Page 221 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 221

Rosa  bercerita  padaku  kalau  Ayah  Jackly  seorang  sopir
              yang pemabuk dan pejudi. Ibunya penadah dan penjual togel.
              “Jackly tak ingin seperti mereka, dia ingin berubah. Makanya
              dia nekat datang padamu untuk belajar sewaktu hujan lebat,”
              tutur Rossa.
                  Aku  tersentuh  mendengarnya.  Rasanya  ingin  kuangkat
              dia menjadi anak untuk menjauhkannya dari pengaruh buruk
              lingkungan.
                                          ***
                  Sudah  dua  bulan  Jackly  tak  pernah  datang  lagi.  Rossa
              juga  sudah  berulang  kali  mencari  ke  rumahnya.  Namun,
              jawaban  sang  ibu  hanyalah  gelengan  kepala.  Aku
              mencemaskannya,  masihkah  dia  berharap  akan  perubahan
              itu? Hingga akhirnya di suatu sore dia muncul.
                  “Jackly ke sini karena rindu sama ibu,” ucapnya.
                  Aku kaget. “Jadi hanya untuk menuntaskan rindu saja dia
              datang?” pikirku.

                  Matanya  tajam  menatapku,  auranya  begitu  mencekam.
              Tapi, aku harus memperlihatkan sikap persahabatan .
                  Sejenak  dia  tersenyum  dan  berkata,  “Jackly  akan  pergi
              mencari  pekerjaan,  Bu.  Kalau  sudah  dapat  nanti  Ibu  akan
              Jackly kabari.”
                  Aku  hanya  melongo  mendengar  ucapannya.  Dia  pergi
              menjauh dariku. “Jackly!” teriakku. Ia terus berlari, tak peduli
              dengan panggilanku.
                  Sejak  saat  itu  aku  tak  pernah  lagi  bertemu  dengannya.
              Ada gerimis pilu di dalam hati. Kuambil koran dan membaca
              headline‐nya ”Pembunuhan Keji pada Sopir Taksi”.




                                Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 209
   216   217   218   219   220   221   222   223   224   225   226