMIDA, data
tersebut digunakan sebagai salah satu acuan menentukan prioritas kunjungan atau
perhatian dari staf lapang
Menjaga komunikasi yang baik selama pertemuan center sehingga anggota merasa
nyaman karena diperhatikan oleh staf lapang
Menyampaikan bahwa transaksi angsuran atau yang lainnya sudah benar dan saldo
yang ada di kantor dengan di buku anggota sama
Jika ada anggota yang terindikasi akan bermasalah dengan angsuran maka staf
lapang bisa melakukan kunjungan atau mengingatkan anggota sehari sebelum
jadwal pembayaran angsuran.
Menyelesaikan masalah yang ada dengan bijak dan tanpa paksaan dan kekerasan
c. Kebijakan Pelunasan Pembiayaan Khusus
Kebijakan khusus yang dimaksud adalah adanya kebijakan anggota melunasi pembiayaan
tanpa margin atau adanya potongan khusus dari Manajemen KOMIDA.
Anggota yang akan pindah rumah, pindah pekerjaan keluar kota atau luar negeri
Anggota yang memiliki banyak hutang, setelah proses negosiasi dengan staf anggota
bersedia membayar sisa pembiayaan namun tidak bisa sepenuhnya
Anggota yang sudah memiliki tunggakan banyak dan hanya bersedia membayar
pembiayaan pokoknya saja atau tidak bisa membayar sepenuhnya sisa pembiayaan
pokoknya.
Anggota memiliki sisa pembiayaan yang kecil sedangkan biaya penyelesaian lebih
besar dibandingkan sisa pembiayaannya.
Proses pemberian kebijakan khusus ini harus mendapatkan persetujuan dari Manajemen
KOMIDA Kantor Pusat.
d. Manajemen dan Analisa Delinquensy
Analisa Delinquensy harus dilakukan oleh semua divisi yang terkait, antara lain :
Divisi MIS memastikan bahwa laporan delinquensy yang ada di MDIS (Mitra Dhuafa
Management System) sudah benar.
Staf lapang memonitoring perkembangan delinquensy setiap hari dan
membandingkan dengan data yang ada di MDIS
Manager cabang memastikan staf lapang melakukan monitoring dan proses
penyelesaian masalah sesuai dengan prosedur yang sudah ada
Seminggu sekali staf MIS kantor cabang akan menyampaikan laporan delinquensy
dari MDIS kepada manager cabang
Koordinator cabang memastikan manager cabang menjalankan fungsinya untuk
memonitoring dan membantu proses penyelesaian delinquensy sesuai dengan
wewenang dan tanggungjawabnya
Manager regional memastikan bahwa koordinator cabang, manager cabang dan staf
di bawah koordinasinya menjalankan prosedur penyelesaian masalah delinquensy
sesuai dengan prosedur yang sudah ada.
SOP Operasional 2017
50

