Page 294 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 294
Tak mungkin mamak minta bantuan pada kakak Sisil yang
sudah menikah, meskipun menantunya seorang dokter.
Terlebih anak perempuan pertama mamak menggantungkan
kebutuhan hidup pada suaminya. Minta bantuan pada Yanto
juga tak mungkin. Apalagi adik‐adiknya masih sekolah. Hari ini
sudah tanggal 10. Seharusnya, mamak sudah membayar
tagihan air dan listrik. Mamak minta Sisil yang membayar.
***
Pada Oktober 2012 Sisil sedang duduk berdua dengan
Bapak di ruang tamu. Mamak tak sengaja lewat. Didengarnya
percakapan mereka. Sisil menceritakan kalau temannya mau
datang ke rumah, berkenalan dengan keluarganya.
Keesokan harinya bapak berkenalan dengan lelaki yang
Sisil kenal melalui temannya. Siang hari, tepat setelah salat
Zuhur dilaksanakan. Bapak menyambut lelaki itu dengan
hangat. Lelaki dari kota seberang. Namanya Rian, tubuhnya
tegap dan atletis. Sisil mengintip di balik jendela dapur. Dia
datang memakai baju putih dengan celana hitam cingkrang di
atas mata kaki.
Lelaki yang usianya terpaut setahun dengan Sisil. Rian
bekerja sebagai operator di salah satu pabrik mesin terbesar
di ibukota provinsi. Anak ketiga dari tiga bersaudara.
Informasi itu Sisil dapatkan dari biodata yang diberikan oleh
temannya. Lelaki berwajah maskulin itu menarik perhatian
Sisil.
Seminggu setelah pertemuan dengan bapak, Rian
membawa orang tuanya untuk melamar Sisil. Kebahagiaan
menyelimuti Sisil, tapi tidak dengan mamak. Mamak terlihat
cemberut sepanjang acara lamaran. Senyum seakan menjauh
282 | 80 Cerpenis MediaGuru

