Page 218 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 218
menyambut dengan sukacita. Teman kerjaku banyak yang
menyenangkan, mereka tahu bagaimana menggembirakan
hatiku.
Kami berencana akan pergi wisata. Kami berfoto dan
memuaskan hati berkeliling. Berlari‐lari seperti anak kecil
yang membuat kami segar, melupakan rutinitas. Kami
mengirimkan kebersamaan di media sosial masing‐masing
dan banyak yang menyukainya.
Esoknya, tetiba Arjuna menghubungiku. Tidak
mengatakan kerinduannya. Tapi, kurasakan betapa dia
menahan rasa rindu. Arjuna mengatakan ada acara di kotanya
dan berharap aku bisa hadir. Dia tahu aku suka belajar dan
kemungkinan besar akan mengiyakan keinginannya.
Ajaib, ibu mengizinkan aku pergi. Padahal dia tahu, kota
yang akan kutuju adalah tempat tinggal Arjuna. Aku
melakukan rapid test. Begitulah protokol masa pandemi. Tak
lupa kupakai face shield dan masker.
Sepanjang perjalanan, aku hanya memikirkan ketika dia
menyambutku di stasiun. Kami sudah lama tidak bertemu.
Aku akan pasang wajah tidak peduli karena dia pun tidak
memedulikanku. Walau aku sangat merindukannya.
Sampailah aku di kotanya. Arjuna bilang, tunggu sampai
dia menjemput. Tidak lama, dia datang. Aku disambutnya
dengan tatapan mesra dan mendokumentasi kehadiranku.
Direkamnya hingga masuk ke dalam mobil berwarna jingga.
Tidak lama, dia sematkan cincin sembari berbisik,
”Aku ingin kamu dan aku berjuang untuk kita.” Hatiku
terasa berbunga.
206 | 80 Cerpenis MediaGuru

