Page 295 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 295

dari  wajahnya  yang  menua.  Kerudung  yang  dipakai  asal‐
              asalan.  Pakaian  yang  digunakan  pun  tidak  cocok  dengan
              acara,  norak.  Selesai  acara,  mamak  mencuci  piring  sendiri.
              Suara  piring  beradu  terdengar  hingga  ruang  tamu.  Sisil
              merasa risih, malu. Dihadapan calon suaminya, perangai kasar
              yang mamak perlihatkan.
                  Selesai  acara  lamaran,  Sisil  mendapat  pesan  dari  calon
              suaminya.  Mamak  Rian  mengurungkan  restu  untuk  mereka.
              Mendung  menggelayuti  langit‐langit.  Air  mata  menetes
              mengiringi  setiap  kata  yang  Sisil  baca.  Diredam  emosinya
              dengan  meyakinkan  hati  bahwa  segala  sesuatu  yang  terjadi
              pastilah  atas  ijin  Allah.  Baik  maupun  buruk.  Sisil  semakin
              termotivasi  merayu‐rayu  Allah.  Sisil  semakin  khusuk
              mengerjakan salat Tahajud, Witir, Duha, dan Rawatib. Puasa
              sunat pun tak luput dikerjakannya. Seminggu sekali dia juga
              mengunjungi  yayasan  yatim  piatu.  Sisil  tak  ingin  kekacauan
              hatinya membuat kacau pula hubungannya dengan Rabb.

                  Hampir  sebulan  Sisil  tak  berkomunikasi  dengan  Rian.
              Hingga siang itu, Sisil mendapatkan pesan dari Rian.
                  “Bismillah, afwan, ukhti. Ini nomor saya, Rian. Sebulan ini
              tak  berkomunikasi  karena  sedang  memantapkan  hati.  Allah
              telah  menguatkan  saya  untuk  melanjutkan  hubungan  ini  ke
              jenjang  pernikahan.  Dalam  sebulan  ini,  saya  berusaha
              membujuk  mamak  untuk  merestui  kita.  Hingga  akhirnya
              beliau memberikan restu. Saya dan keluarga akan datang ke
              rumah  Sisil  pekan  depan  untuk  melangsungkan  akad  nikah.
              Itu  jika  kamu  setuju.  Bagaimana?”  Pesan  yang  panjang
              disampaikan oleh Rian.




                                Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 283
   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300