Page 210 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 210
dipersilakan memasuki ruangan yang sudah didekor dengan
begitu apik. Setelah duduk di posisi yang sudah disediakan,
aku merasa nervous sebelum acara dimulai.
Dengan mengikuti langkah demi langkah, acara berjalan
dengan mulus. Sampailah pada acara puncak. Kedua calon
yang bertunangan mengambil tempat untuk acara tukar
cincin tanda pertunangan. Aku sangat kagum melihat
dandanan Lingga ibarat bidadari dari kayangan dan serasi
dengan kulitnya. Terakhir acara, kami berfoto‐foto untuk
mengabadikan momen penting ini.
Ibarat kata pepatah, mujur tak dapat diraih malang
sekejap mata. Bermula dari sini Lingga tiba‐tiba ambruk tanpa
tahu penyebabnya. Ibu Lingga memberitahuku. Aku langsung
mendatangi rumah Lingga. Aku lihat orang ramai
berkerumun, hatiku kacau dan hancur membayangkan hal
buruk terjadi pada tunanganku. Aku masuk menembus
kerumunan orang tersebut tanpa menghiraukan orang lain.
Ibu Lingga menyambutku dengan berurai air mata.
Tanpa pikir panjang aku meminta izin membawa Lingga
ke rumah sakit. Tiba di sana, langsung kubawa ke ruang IGD
supaya mendapatkan pertolongan langsung dari paramedis.
Setelah diperiksa hasil laboratoriumnya menyatakan
Lingga mengidap penyakit tumor otak. Hatiku hancur
berkeping‐keping mendengar berita ini. Terbayang kejadian
yang terburuk bakal terjadi di antara aku dan Lingga. Kami
berusaha menghibur dan menyenangkan hatinya di saat
konsultasi dengan dokter yang menanganinya. Aku berharap
kepada dokter agar secepatnya mengambil keputusan untuk
198 | 80 Cerpenis MediaGuru

