Page 254 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 254
Menghapus Cintamu
Oleh: Solvia Jamal
S
enandung gemercik hujan menghiasi ruang hatiku yang
sepi. Mengusik kerinduan pada mantan istriku, Anisa,
serta anakku Riko dan Rani. Mereka tak kutemukan lagi
ketika sadar dari koma.
Aku koma selama satu tahun karena kecelakaan. Peristiwa
naas itu membuat Anisa meninggalkanku, menikah dengan
pria lain. Mata ini tak beralih memandang hujan yang kian
deras dari balik jendela kamar. Langit makin kelam tertutup
awan hitam, mencekam jiwaku yang hampa.
Anganku melayang, menjemput cerita masa lalu. Aku
seorang direktur perusahaan. Wajahku yang tampan, kulit
coklat, hidung mancung, serta postur tubuh atletis membuat
banyak perempuan mendekatiku. Anisa adalah sekretarisku.
Hatiku tertawan oleh kecantikan dan sikapnya yang manja.
Di sebuah kafe, ditemani lampu yang temaram,
kuungkapkan perasaan cinta padanya. Sebentuk cincin berlian
kusematkan di jemarinya yang lentik.
"Anisa, aku mencintaimu. Maukah kamu menjadi pacaku?"
ucapku sembari menatapnya lekat penuh harap.
"Ya, Pak Rizal, aku mau jadi pacarmu," jawab Anisa
tersenyum manis. Bola matanya berbinar indah.
"Jangan panggil ‘Pak’, panggil aku ‘Uda’ atau ‘’Da Zal,"
pintaku dengan penuh kebahagiaan.
242 | 80 Cerpenis MediaGuru

