Page 107 - 129 cover
P. 107
Biologi untuk SMA/MA kelas XII Program IPA
adenin diganti menjadi basa guanin atau sebaliknya.
Sedangkan, transisi sesama basa pirimidin, misalnya basa timin
diganti oleh basa sitosin atau sebaliknya.
Tranversi adalah penggantian basa purin oleh basa
pirimidin, atau basa pirimidin oleh basa purin. Tranversi basa
purin oleh basa pirimidin, misalnya basa adenin atau guanin
diganti menjadi basa timin atau sitosin. Tranversi basa pirimidin
oleh basa purin, misalnya basa timin atau sitosin menjadi basa
adenin atau guanin.
Subtitusi pasangan basa ini kadang-kadang tidak
menyebabkan perubahan protein, karena adanya kodon
sinonim (kodon yang terdiri atas tiga urutan basa yang berbeda,
tetapi menghasilkan asam amino yang sama). Misalnya, basa
nitrogen pada DNA adalah CGC menjadi CGA sehingga terjadi
perubahan kodon pada RNA-d dari GCG menjadi GCU.
Sedangkan, asam amino yang dipanggil sama, yaitu arginin.
b. Penambahan atau pengurangan pasangan basa
Mutasi gen yang lain adalah perubahan jumlah basa akibat
penambahan atau pengurangan basa. Penambahan atau
pengurangan basa pada DNA dapat menyebabkan perubahan
sederetan kodon RNA-d yang terdapat di belakang titik
perubahan tersebut, berarti juga akan terjadi perubahan asam
amino yang disandikan melalui RNA-d tersebut. Akibat lain
dari penambahan atau pengurangan basa adalah terjadinya
pergeseran kodon akhir pada RNA-d. Pergeseran kodon akhir
menyebabkan rantai polipeptida mutan menjadi lebih panjang
atau lebih pendek. Mutasi ini disebut juga mutasi ubah rangka
karena menyebabkan perubahan ukuran pada DNA maupun
polipeptida.
Mutasi ubah rangka ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
penambahan basa (adisi) dan pengurangan basa (delesi).
Mutasi karena penambahan basa, misalnya basa DNA awalnya
Kanker merupakan suatu AGC-GTC menjadi TAG-CGT-C… . Sedangkan, jika basa DNA
penyakit yang disebabkan tersebut mengalami pengurangan basa maka urutannya
oleh pembelahan sel yang menjadi GCG-TC... . Penambahan atau pengurangan basa
tidak terkendali. Hal ini
disebabkan karena sel tersebut dapat terjadi di bagian awal, di tengah, atau di akhir.
mengalami mutasi. Sel kanker
akan membelah terus
menerus menjadi sel tumor. 2. Mutasi Kromosom
Misalnya, tumor ovari (lihat
gambar di atas). Sel kanker Selain terjadi pada tingkat gen, mutasi juga dapat terjadi
disebabkan oleh radiasi pada tingkat kromosom, atau disebut juga aberasi kromosom.
ionisasi (sinar x, sinar x dan Mutasi kromosom ini mengakibatkan perubahan sejumlah basa
partikel-partikel radioaktif),
senyawa kimia, seperti yang berdampingan pada rantai DNA atau perubahan
benzopyrene dan lain-lain. runtunan nukleotida dalam suatu ruas gen sehingga akibat yang
(Sumber: Encarta, 2005) ditimbulkan pada fenotip individu menjadi lebih nyata.
96

