Page 108 - 129 cover
P. 108

Bab 5 Hereditas dan Mutasi


                        Mutasi kromosom dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
                   mutasi yang diakibatkan oleh perubahan struktur kromosom
                   karena hilang atau bertambahnya segmen kromosom, dan
                   perubahan jumlah kromosom. Mutasi kromosom ini biasanya
                   diakibatkan oleh kesalahan pada waktu meiosis melalui
                   peristiwa pautan, pindah silang, atau gagal berpisah.


                   a.   Perubahan struktur kromosom
                        Perubahan struktur kromosom merupakan penataan
                   kembali struktur kromosom akibat terjadinya delesi, duplikasi,
                   inversi, dan translokasi kromosom.
                   1)   Delesi kromosom
                        Delesi adalah mutasi akibat hilangnya dua atau lebih
                   nukleotida yang berdampingan. Apabila rangkaian basa yang
                   hilang merupakan suatu ruas yang lebih kecil dari panjang gen,
                   maka gen tersebut akan bermutasi, tetapi bila rangkaian
                   nukleotida yang hilang lebih besar dari ruas suatu gen, maka
                   gen tersebut akan hilang dari kromosom.
                        Contoh delesi kromosom terjadi pada kromosom X
                   Drosophila melanogaster yang berukuran lebih pendek.  Mutan
                   ini bersifat resesif dan letal, dapat hidup hanya dalam bentuk
                   heterozigot.












                                                                                     Gambar 5.11
                                                                                     Delesi kromosom
                   2)   Duplikasi kromosom
                        Duplikasi adalah mutasi yang terjadi karena penambahan
                   ruas kromosom atau gen dengan ruas yang telah ada
                   sebelumnya. Sehingga, terjadi pengulangan ruas-ruas DNA
                   dengan runtunan basa yang sama yang mengakibatkan
                   kromosom mutan lebih panjang.

                        Contoh perubahan fenotip akibat proses
                   duplikasi adalah gen bar pada  Drosophila
                   melanogaster. Penambahan gen pada kromosom
                   lalat buah ini mengakibatkan peningkatan enzim
                   tertentu yang menyebabkan ketidakseimbangan
                   metabolisme.

                                                                                     Gambar 5.12
                                                                                     Duplikasi kromosom




                                                                                                       97
   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113