Page 181 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 181
Terjebak BLT
Oleh: Neti Soelistyani
S
emua berawal dari bantuan langsung tunai (BLT) yang
dikucurkan pemerintah kepada masyarakat. Maksud
pemerintah ingin membantu masyarakat yang
mengalami kesulitan ekonomi selama masa pandemi.
Bantuan itu sebesar tiga ratus ribu rupiah setiap bulannya.
Lumayan daripada tidak ada penghasilan sama sekali. Namun,
kebaikan pemerintah membuat orang terlena, tak mau
berusaha, hanya mengandalkan BLT saja.
Seperti biasanya pagi ini Marni sibuk membuat sarapan di
dapur. Tangannya dengan terampil melakukan beberapa
pekerjaan dalam waktu yang sama. Memasak air, menanak
nasi, sambil menggoreng tempe. Setelah itu menggoreng
cabai merah, bawang putih, dan terasi. Akhirnya sambal
terasi pun jadi. Marni langsung menyiapkan sarapan di meja
dengan menu sambal terasi dan tempe goreng.
Marni segera menuju bilik sempit tempat Wakidi,
suaminya, tertidur pulas. Masih terdengar dengkurnya
berirama jaz campursari. Entahlah, hanya Wakidi yang tahu.
Marni segera membuka gorden karena memang biliknya tak
berpintu. Maklum buat beli beras saja pas‐pasan, apalagi beli
pintu.
“Bangun, bangun, sudah siang, Kang!” teriak Marni
sambil menarik sarung Wakidi.
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 169

