Page 259 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 259

“Mas, Mas Sumijo. Apa benar itu, Mas?” ucapnya gugup
              sambil  kepala  tertunduk.  Namun,  dalam  hatinya  dia
              bergumam apakah ini jawaban doaku selama ini.
                  “Dik  Romlah,  kamu  telah  menari‐nari  di  hatiku.  Entah
              kenapa  perasaanku  berbeda  denganmu.  Alangkah  baiknya
              kalau  kita  jalani  dulu.  Aku  berharap  Dik  Romlah  mau  jadi
              kekasihku,” kata Sumijo.
                  Romlah hanya mengangguk memberi kode kalau dia juga
              mau jadi kekasih Sumijo. Itu adalah bukti dari pepatah jawa
              “witing tresno jalaran soko kulino”.
                   Dan  pada  suatu  ketika,  Romlah  dipanggil  atasannya
              karena ada sesuatu hal yang ingin disampaikan.
                   “Romlah  ini  ada  surat  tugas  kamu  dialihtugaskan  ke
              kantor  cabang  yang  baru.  Kamu  dianggap  mampu  untuk
              bekerja  di  sana.  Ini  juga  promosi  untuk  jabatanmu,”  kata
              atasannya.
                   “Yang  benar,  Bapak?”  sahut  Romlah  dengan  hati  yang

              bercampur aduk. Ada perasaan suka dan sedih karena harus
              berbeda  kantor  dengan  Sumijo.  Romlah  langsung  menemui
              kekasihnya dan bercerita akan kepindahannya lusa.
                   “Selamat  ya,  Dik.  Semoga  di  tempat  yang  baru  dapat
              meningkatkan  karirmu,”  ucap  Sumijo  dengan  berat  hati
              karena harus melepas Romlah.
                   “Mas,  jaga  diri  baik‐baik,  ya.  Meski  kita  jauh,  namun
              masih dekat di hati,” lanjut Romlah.
                  Mereka pun tak sekantor lagi. Hingga saat ini, hubungan
              mereka masih bersambung dan baik‐baik saja. Mereka saling
              komitmen  untuk  saling  setia.  Akan  tetapi,  Romlah  selalu
              cemburu pada kekasihnya yang ganteng itu. Posisi Romlah di


                                Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 247
   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264