Page 291 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 291
Tali yang Putus
Oleh: Susi Hartatik
A
da orang yang memutuskan pertalian darah demi
sepeda motor, rumah, tanah, atau hal‐hal yang
serupa. Lantas mengusir darahnya menjadi debu.
Kejadian itu ada. Sisil ada di posisi terusir sekarang. Mamak
membuangnya, dia dikatakan tak tahu adat. Sudah menikah
masih saja menumpang. Bahkan, anak‐anaknya pun dianggap
petaka. Kebisingan mereka membuat mamak tak nyenyak
tidur. Tak hanya itu, ditusuknya suami Sisil dengan
pengkhianatan yang menyakitkan.
Malam semakin sunyi. Jam dinding menunjukkan waktu
dini hari. Sisil dan Rian masih terjaga. Menikmati obrolan
ringan berdua. Tanpa suara riuh anak‐anak yang meminta
perhatian.
“Kita mengontrak yuk.”
“Di mana, Bang?”
“Di mana saja, yang penting jauh dari sini. Aku capek.”
“Abang carilah kontrakan. Adik ikut saja.”
“Kita ada tabungan berapa, Dik?”
“Tak banyak, Bang. Tabungan kita tak seberapa.”
“Kiranya cukup mengontrak setahun atau dua tahun ke
depan?”
“Setahun Bang. Itu pun dengan ukuran rumah yang
minimalis.”
“Tak apalah. Besok abang cari kontarakan buat kita.”
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 279

