Page 289 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 289

Laila seketika melepas pelukan suaminya.
                  “Begitu mudahnya Abang minta maaf setelah sekian lama
              aku tak dianggap. Hatiku sungguh sakit,“ sahut Laila.
                  “Tapi Laila, Abang mau ....”
                  “Sudah cukup, aku tak mau berdebat!” Potong Laila.
                  “Pergilah, tinggalkan saja aku. Jangan pedulikan lagi, aku
              bukan    lagi   siapa‐siapa   abang!”   Bertubi‐tubi   Laila
              menumpahkan perasaannya yang membuncah.
                  Harun tak mampu lagi berkata‐kata. Dia beringsut pergi.
                  “Halo,  selamat  malam,  dengan  Ibu  Laila,  istrinya  Pak
              Harun?” Seseorang berkata di ujung telpon.
                  “Ya,  Bapak  siapa  dan  ada  apa  ya,  Pak?”  sahut  Laila.
              Hatinya mulai berkecamuk.
                  “Bu,  kami  polisi.  Suami  Ibu  mengalami  kecelakaan  dan
              sekarang sudah berada di rumah sakit”
                  Seketika  gawainya  terjatuh,  Laila  tak  mampu  lagi
              bersuara.  Raganya  melemah,  terbayang  hal  yang  tak

              diinginkan.  Dia  menyesal  sudah  membuat  keputusan  yang
              salah. Di hatinya sungguh masih ada cinta untuk suaminya





















                                Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 277
   284   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294