Page 252 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 252
Sore ini Cinta ingin mengenang semuanya sekali lagi.
Ingin merasakan kembali apa yang ada dalam hatinya, seperti
yang dirasakan satu tahun silam. Kala masih mampu
tersenyum dan sanggup melihat dunia di luar sana. Ah, semua
kenangan itu tetiba menyapa. Seolah menari‐nari dalam
pikirannya. Hingga tak sanggup lagi Cinta pergi menjauh.
“Cinta Habibah dan Raihan Atmojo, kalian sah menjadi
suami istri.” Salah satu kalimat terindah yang pernah
didengarnya. Ketika penghulu menyatakan, bahwa dia dan
pria berwibawa itu resmi menjadi sepasang suami istri.
Seorang pria yang telah meluluhkan hatinya. Mampu
membawanya terbang tinggi ke alam nirwana. Memberinya
sejuta kebahagiaan. Selalu mengusap air matanya kala duka
dan selalu memberinya kehangatan kala dingin melanda.
Seperti yang dia rasakan saat ini.
Masih segar dalam ingatan Cinta, ketika Raihan memberi
kejutan di hari ulang tahunnya, dua minggu setelah hari
pernikahan. Raihan memeluknya dari belakang, sambil
membisikkan kata‐kata indah, “Ana uhibbu ilaiki.” Lalu seikat
mawar merah diletakkan di atas meja oval dekat jendela. Tak
lupa dipetiknya setangkai untuk diselipkan di antara hijab dan
pipinya.
Semilir angin berembus lembut membelai keduanya.
Seolah turut merasakan kebahagiaan yang sedang mereka
rengkuh. Raihan, laki‐laki pertama yang mengisi hati Cinta. Dia
mampu menjadi pengganti ayahnya yang telah tiada. Seorang
lelaki dewasa dan bijaksana. Raihan tahu bagaimana sifat
Cinta yang manja. Bahkan, Raihan seorang pemimpin dalam
hidup Cinta. Dia selalu menjadi imam dalam setiap salatnya.
240 | 80 Cerpenis MediaGuru

