Page 209 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 209

Lingga

                                   Oleh: Nuryasni



              H
                      ubungan  ini  berjalan  seperti  air  mengalir  tanpa  ada
                      hambatan yang berarti. Aku dan Lingga menjalaninya
                      dengan  serius.  Dalam  kesendirian  aku  sering
              merenung  seakan‐akan  bayangan  Lingga  menari‐nari  di
              pelupuk mataku. Aku selalu ingin dekat dengannya, walaupun
              hanya sesaat untuk melihat parasnya yang cantik. Ditambah
              alis  matanya  yang  tebal  bak  semut  beriring.  Sulit  mata  ini
              terpejam  kalau  teringat  Lingga.  Dia  adalah  gadis  yang
              sempurna bagiku.
                   Hubungan  aku  dan  Lingga  sudah  diterima  oleh  pihak
              keluarga  masing‐masing.  Aku  membawa  Lingga  ke  rumah
              menemui orang tuaku. Sebelumnya aku sudah menceritakan
              semua tentang Lingga.
                   Aku  mengantar  Lingga  pulang  ke  rumah  orang  tuanya.
              Singkat  cerita,  aku  mengutarakan  maksud  hati  untuk
              melegalkan  hubungan  ini.  Niatku  disambut  baik  oleh  orang
              tua Lingga. Tetapi, orang tua Lingga minta kami bertunangan
              dulu.
                   Setelah  kedua  belah  pihak  menyetujui,  maka  disepakati
              hari  dan  tanggal  untuk  melangsungkan  pertunangan.  Aku
              terasa  bermimpi  dapat  memiliki  Lingga.  Memilikinya  adalah
              suatu anugerah yang terindah dalam hidupku.
                   Hari  pertunanganku  tiba.  Pihak  keluargaku  berkunjung
              ke  rumah  Lingga  dengan  membawa  bawaan.  Kami


                                 Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 197
   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214