Page 25 - Normal Pendidikan Fondasi-Nilai dan Prinsip CU-2020-ok
P. 25

Meski demikian  Friedrich Wilhelm Raiffeisen tidak patah arang. Strategi baru pun
               sudah disiapkannya untuk mengatasi keadaan sebelumnya. Ia pun mencetuskan ide
               agar  mengumpulkan  roti,  maka  Raiffeisen  pun  kemudian  mendirikan  Brotveiren,
               yakni suatu kelompok yang membagi-bagikan roti kepada kaum miskin.
                  Tidak hanya itu, Raiffeisen kemudian mendirikan pabrik roti. Pabrik ini menjual
               roti kepada orang yang tidak mampu dengan harga murah. Raiffeisen juga mendirikan
               perkumpulan yang bertugas meminjamkan uang dan membeli bibit kentang kepada
               petani. Tetapi hal itu ternyata juga tidak menyelesaikan masalah kemiskinan secara
               permanen.  Kesimpulannya  “Hari  ini  diberi,  besok  sudah  habis”  begitu
               seterusnya.
                  Raiffeisen kemudian pindah ke Heddersdoff dan menjabat lagi menjadi walikota
               (1852-1865).     Di    kota    ini   dia    juga    mendirikan      perkumpulan       yang
               dinamakan Heddesdorfer Welfare Organization, yaitu suatu organisasi yang bergerak
               dalam  bidang  sosial  dan  pendidikan.  Kemudian  organisasi  ini  dikenal  luas  oleh
               masyarakat.
                  Walaupun  pengorganisasiannya  berhasil  tetapi  kemudian  muncul  berbagai
               kendala.  Para  penanam  modal  dari  kaum  kaya  mulai  luntur  semangatnya,  karena
               keuntungan organisasi tersebut tidak mereka rasakan. Reiffeisen terus memperbaiki
               dan  menyempurnakan  gagasan  terutama  mengenai  prinsip  dan  metode
               pengorganisasian masyarakat.
                  Akhirnya  ia  mengganti  pendekatan  dari  pendekatan  derma  dan  belas  kasihan
               dengan  PRINSIP  MENOLONG  DIRI  SENDIRI  (selfhelp).    Raiffeisen  selalu
               menyatakan  bahwa  ada  hubungan  antara  kemiskinan  dan  ketergantungan.  Untuk
               menghapus  kemiskinan, seseorang harus melawan ketergantungannya.
                  Ia pun mempopulerkan  apa yang dikenal dengan formula Tiga S : Self-Help, Self-
               Governance,       Self-responsibility     (menolong      diri,    memerintah       sendiri,
               bertanggungjawab  sendiri).  Kebebasan  atas  ketergantungan  dari  pemberian,  dari
               politik dan dari tengkulak.
                  Ternyata     pendekatan      ini   sukses.    Tahun      1864    Friedrich     Wilhelm
               Raiffeisen  mendirikan  sebuah  organisasi  baru  berama  “Heddesdorfer  Credit
               Union” dimana kebanyakan anggotanya adalah para petani.


               25 | P a g e -   D i k l a t   P e n d a l a m a n   N i l a i - N i l a i   C U
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30