Page 214 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 214

bertaburan  menampar  wajah.  Nastuti  memperlambat
             kendaraannya. Pikirannya kacau, ketakutan melanda jika tidak
             bisa menjemput anaknya.
                 “Makanya, Nak, sudah Ibu ingatkan dari siang untuk siap‐
             siap,  kamu  malah  nyantai,”  Nastuti  terus  nyerocos  tanpa
             mempedulikan  jawaban  anaknya,  “anginnya  banter  banget
             ya,  Bi.  Nanti  kalau  hujannya  lebat,  Ibu  mengantar  sampai
             ujung  jembatan  saja  ya.  Salah  siapa  tidak  menyiapkan  lebih
             awal.”
                 Angin  yang  semakin  kencang  tidak  dipedulikan  oleh
             Nastuti.  Terkadang  angin  nakal  itu  menyingkap  rok  yang
             dipakainya. Bibirnya komat‐kamit memohon belas kasih‐Nya.
             Semoga  hujan  tidak  turun  dan  diberi  keselamatan  selama
             mengantar anaknya.
                  Nastuti  terperangah  oleh  suara  yang  sangat  keras.
             Ternyata pagar bambu di samping jalan yang dia lewati roboh
             persis  di  samping  kendaraannya.  Dia  kaget,  langsung

             menghentikan  kendaraan  dan  berputar  arah.  Namun  apa
             yang terjadi? Boncengannya terasa ringan, ketika melihat ke
             belakang anaknya tidak ada di boncengan. Ya, Tuhan.
                 Anak  kesayanganya  tidak  ada.  Kakinya  terasa  lemas.
             Berbagai  kejadian  buruk  menyelimuti  pikirannya.  “Apakah
             petir menyambar anakku ? Apakah anakku jatuh dan aku tidak
             tahu?”
                 Nastuti  tidak  tahu  mau  bertanya  kepada  siapa.  Tak  ada
             satu  orang  pun  yang  dia  temui.  Kendaraannya  terus  melaju
             sambil berharap bisa menemukan anaknya. Mungkin terjatuh
             ketika  melewati  polisi  tidur  ala  kampung.  Ah,  entahlah.




             202 | 80 Cerpenis MediaGuru
   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219