Page 293 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 293

“Mak,  tolong  jangan  suruh  Sisil  pinjam  uang  ke  bank.
              Bukankah  kemarin  uang  Sisil  juga  buat  menebus  sertifikat
              rumah ini, Mak?”
                  “Apa  tak  ikhlas  kamu  membantu  Mamak?  Coba  hitung,
              berapa biaya sekolahmu dari TK hingga sarjana? Lebih banyak
              Mamak  yang  memberikan  dibanding  yang  kamu  berikan
              kepada Mamak.”
                  “Sisil tahu, Mak, tapi bukan itu maksudnya. Sisil tak ada
              uang lagi, Mak. Simpanan Sisil yang tak seberapa juga sudah
              dipakai untuk merenovasi rumah.”
                  “Hitung‐hitungan  kamu  ke  Mamak?  Sudah  untung
              Mamak menyekolahkan. Begini balasanmu?”
                  Sisil diam, tak bisa berargumen lagi. Sisil lahir di keluarga
              yang  mementingkan  edukasi.  Mamak  sibuk  bekerja,
              mengumpulkan pundi‐pundi uang. Dia memenuhi kebutuhan
              materi anak‐anaknya. Tak peduli siang dan malam, dia terus
              bekerja. Sisil dan keempat saudara yang lain diasuh bibi. Dia

              yang  menyiapkan  segala  kebutuhan  sekolah,  sedangkan
              nenek yang mengurus menu makan.
                  Bertahun‐tahun  kejadian  seperti  itu,  hingga  Sisil  merasa
              lebih dekat kepada bibi dan nenek daripada ibu. Kalau bapak,
              beliau  yang  sering  mengajar  Sisil  dan  saudaranya  mengaji.
              Biasanya mereka mengaji setelah salat maghrib.
                  Mamak  menyekolahkan  Sisil dengan  segala  peluh. Kerja
              keras  tak  kenal  lelah.  Tentu  berdua  dengan  bapak.  Mamak
              tak bisa bekerja sendiri di pasar. Kini mamak berhenti jualan,
              bapak sudah lama meninggal. Mamak menggantungkan biaya
              hidup pada Sisil.




                                 Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 281
   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297   298