Page 56 - OPERASIONAL
P. 56
KOPERASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
MITRA DHUAFA
(849/BH/MENEG/VII/2009) OPERASIONAL
EDISI : JANUARI 2017 REVISI : 1
Owner : OPERASIONAL PROSEDUR : Pengajuan dan Pencairan
Kode Bagian : 01 Pembiayaan kedua, dst
Kode Prosedur : 013
PENGAJUAN DAN PENCAIRAN
PEMBIAYAAN KEDUA DAN SETERUSNYA
A. TUJUAN
Prosedur ini dimaksudkan untuk menstandarisasi proses dan langkah-langkah persiapan yang
dilakukan sebelum melaksanakan operasional penyaluran pembiayaan tahap kedua dan
seterusnya.
B. RUANG LINGKUP
Mengatur proses dan langkah-langkah pengajuan dan pencairan pembiayaan kedua dan
seterusnya sejak proses pengajuan, uji kelayakan, persetujuan, pencairan dan penerimaan dana
serta semua administrasi proses terkait pengajuan dan pencairan pembiayaan kedua dan
seterusnya.
C. KETENTUAN
Pengajuan pembiayaan kedua dan seterusnya dilakukan bila anggota telah lunas pembiayaan
sebelumnya. Pengajuan pembiayaan bisa dilakukan bila anggota satu kelompok dan ketua
center hadir atau semua anggota center hadir. Ketika anggota tersebut lunas maka anggota
tersebut bisa langsung melakukan pengajuan pembiayaan untuk tahap selanjutnya dan minggu
depan selanjutnya anggota tersebut akan menerima pembiayaan. Untuk anggota yang
melakukan cuti pembiayaan maka anggota tersebut wajib memberitahukan kepada staf lapang
paling lambat seminggu sebelum pengajuan pembiayaan. Hal ini dimaksud untuk
mempersiapkan kelengkapan data sebelum anggota tersebut melakukan pengajuan
pembiayaan.
Berikut ini adalah ketentuan-ketentuan pengajuan dan penerimaan pembiayaannya:
1. Pada saat anggota tersebut akan lunas atau anggota yang cuti pembiayaan menyatakan
akan mengajukan pembiayaan lagi maka staf lapang akan membuat catatan prestasi
untuk mengetahui catatan/record pembiayaan dan kemajuan usaha pada pembiayaan
sebelumnya.
2. Pengisian kolom catatan prestasi pada formulir pengajuan pembiayaan dilakukan paling
cepat 5 (lima) minggu sebelum pembiayaan lunas dan paling lambat sehari sebelum
dilakukan pengajuan pembiayaan. Informasi dalam kolom catatan prestasi anggota ini
sebagai bahan pertimbangan manager cabang untuk menentukan jumlah pembiayaan
yang akan disetujui.
3. Sesuai dengan jadwal pertemuan center anggota tersebut melakukan pengajuan diawali
dengan ketua kelompok berdiri dan mengajukan anggotanya.
4. Anggota berdiri dan mengajukan pembiayaan dan menyerahkan rencana penggunaan
pembiayaan ke staf lapang.
5. Staf lapang mencatat pengajuan pembiayaan ini ke dalam formulir pengajuan pembiayaan
dan memastikan kepada anggota kelompok tersebut apakah mereka menyetujui
pengajuan anggota tersebut.
6. Jika anggota yang pengajuan maka ketua kelompok dan ketua center tanda tangan di
formulir sebagai persetujuan atas pengajuan tersebut.
SOP Operasional 2017
55

