Page 300 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 300

Kami  duduk‐duduk  sambil  mendengarkan  informasi  dari
             pengeras suara. ”Tiket, paspor, surat‐surat, dan yang lainnya
             tidak  ada  yang  tertinggal  ‘kan?  aku  kembali  mengingatkan,
             “jangan  lupa  perhatikan  waktu  salat.  Mungkin  di  sana
             waktunya akan berbeda.”
                 Perasaanku berkecamuk di dalam dada, yang aku sendiri
             tidak bisa menafsirinya. Teringat waktu kau masih kecil, bau
             pesing  masih  terasa  menyengat,  tapi  tetap  berlari  menuju
             kamar kakakmu, bercanda ria dengannya.
                 “Hewan  apa  yang  terkenal  di  New  Zeland,”  tanya
             abangmu.
                 Dengan ceria kau jawab, “Burung kiwi.”
                 Rasanya  belum  lama  peristiwa  itu  mengikuti  langkahku.
             Ketika  kau  mentertawakan  saat  kerudung  terlilit  tak
             beraturan  di  kepalaku,  ”Haha,  Ibu  seperti  orang  yang  mau
             perang.”
                 Rasanya  belum  lama  juga  aku  mengejarmu  untuk

             memakaikan baju karena kau berlari‐lari setelah mandi. Ketika
             aku membujukmu agar mau makan sayur, “Lihat itu Popeye,
             sangat kuat dan sehat karena dia makan sayur.” Mengingat
             itu aku jadi tersenyum sendiri .
                 Kini  kau  sudah  besar,  dewasa.  Ayunkan  langkahmu
             dengan  semangat.  Tak  perlu  ragu,  walaupun  kau  belum
             pernah malaluinya. Kuucapkan selamat jalan dan hati‐hati di
             sana,  Italia.  Semoga  ilmu  yang  didapat  bermanfaat  untuk
             masa depanmu. Amin.







             288 | 80 Cerpenis MediaGuru
   295   296   297   298   299   300   301   302   303   304   305