Page 91 - PANJUL DAN SAMIN
P. 91
warga berada di sawah saling membantu menanam
padi.
Suara Samin dari kejauhan memanggil Panjul,
membuat bocah kecil yang duduk di teras rumah itu
berdiri dan pandangannya menantap kearah suara.
“Ada apa, Min? Tumben kau ke sini sendiri. Mana
Sumari, Supriyono, Jumari dan lainnya,” tanya Panjul
sambil menghampiri Samin.
“Iya, Njul. Mereka ada di rumah Yudi. Aku kesini
untuk mengajakmu ke rumahnya Yudi.”
“Memangnya ada apa di sana? Bukankah setiap
kali mereka yang bermain ke rumahku? tanya Panjul.
“Iya mereka mau mengajakmu bermain kelereng,”
jawab Samin.”
“Tapi aku sedang menunggu rumah. Bapak dan
Emakku sedang berada di sawah. Bagaimana kalau aku
kesana, nanti orangtuaku pulang. Aku bisa dimarahi to,
Min!” kata Panjul takut, “Gini aja, Min, ajak mereka
semua ke sini, kita bermain di halaman rumahku saja.
Sambil menemaniku menjaga rumah, gitu. Bagaimana?”
tanya Panjul.”
“Baiklah, Njul.”
Samin pun bergegas meninggalkan rumah Panjul
dengan maksud untuk memanggil teman-temannya yang
berada di rumah Yudi. Setelah beberapa menit, Samin,
Sumari, Supriyono dan Yudi sudah berada di halaman
rumah Panjul.
80

