Page 215 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 215
Namun, belum sampai di rumah, Nastuti melihat Habibi
duduk di bangku tua yang ada di depan rumah.
“Ibu, aku kok ditinggal,” ujarnya sambil merungut manja
padaku.
Kucium keningnya sambil berucap, “Alhamdulillah.”
Ternyata sewaktu menstarter sepeda motor Habibi
belum naik ke boncengan. Dia berlari ke rumah mengambil
peci/songkok yang ketinggalan.
Profil Pengarang
Cerpen ini ditulis oleh Puji Hastuti, lahir di Grobogan 21
Oktober 1972. Dia bekerja sebagai staf administrasi SMP N 3
Geyer Kab.Grobogan. Dia juga berwiraswasta di bidang
penjualan. Sekarang tinggal di Purwodadi bersama suaminya,
Darmawan Widodo, putra tercinta Annisa Dhamayanti
Widodo, dan Habibie Icshan Widodo
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 203

