Page 48 - OPERASIONAL
P. 48

KOPERASI                   STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
                                  MITRA DHUAFA
                                   (849/BH/MENEG/VII/2009)       OPERASIONAL

               EDISI                 :  JANUARI 2017          REVISI                       :  1
               Owner               :  OPERASIONAL             PROSEDUR          :  Pembayaran Angsuran dan
               Kode Bagian         :  01                                          Penyelesaian Delinquensy
                                                              Kode Prosedur     :  012


                         PEMBAYARAN ANGSURAN  & PENYELESAIAN DELINQUENSY


               A.  LATAR BELAKANG

                    KOMIDA  sebagai  lembaga  keuangan  yang  selalu  bersentuhan  langsung  dengan  masyarakat.
                    Bagi lembaga keuangan kepercayaan dari anggota dan masyarakat menjadi faktor kunci untuk
                    keberlangsungan lembaga itu sendiri. Dalam proses pembiayaan KOMIDA menggunakan sistem
                    Grameen Bank, dimana kelompok dan center menjadi pusat dari kegiatan pembiayaan, mulai
                    dari  penerimaan  pembiayaan,  pembayaran  angsuran  serta  transaksi  lainnya  yang  berkaitan
                    dengan simpanan anggota. Oleh sebab itu diperlukan kebijakan yang jelas tentang bagaimana
                    kegiatan  transaksi  keuangan,  khususnya  prosedur  pembayaran  angsuran  agar  bisa  berjalan
                    dengan baik dan mudah dipahami oleh staf dan anggota. Prosedur pembayaran angsuran harus
                    melihat  berbagai  aspek,  yaitu  keamanan,  kelayakan  untuk  anggota,  staf  dan  lembaga.
                    Pembiayaan  KOMIDA  tanpa  meminta  jaminan/agunan  sehingga  jika  ada  pembiayaan  yang
                    bermasalah  diperlukan  mekanisme  yang  terstruktur  dalam  proses  penyelesaiannya.  Hal  itulah
                    yang melatarbelakangi kebijakan dan prosedur ini dibuat.

               B.  RUANG LINGKUP

                    SOP ini mengatur tentang bagaimana proses penarikan angsuran, kode etik serta mekanisme
                    penyelesaian masalah yang muncul selama proses penarikan angsuran tersebut.

               C.  DEFINISI

                      Delinquensy adalah pembiayaan yang sudah lewat jatuh tempo, delinquensy terjadi apabila
                       adanya keterlambatan pembayaran angsuran.
                      MDIS adalah manajemen informasi sistem yang digunakan oleh KOMIDA untuk menyimpan
                       data digital, mengolah informasi dan menyajikan laporan dari kegiatan KOMIDA
                      Portofolio At Risk (PAR) adalah analisa yang menunjukkan tingkat outstanding yang beresiko.

               D.  KODE ETIK DALAM PROSES PENARIKAN PEMBIAYAAN

                    KOMIDA menyatakan kode etik sebagai berikut:
                      Setiap Lembaga Keuangan selalu mencoba untuk memastikan semua angsuran bisa masuk
                       tepat waktu, namun hal yang sangat penting adalah dalam proses penarikan angsuran  tidak
                       boleh menggunakan pemaksaaan, kekerasan, kasar dan melanggar etika dalam masyarakat,
                       kode etik KOMIDA  dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.
                      Tersedianya  tanda  bukti  yang  valid  yang  diterima  oleh  anggota  setiap  ada  transaksi
                       pembayaran angsuran.
                      Dilakukan oleh staf yang sudah terlatih untuk melakukan tugas dan tanggungjawabnya.

                    Oleh  karena  itu  kebijakan  penarikan  angsuran  di  KOMIDA  mengedepankan  pendekatan  rasa
                    hormat dan menjaga martabat anggota KOMIDA. KOMIDA tidak memperbolehkan adanya unsur
                    kekerasan,  kasar  dan  pemaksaan  dalam  proses  penarikan  angsuran,  KOMIDA  lebih  memilih
                    proses  yang  adil  dan  kekeluargaan.  KOMIDA  yakin  dengan  tetap  berlaku  adil,  pendekatan


               SOP Operasional 2017
                                                                                                        47
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53